<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kristen Masa Kini</title>
	<atom:link href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com</link>
	<description>Seek4the Kingdom of God and its truth, then everything will be added unto you. It is a blog for those who want to find the real truth in Jesus Christ, The Owner of this universe, the Great Almighty Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2009 19:04:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='menjelajahduniamaya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kristen Masa Kini</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/osd.xml" title="Kristen Masa Kini" />
	<atom:link rel='hub' href='http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>NUBUATAN AKAL-AKALAN</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/nubuatan-akal-akalan/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/nubuatan-akal-akalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 09:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel berbobot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[NUBUATAN AKAL-AKALAN Artikel berjudul ‘Tragedi Teologi Sukses’ mendapat tanggapan, baik yang mendukung maupun yang menyanggah, dan dari tanggapan itu ada beberapa yang berseberangan yang berasal dari lingkaran dekat penginjil tersebut. Seorang tokoh di kota Semarang yang dekat dengan penginjil itu &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/nubuatan-akal-akalan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=98&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>NUBUATAN AKAL-AKALAN</p>
<p>Artikel berjudul ‘Tragedi Teologi Sukses’ mendapat tanggapan, baik yang mendukung maupun yang menyanggah, dan dari tanggapan itu ada beberapa yang berseberangan yang berasal dari lingkaran dekat penginjil tersebut.</p>
<p>Seorang tokoh di kota Semarang yang dekat dengan penginjil itu (penginjil itu berasal dari Semarang) mengungkapkan bahwa memang penginjil itu dikenal sebagai sering membawakan nubuatan-nubuatan aneh yang berpusat pada diri dan keluarganya sendiri tapi banyak yang tertarik dan isteri penginjil itu pernah bersaksi ada banyak yang memberikan persembahan bahkan sampai 1M. Seorang pendeta yang banyak tahu praktek penginjil itu menyebutkan bahwa memang penginjil itu sering melakukan ‘Prophetic Trickery’ (bisa diartikan ‘Nubuatan Akal-Akalan’) dan pendeta itu memandang musibah sekitar penginjil itu sebagai peringatan Tuhan!</p>
<p>Seorang teman dekat penginjil itu menyebutkan bahwa penginjil itu bersaksi bahwa peristiwa itu mujizat Tuhan karena ia sekarang sehat walafiat dan bahkan bangga karena kerugian mobil Mercedesnya yang hancur sudah dibayar asuransi dengan mobil seri E tipe terbaru. Dan ketika ditanya bagaimana dengan menantunya yang meninggal, dengan enteng ia menjawab bahwa telah dinubuatkan bahwa menantu itu dipanggil Tuhan karena kalau masih hidup ia akan menghadapi masalah besar yang tidak tertanggung hidupnya. Menarik untuk menyimak perilaku penginjil itu bahwa untuk menghibur kedua anak almarhumah yang meninggal katanya mereka sudah berhubungan dengan ibunya (spiritisme?) dan mendapat nubuatan hiburan bahwa si ibu sekarang sudah senang tinggal di rumah besar di surga! Seorang penginjil wanita yang dekat dengan pelayanan penginjil itu menyebutkan bahwa anak sipenginjil (yang juga jadi penginjil) yang terlibat penggelapan dana tentara, memperoleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar karena ada ‘deal’ dengan Tuhan.</p>
<p>Kalau diamati, nubuatan akal-akalan semacam ini sudah menjadi bisnis penginjil yang tidak beda dengan praktek bisnis ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga. Bila orang pergi kedukun atau ke gunung Kawi biasa yang diminta adalah sukses kekayaan dan jabatan atau lainnya, tetapi biasanya ada tumbal (sebagai deal) yang dikorbankan. Ada pabrik rokok yang maju berkat ramalan gunung Kawi tetapi keluarganya berantakan bahkan ada anaknya yang mengalami kecelakaan mobil terguling, beberapa pemilik kebon apel di kota Batu sukses tetapi mengorbankan anak yang menjadi gila atau mati. Yang jelas dalam kasus penginjil di atas, sehatnya sipenginjil dan kembalinya mobil mewah yang malah lebih baru tipenya, bahkan anaknya yang beroleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar itu dianggap sebagai mujizat berkat Tuhan, tetapi dengan enteng menganggap kematian menantu sebagai sudah dinubuatkan, kematian yang akan menimbulkan trauma kepada ibunya yang mengandungnya dan kedua anak almarhumah yang masih remaja. Jelas pula kesaksian bahwa ‘tuhan bisa dengan mudah diajak dialog dan didengar suaranya’ itu adalah ‘tuhan’ yang sama sekali membutakan hati dan tidak menyadarkan orang akan jerat dan bahaya ber-KKN dengan tentara! Dan ‘deal’ apaan dengan ‘tuhan’ apaan yang mengorbankan nyawa isteri?</p>
<p>Nubuatan akal-akalan yang berkaitan dengan kematian bisa kita lihat dari praktek Oral Roberts yang ketika membangun ‘City of Faith’nya yang kekurangan dana 8 juta dolar kemudian menubuatkan bahwa kalau tidak terpenuhi ia akan dipanggil Tuhan (alias mati). Dana tidak juga terkumpul dan akhirnya ada pengusaha non-kristen yang kasihan dan menyumbang untuk pembangunan itu. Nubuatan bukan saja akal-akalan tetapi sudah menjadi bisnis untuk mencapai tujuan sukses seperti dalam perdukunan, dan ini dikejar tanpa sadar bahwa tujuan itu sering mengorbankan kehidupan kekeluargaan. (Bandingkan sukses Jim Bakker yang akhirnya mengorbankan keluarga (isteri minta cerai), harta kekayaannya, dan masuk penjara).</p>
<p>Benny Hinn adalah penginjil yang terkenal dengan ‘prophetic trickerynya.’ Pada tahun 1989 ia menubuatkan Fidel Castro akan meninggal pada tahun 1990-an, pada tahun yang sama ia menubuatkan bahwa pada tahun 1995 komunitas Homo di Amerika akan dihancurkan Tuhan, ia juga menubuatkan tahun 1990-an gempa bumi besar akan menimpa pantai timur Amerika. Hinn termasuk penginjil yang menubuatkan bahwa pengangkatan jemaat akan terjadi tahun 1992, dan ketika nubuatan itu tidak jadi diramalkan pada tahun 1997 bahwa dalam waktu dua tahun Tuhan Yesus akan datang kembali dan pada tahun 2000 akan muncul secara fisik dibanyak gereja. Petinju Evander Holyfield pernah ‘disembuhkan secara mujizat’ oleh Hinn dari penyakit jantung sehingga petinju itu menyumbang 25.000 dolar kekocek Hinn, namun kemudian ketahuan dari diagnosa dokter yang biasa memeriksa kesehatan para petinju dikemukakan fakta bahwa Holyfield tidak mempunyai track record penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama dan bukan karena penularan seketika). Hinn juga mengajarkan ajaran bahwa manusia adalah ‘little gods’!</p>
<p>Yang menarik untuk dilihat adalah bahwa sekalipun para penginjil di atas mengajarkan ‘tuhan,’ tuhan perdukunan yang menjanjikan penonjolan diri dan berkat materi, jelas berbeda dengan ‘Tuhan’ Alkitab yang mengajarkan kita untuk bertobat dan menjadi berkat bagi sesama kita, dan sekalipun nubuatan akal-akalan yang disampaikan tidak beda dengan ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga dan hati pendengar dan para pendengarnya sering tertipu, selalu akan ada jemaat yang berkumpul sekitar ‘para penginjil’ itu dan mendengarkan ‘bualan’ mereka. Rasul Paulus mengingatkan bahwa:</p>
<p>“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari  kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:3-4)</p>
<p>Nabi Yeremia banyak berhadapan dengan para nabi palsu yang sering melakukan nubuatan akal-akalan di zamannya dan berkali-kali mengingatkan umat:</p>
<p>“Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepada kamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri bukan apa yang datang dari mulut TUHAN. &#8230; Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya dan menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya” (Yeremia 23:16,32).</p>
<p>Memang tidak mungkin mengingatkan penginjil yang sudah sudah menjadi tokoh ’kultus’ dan terkenal dan didukung massa yang banyak, kecuali hanya didoakan dan berharap Roh Kudus sendiri yang menyadarkan mereka agar mereka tidak menyesatkan lebih banyak orang lagi. Tetapi, setidaknya kita masih bisa mengingatkan para jemaat yang terpengaruh praktek nubuatan akal-akalan itu agar mereka tidak terkecoh lebih lanjut dan kembali kepada ajaran firman Tuhan Alkitab. Bila kita diam, kita ikut bersalah menjerumuskan lebih banyak orang ke dalam kesesatan demikian. Rasul Paulus melanjutkan nasehatnya:</p>
<p>“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (2 Timotius 4:5).</p>
<p> “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesadaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2)</p>
<p>Amin.</p>
<p>Salam kasih dari Redaksi YABINA ministry www.yabina.org </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=98&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/nubuatan-akal-akalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESEMBUHAN ILAHI</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/kesembuhan-ilahi/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/kesembuhan-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 06:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel berbobot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[KESEMBUHAN ILAHI Seminggu setelah Peter Jongren mengadakan KKR Kesembuhan Ilahi di Bandung, penulis diundang berkotbah di gereja GBT di Bandung. Seusai kotbah, didampingi pendeta gereja itu bersalaman dengan jemaat yang berbaris keluar. Ada seorang jemaat yang cacat kakinya dan berjalan &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/kesembuhan-ilahi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=96&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KESEMBUHAN ILAHI</p>
<p>Seminggu setelah Peter Jongren mengadakan KKR Kesembuhan Ilahi di Bandung, penulis diundang berkotbah di gereja GBT di Bandung. Seusai kotbah, didampingi pendeta gereja itu bersalaman dengan jemaat yang berbaris keluar. Ada seorang jemaat yang cacat kakinya dan berjalan menggunakan tongkat penyangga lengan datang bersalaman dan juga dengan pendetanya, lalu orang itu berkata kepada pendetanya: “Minggu yang lalu dalam KKR Peter Jongren saya sudah bisa berjalan tidak menggunakan tongkat, tapi sesampai dirumah saya harus pakai tongkat lagi.”</p>
<p>Kasus-kasus kesembuhan semu seperti diatas banyak sekali terjadi dalam praktek KKR kesembuhan ilahi yang banyak diadakan belakangan ini, dan dalam kasus-kasus demikian, biasanya penderitalah yang disalahkan karena kurang iman dan kalau sembuh menjadi prestasi doa penginjil. Benny Hinn dalam menghadapi pertanyaan mereka yang tidak disembuhkan menjawab: “&#8221;The reason people lose their healing is because they begin questioning if God really did it.&#8221;</p>
<p>Kesembuhan Ilahi massal dipraktekkan KKR di Amerika Serikat sejak tahun 1940-an dan bersama gerakan Full Gospel Business Men’s Fellowship kemudian merupakan persemaian kebangunan Kharismatik pada awal tahun 1960-an. Gerakan kesembuhan ilahi (faith healing) menekankan bahwa oleh bilur Yesus kita sembuh, karena itu dipercaya orang yang percaya akan sembuh dari sakit penyakit dan yang tidak sembuh berarti ada masalah dengan iman mereka. Konsep kesembuhan demikian jelas terlihat dalam lagu yang biasa mengiringi praktek kesembuhan ilahi:</p>
<p>Bilurnya, bilurnya, bilurnya sungguh heran, bilurnya bilurnya, bilurnya sungguh heran. Asal percaya saja semua sakit hilanglah, oleh Tuhan Yesus penyembuh!</p>
<p>Praktek kesembuhan ilahi yang didasari oleh ajaran yang keliru bahwa kalau ‘beriman sembuh dan kalau tidak beriman sakit’ yang tidak sesuai dengan firman Tuhan itu adalah bahwa banyak orang yang tidak tersembuhkan dalam KKR Kesembuhan Ilahi itu banyak yang merasakan ‘rasa salah’ dalam dirinya bahwa ada masalah dengan iman mereka.</p>
<p>Penekanan kembali kuasa Tuhan yang menyembuhkan memang merupakan berkat bagi gereja ditengah-tengah kelesuan gereja mapan yang nyaris tidak pernah lagi melakukan pelayanan kesembuhan ilahi secara khusus, salah satu karunia yang Tuhan janjikan kepada gereja-Nya. Namun sayang kemudian perkembangan kesembuhan ilahi menjadi bersifat masal dan sarat kepentingan komersial, dan menjadi reklame utama dalam KKR. Lihatlah iklan di koran yang berbunyi:</p>
<p>Kebaktian Kesembuhan Ilahi. Masalah sakit-penyakit, stres, terikat kuasa kegelapan dan problema keluarga. Ajaklah teman dan keluarga Anda untuk mengalami cinta kasih dan kuasa-Nya!</p>
<p>Alami kuasa dalam firmannya, bawalah orang sakit, stres, terjerat narkoba dan masalah lainnya. Tuhan Yesus sanggup menolong.</p>
<p>Tetapi mengapa mayoritas tidak disembuhkan dan ditolong Tuhan Yesus? Dan dari yang minoritas yang bersaksi mengalami kesembuhan mengapa mayoritasnya juga ternyata tidak sembuh?</p>
<p>Tiga kesembuhan utama ibadat Toronto Blessing yang dilaporkan buku ‘Catch the Fire’ (Guy Chevreau) pernah diteliti tim teolog dan dua dokter, hasilnya adalah seorang yang merasa disembuhkan secara luar biasa terbukti hanya sedikit lebih baik keadaannya. Penderita kanker yang secara instan dikatakan sembuh ternyata setelah diperiksa dokter masih mengidap penyakit itu, demikian juga dua gadis bisu yang dikatakan mengalami kesembuhan dari malaekat ternyata tidak menunjukkan bukti yang pasti.  </p>
<p>Dalam siaran berita bahasa Inggeris di TVRI pernah dilaporkan penelitian di Inggeris bahwa angka kesembuhan yang dialami gereja-gereja Kharismatik tidak banyak berbeda dari kesaksian kesembuhan yang dialami gereja mapan yang biasa mendoakan jemaatnya. Yang membedakan adalah di gereja-gereja Kharismatik kesaksian kesembuhan biasanya diekpos besar-besaran dan sering bombastis dengan kesaksian-kesaksian sedangkan di gereja-gereja mapan tidak.</p>
<p>Memang promosi kesembuhan ilahi luar biasa, biasanya disebutkan tokoh-tokoh politik maupun konglomerat yang mengalami kesembuhan instan dalam malam KKR Kesembuhan Ilahi, namun beberapa saat kemudian akan kelihatan bahwa mereka sebenarnya belum sembuh tetapi tersugesti untuk merasa sembuh. Lihat saja pengalaman Evander Holifield. Ia dikatakan menderita sakit jantung dan dipercaya disembuhkan secara mujizat oleh Benny Hinn, namun kemudian terbukti dari diagnosis dokter tinju bahwa Holifield memang tidak punya penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama), jadi sembuh dari apa?</p>
<p>Para penginjil penyembuh memang terlalu memutlakkan kekuatan penyembuhan yang bisa dihasilkan kuasa penumpangan tangan mereka, contohnya Yonggi Cho berkata:</p>
<p>“Sekarang ini, siapa saja yang percaya kepada Yesus Kristus akan menikmati kelepasan dari segala dosa, sakit penyakit, kutuk, kuasa Iblis dan kematian.”</p>
<p>Kepercayaan ekstrim memang menjadi kepercayaan para penginjil Words of Faith, Kenneth Hagin mengatakan:</p>
<p>“Penyakit itu bukan suatu berkat. Penyakit adalah suatu kutuk. Suatu kutuk oleh karena kita melanggar hukum Tuhan.”</p>
<p>Bandingkan ini dengan firman Tuhan sendiri yang berkata kepada Paulus yang berdoa minta kesembuhan penyakitnya sampai tiga kali:</p>
<p>“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru  dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Korintus 12:7-10. Paulus sakit tubuh tercatat juga di Galatia 4:13).</p>
<p>Sekalipun benar bahwa ada penyakit yang terjadi karena kutuk dan dosa seseorang, tidak semua penyakit melanggar hukum Tuhan. Seorang bisa terkena HIV karena berselingkuh secara homo yang biasa menggunakan jarum suntik, tapi isterinya dan anak yang dilahirkannya berpotensi tertular diluar kesalahan mereka. Orang bisa saja patah kaki karena jatuh atau ditabrak mobil dan itu bukan kesalahan dia. Orang baik bisa saja menderita kanker sedangkan orang jahat sehat. Orang bisa sakit karena tertular flu burung, makan makanan basi, atau keracunan, padahal itu bukan karena ia berdosa. Orang bisa saja lahir cacat karena ibunya kurang gizi atau terkena virus polio.</p>
<p>Urusan penipuan (hoax) dalam pelayanan KKR Kesembuhan Ilahi sudah banyak diteliti di Amerika Serikat. Terbukti banyak penginjil penyembuh melakukan penipuan dengan cara menyiapkan skenario orang-orang yang bersaksi mengalami kesembuhan spektakuler atau orang yang datang ke KKR ditanya penyakitnya apa oleh penerima tamu dan info itu disampaikan ke mimbar sehingga penderita dibuat heran mengapa penginjil tahu akan penyakitnya. Memang kenyataannya ada satu dua kesembuhan yang benar-benar terjadi karena iman penderita begitu kuat sehingga mendatangkan belas kasihan Tuhan Yesus (Jadi bisa terjadi juga di gereja mapan tanpa penumpangan tangan urapan pendeta), namun sebagian besar dari yang sembuh dikarenakan sugesti terpengaruh suasana pujian &amp; penyembahan KKR tapi biasanya setelah pulang atau diperiksa dokter sesudahnya, atau beberapa waktu kemudian, penyakitnya tetap ada. Penyakit-penyakit yang bersifat psikosomatis mudah terasa sembuh dalam suasana hipnose massa, tetapi penyakit-penyakit malfungsi, keracunan, cacat bawaan (polio) nyaris tidak tersembuhkan. Penulis pernah melayani bersama seorang penginjil dimana ia mengatakan didepan jemaat bahwa kalau kita berdoa dengan iman, gigi berlubangpun bisa tertutup. Mengapa kita menjadikan Tuhan sebagai budak untuk melayani kemauan kesembuhan manusia?</p>
<p>Memang sampai sekarangpun Tuhan tetap bisa memberikan mujizat kesembuhan, yang penting apakah jemaat berdoa dengan yakin dan iman dan apakah Tuhan berkenan menyembuhkan atau tidak (Yakobus 5:14-16). Jadi kesembuhan bukan terletak pada kekuatan sipenginjil dan ketidak sembuhan bukan terletak di tangan sipenderita, melainkan apakah Tuhan berkenan atau tidak. Jadi, sebenarnya kesembuhan ilahi bisa saja terjadi di KKR maupun di Gereja mapan.</p>
<p>Kepercayaan bahwa ‘beriman sembuh dan tidak beriman sakit’ adalah konsep kesembuhan mistik perdukunan! Bandingkan ini dengan kesembuhan yang dicapai bila chi/prana/reiki dalam dirinya bisa harmonis dengan chi/prana/reiki alam semesta, dan tidak sembuh kalau keseimbangan itu terganggu. Dalam kesembuhan mistik sembuh tidaknya terletak pada kekuatan batin penderita, dan kita harus sadar bahwa dalam perdukunan pun mujizat kesembuhan dengan kekuatan batin juga banyak terjadi. Dalam KKR Kesembuhan Ilahi dan faham Words of Faith, iman itu umum dimengerti sebagai kekuatan batin yang bisa disalurkan melalui ucapan dan visualisasi seseorang (words of faith).</p>
<p>Kita perlu berhati-hati mendengar promosi bombastis mengenai kesembuhan yang dialami orang penting atau konglomerat tertentu, dan kita pun jangan begitu saja menolak kesaksian demikian yang mungkin benar, tetapi yang paling tepat adalah mengujinya dengan catatan dokter/rumah sakit mengenai track-record penyakitnya sebelum dan sesudah ‘mengalami’ kesembuhan ilahi, dan apakah kesembuhan pasca kesembuhan ilahi itu bersifat kekal atau nanti kembali lagi penyakitnya yang dianggap sudah hilang itu yang ternyata belum hilang juga.</p>
<p>Amin!</p>
<p>Salam kasih dari Redaksi www.yabina.org </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=96&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/kesembuhan-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teologia Kemakmuran</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/teologia-kemakmuran/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/teologia-kemakmuran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 06:34:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel berbobot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/teologia-kemakmuran/</guid>
		<description><![CDATA[Pembahasan mengenai Ajaran Teologia Kemakmuran oleh : Pdt. Budi Asali M.Div. THEOLOGIA KEMAKMURAN Sekarang banyak gereja / pendeta / orang kristen yang percaya / mengajarkan Theologia Kemakmuran, dimana mereka percaya / mengajarkan bahwa orang kristen yang sungguh-sungguh beriman dan mengikut &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/teologia-kemakmuran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=95&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembahasan mengenai Ajaran Teologia Kemakmuran</p>
<p>oleh : Pdt. Budi Asali M.Div.</p>
<p>THEOLOGIA KEMAKMURAN</p>
<p>Sekarang banyak gereja / pendeta / orang kristen yang percaya / mengajarkan Theologia Kemakmuran, dimana mereka percaya / mengajarkan bahwa orang kristen yang sungguh-sungguh beriman dan mengikut Tuhan, pasti akan kaya atau harus kaya.</p>
<p>Banyak orang kristen yang hanya bisa merasakan bahwa ajaran semacam itu adalah ajaran yang salah / sesat, tetapi pada waktu para penganut / pengajar Theologia Kemakmuran itu memberikan argumentasi-argumentasi mereka, baik berdasarkan Kitab Suci maupun berdasarkan &#8216;fakta&#8217;, maka banyak sekali orang kristen yang tidak bisa menjawab argumentasi-argumentasi itu.</p>
<p>Karena itu disini saya ingin mengajak saudara untuk:</p>
<p>1) Mempelajari argumentasi-argumentasi, baik berdasarkan Kitab Suci maupun berdasarkan &#8216;fakta&#8217;, yang digunakan oleh para penganut Theologia Kemak-muran itu.</p>
<p>2) Mempelajari kesalahan-kesalahan dari argumentasi-argumentasi mereka, dan sekaligus melihat / mempelajari ayat-ayat Kitab Suci yang sengaja dihindari / diabaikan oleh para penganut Theologia Kemakmuran.</p>
<p>3) Mempelajari ajaran Kitab Suci yang benar tentang kekayaan dan sikap yang benar terhadap kekayaan.</p>
<p>I) ARGUMENTASI2 THEOLOGIA KEMAKMURAN:</p>
<p>A) Argumentasi berdasarkan Kitab Suci:</p>
<p>1) Ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Allah (Yoh 1:12 Roma 8:14-17 Gal 3:26 dsb).</p>
<p>Mereka mengatakan bahwa karena kita adalah anak Allah, sedangkan Allah itu maha kaya, maka kita juga harus kaya. Mengaku diri sebagai anak Allah, tetapi hidup dalam kemiskinan, adalah suatu kontradiksi.</p>
<p>Mereka bahkan berani mengatakan bahwa Allah malu mempunyai anak-anak yang miskin!</p>
<p>2) Ayat-ayat Kitab Suci yang menceritakan tentang orang beriman yang diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi kaya. Dalam hal ini biasanya mereka mengambil cerita-cerita tentang tokoh-tokoh Perjanjian Lama yang adalah orang beriman dan sekaligus adalah orang kaya. Misalnya: Daud, Salomo, Ayub, Abraham, Ishak, Yakub dsb.</p>
<p>Mereka lalu mengatakan bahwa orang-orang itu beriman dan taat kepada Tuhan, dan karena itu mereka diberkati oleh Tuhan sehingga menjadi kaya. Jadi, kalau kita beriman dan taat kepada Tuhan, kita pasti juga menjadi kaya. Mereka bahkan berani mengatakan bahwa kalau kita tidak kaya, itu berarti kita tidak / kurang beriman, dan / atau kita tidak / kurang taat kepada Tuhan.</p>
<p>3) Ayat-ayat Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Tuhan berjanji akan memberikan berkat jasmani yang berkelimpahan kepada orang yang mentaati Dia, yang memberikan persembahan perpuluhan dsb.</p>
<p>Misalnya: Im 26:1-13 Ul 28:1-14 Amsal 3:9-10 Maleakhi 3:10-12.</p>
<p>Mereka berkata bahwa Firman Tuhan berlaku kekal dan Tuhan tidak pernah berdusta / melanggar janjiNya, sehingga pada jaman inipun janji-janji itu berlaku dan pasti akan Tuhan genapi, asal kita beriman dan taat kepadaNya!</p>
<p>4) Ayat-ayat Perjanjian Baru seperti:</p>
<p>    * Mat 6:33 yang menjanjikan bahwa Tuhan akan menambahkan / memberikan &#8216;semuanya&#8217; (yang mereka artikan sebagai &#8216;kekayaan&#8217;) kepada kita, asal kita mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya.<br />
    * Yoh 10:10 yang mengatakan bahwa Yesus datang supaya kita mempunyai &#8216;hidup yang berkelimpahan&#8217; (yang mereka artikan sebagai &#8216;hidup kaya&#8217;!).<br />
    * 2Kor 8:9 yang mengatakan bahwa Yesus itu rela menjadi miskin, supaya kita yang miskin menjadi kaya (ini mereka artikan &#8216;kaya secara jasmani&#8217;).<br />
    * 2Kor 9:6 yang mengatakan bahwa orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak. Ini dipakai untuk mendorong jemaat untuk memberi per-sembahan sebanyak mungkin, supaya menjadi kaya!</p>
<p>B) Argumentasi berdasarkan &#8216;fakta&#8217;:</p>
<p>Kalau kita bisa menunjukkan ayat-ayat KItab Suci yang menentang ajaran Theologia Kemakmuran, maka para penganut Theologia Kemakmuran ini sering menggunakan argumentasi yang berdasarkan &#8216;fakta&#8217;, dimana me-reka lalu berkata bahwa &#8216;fakta&#8217; menunjukkan bahwa:</p>
<p>1) Gereja yang mengajarkan Theologia Kemakmuran ternyata berkem-bang pesat, yang jelas menunjukkan berkat Tuhan atas gereja itu. Kalau memang ajarannya salah / sesat, mengapa gerejanya bisa begitu diberkati oleh Tuhan?</p>
<p>2) Jemaat dari gereja itu memang betul-betul makmur / kaya. Bukankah ini menunjukkan bahwa dengan beriman kepada Tuhan, taat kepada-Nya dan memberikan persembahan persepuluhan, mereka betul-betul dijadikan makmur / kaya oleh Tuhan?</p>
<p>Pdt. Dr. Paul Yonggi Cho bahkan pernah bersaksi bahwa dulu jemaat-nya sedikit dan semuanya miskin. Lalu ia mulai mengajar mereka bagaimana menjadi kaya, dan sekarang tidak ada orang miskin di dalam gerejanya.</p>
<p>Bukankah kedua &#8216;fakta&#8217; ini menunjukkan bahwa ajaran Theologia Kemak-muran memang benar?</p>
<p>II) TANGGAPAN / JAWABAN SAYA:</p>
<p>A) Tentang argumentasi berdasarkan Kitab Suci:</p>
<p>1) Kalau kita mau menafsirkan Kitab Suci dengan benar, maka kita harus menafsirkan suatu bagian Kitab Suci dengan memperhatikan semua bagian-bagian lain dalam Kitab Suci yang berhubungan dengan ba-gian yang akan kita tafsirkan itu. Dan kita harus menafsirkan bagian itu sedemikian rupa sehingga tidak bertentangan dengan bagian-bagian lain dari Kitab Suci.</p>
<p>Mengapa harus demikian? Karena Allah itu bukan pendusta, dan karena itu kata-kataNya tidak mungkin bisa bertentangan satu sama lain! Kitab Suci adalah firman / kata-kata Allah, sehingga tidak mungkin bertentangan satu sama lain.</p>
<p>Tetapi, para penganut Theologia Kemakmuran ini hanya melihat / menyoroti bagian-bagian tertentu dari Kitab Suci yang mendukung pandangan mereka, dan mereka mengabaikan bagian-bagian lain dari Kitab Suci yang jelas-jelas menentang penafsiran mereka.</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Ingatlah bahwa cara penafsiran seperti ini adalah sumber timbulnya semua ajaran sesat, dan juga bahwa cara penafsiran seperti ini merupakan cara dari hampir semua nabi palsu dalam mempertahan-kan ajaran sesat mereka!</p>
<p>Contoh:</p>
<p>a) Kitab Suci memang menggambarkan hubungan Allah dengan kita sebagai Bapa dengan anakNya. Tetapi Kitab Suci juga menggam-barkan hubungan Allah dengan kita sebagai Tuan dengan hamba (Misalnya: Yoh 13:16), dan juga sebagai Komandan dan prajurit / tentara (2Tim 2:3-4).</p>
<p>Gambaran bahwa kita adalah anak memang bisa menimbulkan pemikiran bahwa hidup kristen itu enak, kaya dsb. Tetapi gam-baran bahwa kita adalah hamba / tentara jelas menimbulkan kesan yang jauh berbeda. Seharusnya, kita meninjau semua gambaran-gambaran itu dan bukan salah satu saja. Itu akan menunjukkan bahwa di dalam hidup kristen itu bukan hanya terdapat hal-hal yang enak saja, tetapi juga ada ketundukan mutlak, pelayanan, peperangan, penderitaan, bahkan kemiskinan!</p>
<p>Hal-hal seperti ini tidak pernah mereka perhatikan / soroti, atau bahkan sengaja mereka abaikan!</p>
<p>b) Allah memang adalah Bapa kita, tetapi Ia adalah Bapa kita secara rohani (Yoh 1:12-13)! Dan Ia adalah Bapa yang bijaksana (Ro 11:33)! Kitab Suci bahkan berkata bahwa Ia menghajar kita pada saat diperlukan (Ibr 12:5-11), dan ini menunjukkan bahwa Ia bukanlah seorang Bapa yang memanjakan anak-anakNya!</p>
<p>Kalau seorang bapa duniawi / jasmani yang bijaksana saja pasti tidak akan memanjakan anaknya dengan memberikan uang sebe-rapa dia kehendaki, maka jelas bahwa Allah, sebagai Bapa rohani kita yang bijaksana, juga tidak akan melakukan hal itu!</p>
<p>Lagi-lagi ini merupakan bagian yang sengaja diabaikan oleh para penganut Theologia Kemakmuran!</p>
<p>Terhadap orang yang mengatakan bahwa Allah itu malu kalau mempunyai seorang anak yang miskin, saya ingin tanyakan: di bagian mana dari Kitab Suci ada ajaran seperti itu? Dalam Kitab Suci disebutkan ada banyak orang percaya yang miskin. Tetapi tidak pernah dikatakan bahwa Allah malu karena kemiskinan mereka!</p>
<p>Orang yang mengajarkan hal seperti ini memandang Allah secara jasmani / duniawi, seakan-akan Ia adalah seorang manusia seperti kita! Manusia yang kaya memang akan malu kalau anaknya miskin! Tetapi Allah tidak demikian! Allah tidak malu mempunyai anak yang miskin, sakit dsb. Ia bahkan akan senang kalau mempu-nyai anak yang dalam kemiskinan, kesakitan dan penderitaan, tetap beriman kepadaNya, mengasihiNya, dan mentaatiNya! Hal yang memalukan Allah ialah kalau kita sebagai anak-anakNya hidup dalam dosa (Wah 3:18 bdk. juga Mat 5:16)! Juga kalau kita menekankan keduniawian dan kekayaan lebih dari pada keroha-nian, seperti yang dilakukan oleh para penganut / pengajar Theologia Kemakmuran!</p>
<p>c) Dalam Kitab Suci memang ada banyak orang beriman yang kaya, tetapi juga ada banyak yang tidak kaya, bahkan yang miskin.</p>
<p>Misalnya: Yesus sendiri (Luk 9:58), rasul-rasul (Kis 3:6), jemaat kristen abad pertama (Kis 2:45b Kis 4:35b Kis 6:1 Roma 15:26 2Kor 8:2 Wah 2:9).</p>
<p>Memang ada orang Kharismatik yang berkata sebaliknya:</p>
<p>    * Frederick K. C. Price berkata bahwa Yesus itu kaya pada waktu hidup di dunia. Buktinya Ia sampai membutuhkan bendahara (Yoh 12:6) &#8211; &#8216;Christianity in Crisis&#8217;, p 25, 382.<br />
    * John Avanzini berkata bahwa Paulus juga kaya. Buktinya seorang pejabat pemerintah sampai menginginkan suap dari dia (Kis 24:26) &#8211; &#8216;Christianity in Crisis&#8217;, p 25, 382.</p>
<p>Tetapi penafsiran-penafsiran tolol semacam ini jelas tidak perlu dipedulikan! Ayat-ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Yesus, rasul-rasul, dan banyak jemaat kristen abad pertama adalah orang-orang yang miskin!</p>
<p>Lalu mengapa hanya bagian-bagian Kitab Suci yang menceritakan tentang orang beriman yang kaya saja yang diperhatikan dan disoroti? Mengapa bagian-bagian Kitab Suci yang menceritakan tentang orang beriman yang miskin diabaikan?</p>
<p>Beranikah mereka mengatakan bahwa Yesus dan rasul-rasul dan jemaat gereja abad pertama itu miskin karena mereka kurang beriman dan kurang taat? Untuk Yesusnya mungkin mereka akan berkata bahwa Yesus memang rela menjadi miskin supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya (2Kor 8:9). Tetapi bagai-mana dengan rasul-rasul dan jemaat gereja abad pertama yang miskin?</p>
<p>d) Kitab Suci sering mengajar tentang orang-orang jahat yang kaya dan orang saleh yang miskin.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>    * Maz 73 (bacalah seluruh Maz 73!).<br />
    * cerita orang kaya dan Lazarus (Luk 16:19-31).<br />
    * Wah 2:9 menunjukkan bahwa jemaat Smirna yang kaya secara rohani justru miskin secara jasmani, dan sebaliknya, Wah 3:17 menunjukkan bahwa jemaat Laodikia yang miskin secara rohani justru kaya secara jasmani.<br />
    * Pengkhotbah 8:14 berbunyi:</p>
<p>&#8220;Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang la-yak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar&#8221;.</p>
<p>Ini jelas memungkinkan adanya orang saleh yang miskin dan orang jahat yang kaya!</p>
<p>Mengapa para penganut Theologia Kemakmuran mengabaikan bagian-bagian Kitab Suci seperti ini?</p>
<p>e) Ada banyak ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan sukarnya / beratnya kehidupan orang kristen.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>    * Mat 7:13-14 yang berbunyi:</p>
<p>&#8220;Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebar-lah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebi-nasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; ka-rena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapati-nya&#8221;.</p>
<p>    * Luk 9:58 dimana Yesus berkata kepada seseorang yang mau mengikut Dia:</p>
<p>&#8220;Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya&#8221;.</p>
<p>    * Yoh 15:20 dimana Yesus sendiri berkata:</p>
<p>&#8220;Seorang hamba tidaklah lebih dari tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan meng-aniaya kamu&#8221;.</p>
<p>    * Kis 14:22b dimana Paulus dan Barnabas memperingati orang-orang kristen bahwa &#8220;untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara&#8221;.<br />
    * Fil 1:29 yang berbunyi:</p>
<p>&#8220;Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Ksritus, melainkan juga untuk mende-rita untuk Dia&#8221;.</p>
<p>    * 2Tim 3:12 yang berbunyi:</p>
<p>&#8220;Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya&#8221;.</p>
<p>Pernahkah para penganut Theologia Kemakmuran itu menyoroti dan merenungkan ayat-ayat ini? Atau apakah mereka sengaja mengabaikan ayat-ayat itu karena tidak sesuai dengan ajaran sesat mereka?</p>
<p>Semua ayat-ayat ini menunjukkan bahwa hidup kristen bukanlah hidup yang enak terus! Sebaliknya, hidup kristen adalah hidup yang penuh dengan penderitaan, kesukaran dan tantangan!</p>
<p>Karena itu ada satu orang yang pernah berkata:</p>
<p>&#8220;Allah punya satu anak yang tidak pernah berbuat dosa (yaitu Yesus), tetapi Ia tidak punya anak yang tidak pernah menderita!&#8221;</p>
<p>Kalau kita melihat hidup Yesus sendiri, maka kita melihat bahwa hidupNya &#8216;turun&#8217; dahulu (menjadi manusia, menderita dan mati, dikuburkan), dan setelah itu baru &#8216;naik&#8217; (bangkit dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, dan akan da-tang keduakalinya sebagai Hakim).</p>
<p>Karena itu, kalau kita adalah pengikut Kristus, hidup kita juga akan &#8216;turun&#8217; dulu (mengalami banyak penderitaan, kesukaran dan tan-tangan di dunia ini), dan setelah itu baru &#8216;naik&#8217; (mengalami ke-muliaan di surga). Bdk. Ro 8:18 2Kor 4:17.</p>
<p>Tetapi, para penganut Theologia Kemakmuran itu mem-by-pass jalan yang menurun itu. Mereka mengajarkan bahwa hidup kristen itu enak dan kaya di dunia, dan juga mulia di surga. Hidup mereka adalah hidup tanpa salib! Tetapi bahwa ini bukanlah hidup Kristen, terlihat dengan jelas dari deretan ayat-ayat di atas!</p>
<p>Kalau memang hidup kristen itu penuh dengan penderitaan dan kesukaran, maka itu berarti bahwa orang kristen bisa saja menjadi miskin, justru karena ia menjadi kristen dan karena ia hidup sesuai dengan firman Tuhan!</p>
<p>f) Kitab Suci mengandung banyak ayat yang memperingatkan kita akan bahaya dari kekayaan / keinginan untuk menjadi kaya, seperti: Ul 6:10-12 Ul 8:10-18 Amsal 23:4-5 Pengkhotbah 5:9-16 Yer 9:23-24 Yeh 7:19 Mat 6:19-24 Mat 13:22 Mat 19:21-24 Luk 6:24 Luk 12:16-21 Luk 21:34-36 1Tim 6:6-10 1Tim 6:17-19 Yak 1:9-11 Yak 5:1-3 dsb.</p>
<p>Untuk bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang kerasnya peringatan Kitab Suci terhadap kekayaan, bacalah semua ayat-ayat tersebut di atas!</p>
<p>Ayat-ayat Kitab Suci ini jelas memberikan gambaran yang sangat berbeda, bahkan bertentangan, dengan ajaran Theologia Kemak-muran! Mengapa mereka tidak pernah menyoroti ayat-ayat ini? Jelas bahwa mereka memang sengaja mengabaikan bagian-bagian Kitab Suci yang tidak sesuai dengan ajaran sesat mereka!</p>
<p>2) Penafsiran mereka melanggar prinsip Hermeneutics (ilmu penafsiran Kitab Suci) yang penting, yang sekalipun sudah saya jelaskan dalam pelajaran Kharismatik 1 di depan, tetapi akan saya ulangi di sini.</p>
<p>Dalam Kitab Suci ada bagian-bagian yang bersifat Descriptive (= bersifat menggambarkan). Bagian seperti ini hanya menggambarkan apa yang betul-betul terjadi pada saat itu, tetapi tidak dimaksudkan untuk dijadikan rumus / norma / pedoman dalam kehidupan kita.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>    * Dalam Mat 14:22-33, diceritakan tentang Yesus dan Petrus yang berjalan di atas air. Ini adalah penggambaran dari sesuatu yang betul-betul terjadi, tetapi cerita ini tentu tidak berarti bahwa setiap orang yang beriman pasti bisa berjalan di atas air!<br />
    * Dalam Yoh 11 kita melihat Yesus membangkitkan Lazarus. Ini memang betul-betul terjadi, tetapi tentu tidak berarti bahwa setiap orang kristen yang mati akan dibangkitkan kembali setelah 4 hari!<br />
    * Dalam Kis 5:17-25 dan Kis 12:1-19, rasul-rasul dimasukkan ke penjara, tetapi lalu dibebaskan oleh Tuhan secara mujijat. Ini tentu tidak boleh diartikan bahwa semua orang kristen yang dimasukkan ke penjara demi Tuhan, juga akan dibebaskan secara mujijat! Kenyataannya, banyak orang beriman dimasukkan ke penjara demi Tuhan dan akhirnya mati di bunuh / mati syahid, termasuk Yohanes Pembaptis (Mat 14:1-12), dan rasul Yakobus (Kis 12:1-2), dan rasul-rasul yang lain.</p>
<p>Tetapi dalam Kitab Suci juga ada bagian-bagian yang bersifat Didactic (= bersifat mengajar). Ini adalah bagian-bagian yang betul-betul dimaksudkan untuk mengajar, dan harus dijadikan norma / hukum dalam kehidupan kita.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>    * Yoh 3:16 mengajarkan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus tidak akan binasa, tetapi akan mendapat hidup yang kekal. Ini adalah hukum / norma yang berlaku untuk setiap orang!<br />
    * Fil 4:4 dan 1Tes 5:16-18 mengajarkan bahwa orang kristen harus selalu bersukacita, berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.</p>
<p>Kalau kita berhadapan dengan bagian yang bersifat Descriptive, tetapi kita memperlakukannya sebagai bagian yang bersifat Didactic, dan menafsirkannya sebagai hukum / norma, maka akan timbul ajaran-ajaran yang salah, seperti:</p>
<p>    * Orang kristen harus berbahasa roh, karena dalam Kis 2:1-11, rasul-rasul berbahasa roh.<br />
    * Orang kristen harus sembuh dari penyakit, karena dalam Mat 4:23-24 / Luk 6:17-19 semua orang yang minta kesembuhan, disem-buhkan oleh Tuhan Yesus.</p>
<p>Ajaran Theologia Kemakmuran mendasarkan ajarannya pada bagian-bagian Kitab Suci yang menunjukkan adanya orang-orang beriman yang kaya seperti Salomo, Ayub dsb. Itu berarti bahwa mereka mem-perlakukan bagian-bagian yang bersifat Descriptive sebagai rumus / hukum, dan ini adalah cara penafsiran yang salah!</p>
<p>3) Terhadap ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa Tuhan akan memberikan berkat jasmani yang berkelimpahan kepada orang yang beriman dan taat kepadaNya / orang yang memberikan persembahan persepuluhan, ada 2 hal yang akan saya berikan seba-gai tanggapan:</p>
<p>a) Perjanjian Lama berbeda dengan Perjanjian Baru dalam persoalan berkat Tuhan!</p>
<p>Dalam Perjanjian Lama memang ada banyak ayat yang menun-jukkan janji berkat jasmani yang berkelimpahan, seperti Im 26:1-13 Ul 28:1-14 Amsal 3:9-10 Maleakhi 3:10-12 dsb.</p>
<p>Tetapi dalam Perjanjian Baru, terlihat bahwa Allah hanya menjanji-kan berkat jasmani secara cukup saja (tidak berkelimpahan). Ini terlihat dari:</p>
<p>    * Mat 6:25-34.</p>
<p>Bagian ini berbicara tentang makanan, minuman dan pakaian, dan karena itu jelas bahwa bagian ini hanya menekankan kebutuhan-kebutuhan pokok saja, bukan kemewahan!</p>
<p>    * Doa Bapa Kami, dimana Yesus tidak mengajar supaya kita meminta kekayaan yang berlimpah-limpah, tetapi: &#8220;Berikan-lah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya&#8221; (Mat 6:11).<br />
    * 1Tim 6:6,8 dimana Rasul Paulus berkata: &#8220;Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan yang besar &#8230; Asal ada makanan dan pakaian cukuplah&#8221;.</p>
<p>Hal yang perlu kita tanyakan adalah: mengapa ada perbedaan seperti ini antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Ada 2 jawaban:</p>
<p>    * Karena dalam jaman Perjanjian Baru, salib Kristus sudah terjadi, sedangkan dalam Perjanjian Lama belum.</p>
<p>Dalam jaman Perjanjian Baru, karena salib (yang merupakan pernyataan tertinggi dari kasih Allah kepada kita) itu sudah terjadi, maka sekalipun kita tidak kaya, bahkan sekalipun kita miskin, kita tetap bisa memandang ke belakang, kepada salib, dan kita bisa yakin bahwa Allah mengasihi kita.</p>
<p>Tetapi dalam jaman Perjanjian Lama, kalau tidak ada berkat jasmani yang berkelimpahan, agak sukar bagi seseorang untuk bisa percaya bahwa Allah mengasihi dia, karena saat itu salib belum terjadi!</p>
<p>Karena itulah, untuk menunjukkan kasihNya kepada orang-orang beriman dalam Perjanjian Lama, maka pada saat itu Allah lalu memberikan banyak janji berkat jasmani yang berke-limpahan.</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Perlu saudara ketahui bahwa ini adalah ajaran dari John Calvin, yang hidup pada abad ke 16, jauh sebelum ajaran Theologia Kemakmuran muncul.</p>
<p>    * Ayat-ayat yang menunjukkan janji-janji berkat jasmani yang berkelimpahan dalam Perjanjian Lama, merupakan TYPE (ini adalah istilah Hermeneutics / ilmu penafsiran Alkitab) atau bayangan dari janji berkat rohani yang berkelimpahan dalam Perjanjian Baru. Setelah ANTI-TYPEnya (penggenapannya da-lam Perjanjian Baru) datang, maka TYPEnya tidak berlaku lagi!</p>
<p>b) Cara para pengajar Theologia Kemakmuran mengajar jemaatnya untuk memberikan persembahan (baik persembahan persepuluhan maupun persembahan biasa) dengan menggunakan ayat-ayat Perjanjian Lama seperti Maleakhi 3:10-12 dan Amsal 3:9-10 atau-pun ayat Perjanjian Baru seperti 2Kor 9:6, adalah cara yang salah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan! Mengapa? Karena de-ngan demikian mereka mengajar jemaat untuk memberikan per-sembahan kepada Tuhan dengan pamrih, karena jemaat memberi dengan tujuan supaya Tuhan membalasnya dengan berkat yang lebih besar! Saya memang percaya bahwa ada pahala untuk setiap ketaatan / persembahan yang kita berikan kepada Tuhan, asalkan kita melakukan / memberikan dengan motivasi yang benar, yaitu dengan hati yang betul-betul mencintai Tuhan dan dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan (Yoh 14:15 1Kor 10:31).</p>
<p>Tetapi ketaatan ataupun persembahan dengan motivasi supaya kita diberkati, jelas merupakan ketaatan yang dilandasi oleh egoisme, dan pada hakekatnya bukanlah merupakan suatu ke-taatan kepada Tuhan!</p>
<p>4) Mat 6:33 Yoh 10:10 2Kor 8:9 2Kor 9:6 mereka tafsirkan tanpa mem-pedulikan kontexnya, sehingga apa yang seharusnya bersifat rohani mereka tafsirkan sebagai hal yang bersifat jasmani.</p>
<p>a) Dalam menafsirkan Mat 6:33, kita harus memperhatikan dan mem-baca kontexnya, yaitu Mat 6:25-34. Maka akan terlihat dengan jelas bahwa bagian itu berbicara tentang kekuatiran terhadap tidak adanya makanan, minuman dan pakaian (kebutuhan-kebutuhan pokok). Karena itu, kata &#8216;semuanya&#8217; dalam Mat 6:33 haruslah diartikan &#8216;kebutuhan-kebutuhan pokok&#8217;, dan bukannya kekayaan yang berlimpah-limpah!</p>
<p>b) Dalam Yoh 10:10, Yesus berkata:</p>
<p>&#8220;Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempu-nyainya dalam segala kelimpahan&#8221;.</p>
<p>Yesus pasti tidak memaksudkan hidup jasmani, tetapi hidup rohani, karena orang-orang yang Ia maksudkan dengan &#8216;mereka&#8217;, saat itu sedang hidup secara jasmani! Kalau Yesus memaksudkan hidup rohani, maka jelaslah bahwa kelimpahan yang Ia maksudkan, juga adalah kelimpahan rohani!</p>
<p>c) 2Kor 8:9 juga harus kita teliti kontexnya, supaya kita bisa mengerti apakah ayat itu memaksudkan kaya secara jasmani atau secara rohani. Bacalah mulai 2Kor 8:1-9! Maka dalam ay 7 saudara akan melihat bahwa Paulus berkata bahwa sekarang mereka kaya dalam segala sesuatu. Tetapi apa yang ia maksudkan dengan &#8216;segala sesuatu&#8217; itu? Baca terus ay 7! Paulus berkata &#8220;dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam ke-sungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu kepada kami&#8221;.</p>
<p>Ini semua jelas menunjuk pada hal rohani, bukan jasmani! Karena itu jelaslah bahwa &#8216;kaya&#8217; dalam 2Kor 8:9 tidak menunjuk pada kekayaan jasmani, tetapi pada kekayaan rohani!</p>
<p>d) 2Kor 9:6 juga harus diperhatikan kontexnya.</p>
<p>Apakah &#8216;menuai banyak&#8217; dalam 2Kor 9:6 itu harus diartikan berkat jasmani / uang yang banyak? Saya berpendapat bahwa bisa saja orang yang memberi persembahan uang lalu dibalas oleh Allah juga dengan uang. Tetapi tentu saja tidak harus demikian. Ia bisa membalas dengan cara lain. Ini bisa kita lihat dalam 2Kor 9:8 dimana dikatakan:</p>
<p>&#8220;Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan&#8221;.</p>
<p>Jelas ini menunjukkan bahwa orang yang menabur banyak itu memang menuai banyak, tetapi ia menuai bukan berkat jasmani, tetapi berkat rohani!</p>
<p>B) Tentang Argumentasi berdasarkan &#8216;fakta&#8217;:</p>
<p>1) Jemaat yang bertambah banyak, tidak membuktikan bahwa ajaran mereka benar, ataupun bahwa mereka diberkati oleh Tuhan.</p>
<p>Sebagai contoh, dalam waktu 10 tahun (1942-1952), jumlah orang Saksi Yehovah di Amerika Serikat berkembang 2 x lipat, di Asia 5 x lipat, di Eropa 7 x lipat, dan di Amerika Latin 15 x lipat. Apakah itu membuktikan bahwa ajaran mereka itu benar dan gereja mereka diberkati oleh Tuhan?</p>
<p>Ingatlah bahwa kebenaran bukanlah persoalan demokrasi, dalam arti, yang banyak belum tentu benar! Pada saat Yesus melayani secara jasmani dalam dunia ini, hanya sedikit orang yang sungguh-sungguh percaya dan mengikuti Dia. Apakah ini berarti ajaranNya salah dan pelayananNya tidak diberkati Tuhan?</p>
<p>Ingatlah juga bahwa Tuhan Yesus sendiri sudah menubuatkan bahwa makin mendekati akhir jaman, makin banyak ajaran sesat, dan makin banyak orang yang tersesat (Mat 18:7 Mat 24:5,11).</p>
<p>Juga ingatlah bahwa Paulus juga menubuatkan bahwa akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran yang benar dan mereka akan mengumpulkan guru-guru palsu menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Juga bahwa mereka akan menutup telinganya bagi kebenaran dan membukanya bagi dongeng (2Tim 4:3-4). Jadi, kalau banyak orang senang mendengar ajaran Theologia Kemakmuran, itu hanyalah penggenapan dari nubuat ini!</p>
<p>2) Kalau mereka mengatakan bahwa jemaat dalam gereja mereka kaya-kaya, maka ada 2 hal yang perlu dipertanyakan:</p>
<p>a) Benarkah bahwa mereka yang sekarang kaya itu dulunya miskin?</p>
<p>Saya lebih condong untuk percaya bahwa jemaat yang miskin itu hilang, lalu digantikan oleh jemaat yang kaya. Mengapa bisa demi-kian? Karena kalau setiap kali jemaat mendengar bahwa miskin menunjukkan dosa, tidak beriman dsb, maka lama kelamaan pasti jemaat yang miskin akan minggat dari gereja itu, sedangkan jemaat yang kaya akan tetap tinggal, karena senang dibuai oleh segala omong kosong itu (bandingkan dengan 2Tim 4:3-4).</p>
<p>b) Kalau memang benar bahwa mereka yang sekarang kaya itu dulu-nya miskin, maka perlu dipertanyakan lagi:</p>
<p>    * Dengan cara bagaimana mereka menjadi kaya? Apakah betul-betul dengan cara yang benar / cara yang kristiani, seperti jujur, kasih dsb? Atau dengan &#8216;seadanya cara&#8217;? Ada banyak orang yang mendapatkan kekayaan dengan cara duniawi yang kotor tetapi lalu bersaksi bahwa Tuhan memberkatinya dengan keka-yaan!</p>
<p>Ingat bahwa ajaran yang mengatakan bahwa orang kristen harus kaya itu bisa membuat orang berusaha mati-matian untuk menjadi kaya, tanpa mempedulikan caranya halal atau tidak!</p>
<p>    * Siapa yang memberi kekayaan itu? Tuhan atau setan? Memang agak sukar untuk mengetahui hal ini, tetapi perlu diingat bahwa setanpun bisa memberi kekayaan kepada orang-orang itu, dengan tujuan supaya mereka tetap percaya pada ajaran sesat itu! Dan kalau kekayaan itu didapatkan dengan cara-cara yang kotor, sudah pasti itu bukan berkat Tuhan tetapi berkat setan!</p>
<p>III) KESIMPULAN:</p>
<p>1) Semua ini menunjukkan bahwa sekalipun para penganut Theologia Kemakmuran itu bisa memberikan ayat-ayat Kitab Suci sebagai dasar ajaran mereka, tetapi jelas bahwa ayat-ayat Kitab Suci itu sudah ditafsir-kan secara salah!</p>
<p>Dengan kata lain, kita harus menyimpulkan bahwa ajaran Theologia Kemakmuran itu adalah suatu ajaran sesat yang sama sekali tidak Alkitabiah!</p>
<p>Selain dari itu, ajaran Theologia Kemakmuran ini menyebabkan ajaran Kristen dihina / dipandang rendah oleh orang-orang non Kristen (dinilai sebagai agama yang duniawi)! Dengan demikian, ajaran Theologia Kemakmuran ini menjadi batu sandungan bagi banyak orang!</p>
<p>2) Kalau ajarannya adalah ajaran yang sesat / tidak alkitabiah, maka jelaslah bahwa para pengajar Theologia Kemakmuran itu adalah nabi-nabi palsu!</p>
<p>Karena itu para pengajar Theologia Kemakmuran itu sebaiknya memper-hatikan peringatan Tuhan Yesus dalam Mat 18:7 yang berbunyi:</p>
<p>&#8220;Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penye-satan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakan-nya!&#8221;.</p>
<p>Ada banyak orang yang menanyakan pertanyaan ini: apakah para pengajar Theologia Kemakmuran itu sendiri tahu bahwa ajaran mereka adalah ajaran sesat yang bertentangan / tidak sesuai dengan Kitab Suci?</p>
<p>Dari begitu banyaknya bagian-bagian Kitab Suci yang bertentangan secara sangat jelas dengan ajaran Theologia Kemakmuran, saya yakin bahwa mereka tahu kalau ajaran mereka itu bertentangan / tidak sesuai dengan Kitab Suci.</p>
<p>Kalau demikian, mengapa mereka tetap mengajarkannya? Jelas sekali supaya mereka mendapat untung dan menjadi kaya! Memang, didalam mereka mengajar mereka menekankan keharusan untuk memberikan persembahan sebanyak-banyaknya (baik persembahan persepuluhan maupun persembahan biasa), supaya jemaat diberkati berlimpah-limpah oleh Tuhan. Tetapi apa motivasi mereka yang sebenarnya? Bukankah su-paya mereka sendiri yang menjadi kaya oleh semua persembahan itu? Memang salah satu ciri nabi palsu adalah &#8216;mengajar demi keuntungan diri sendiri&#8217; (Yer 8:10 Tit 1:11 2Pet 2:3)!</p>
<p>3) Kitab Suci memang tidak pernah melarang orang kristen untuk kaya (Catatan: saya tidak menganut Theologia Kemelaratan!). Tetapi Kitab Suci tidak mengharuskan orang kristen menjadi kaya!</p>
<p>4) Sekalipun kekayaan itu sendiri bukanlah dosa, tetapi kekayaan itu bisa membahayakan kita, kalau kita tidak bersikap benar terhadap kekayaan.</p>
<p>Karena itu, janganlah menginginkan kekayaan duniawi (Amsal 23:4 Mat 6:19 1Tim 6:9-10); sebaliknya carilah harta yang kekal di surga (Mat 6:20), supaya saudara jangan menjadi seperti orang kaya yang bodoh (Luk 12:16-21).</p>
<p>Karena itu, kalau saudara berdoa dalam persoalan uang, tirulah doa dalam Amsal 30:8-9, yang berbunyi:</p>
<p>&#8220;Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkan-lah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemar-kan nama Allahku&#8221;.</p>
<p>-AMIN- </p>
<p>Sumber: http://www.members.tripod.com/~gkri_exodus/p_makmur.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=95&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/20/teologia-kemakmuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Fitnahan terhadap Calvinisme</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/14/9-fitnahan-terhadap-calvinisme/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/14/9-fitnahan-terhadap-calvinisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 15:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Calviniseme]]></category>
		<category><![CDATA[Predestinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/14/9-fitnahan-terhadap-calvinisme/</guid>
		<description><![CDATA[Reposted by Desfortin 9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 1 Pendahuluan Pada awalnya saya tertarik pada artikel yang ditulis oleh Bpk. Dr. Suhento Liauw ( kemudian saya singkap SL)karena pandangannya yang kristis terhadap ajaran kharismatik baik &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/14/9-fitnahan-terhadap-calvinisme/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=87&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Reposted by Desfortin<br />
9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 1<br />
Pendahuluan<br />
Pada awalnya saya tertarik pada artikel yang ditulis oleh Bpk. Dr. Suhento Liauw ( kemudian saya singkap SL)karena pandangannya yang kristis terhadap ajaran kharismatik baik melalui websitenya maupun buletin Pedang Roh-nya. Saya tertarik karena hanya sedikit hamba Tuhan yang berani secara terang-terangangan mengritisi ajaran karismatik yang sedang trend tersebut. Pada umumnya banyak hamba Tuhan yang kompromi dengan ajaran karismatik.<br />
Namun ketika membaca buletin Pedang Roh No. 55 , ketertarikan tadi berubah menjadi tidak simpatik, mengapa? Bagi orang yang belum mengenal lebih dalam tentang Jhon Calvin ( JC) dan teologinya (Calvinisme) akan dimungkinkan menerima penjelasan SL sebulat-bulatnya dan dianggap benar. Tetapi bagi mereka yang sudah membaca biografi Calvin dan mempelajari teologinya dengan sungguh-sungguh, maka uraian yang disampaikan oleh SL tentang JC dan Calvinisme hanya menunjukkan ketidaktahuan atau pengetahuan yang dangkal tentang JC dan Calvininisme yang berujung pada berbagai fitnah. Saya sebut fitnah karena apa yang disampaikan oleh SL tentang JC dan Calvinisme sama sekali tidak sesuai dengan fakta dan kebenaran yang ada. Apalagi sampai mengatai Calvin dan penganut Calvinisme sebagai orang “sinting” dan kata ejekan yang lainnya, yang bagi saya tidak layak diucapkan sebagai seorang hamba Tuhan.<br />
Dalam tulisan ini saya ingin menunjukkan bahwa apa yang dinyatakan oleh SL adalah tidak benar dan sekaligus menunjukkan yang sebenarnya. Disamping itu saya juga ingin mencoba mengritisi beberapa ajaran dari SL yang menurut saya tidak sesuai dengan maksud firman Tuhan.<br />
Sesungguhnya saya yang bodoh dan tidak pernah sekolah teologia ini tidak layak dan tidak pantas untuk mengritisi Bapak SL yang adalah seorang doktor teologia sekaligus pendiri dari sebuah teologi, tetapi karena 1Pet 3:15 berkata: “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu”, maka saya akan mempertanggunggjawabkan kebenaran yang saya yakini. Selain itu saya tidak menerima seorang Jhon Calvin yang saleh dan telah menjadi berkat bagi jutaan umat Tuhan diejek begitu rupa. Saya tidak bermaksud mendewakan Jhon Calvin dan ajarannya karena Jhon Calvin sendiri menolak dan tidak suka diperlakukan seperti itu, tetapi saya hanya ingin menyatakan kebenaran yang telah Tuhan bukakan ada Jhon Calvin supaya mereka yang menyalahpahami Jhon Calvin dan ajarannya menjadi tahu yang sebenarnya.<br />
Untuk membantah fitnahan dari Dr. SL tentang JC dan Calvinisme, saya akan menggunakan beberapa tulisan / buku dari John Calvin, R.C. Sproul (seorang penentang keras Calvinisme yang akhirnya bertobat menjadi pengajar dan pembela Calvinisme) dan Bpk. Budi Asali terutama dari bukunya “Calvinisme yang Difitnah”, dan beberapa artikel lainnya, dan tentu saja hikmat dari Tuhan.<br />
Akhirnya, biarlah pembaca sendiri yang menentukan apakah John Calvin dan Calvinisme yang tidak alkitabiah atau sebaliknya SL dan Arminianisme yang melenceng dari Alkitab.<br />
Jawaban saya merupakan jawaban yang sederhana karena saya tidak pernah sekolah teologia. Untuk mendapatkan jawaban yang lengkap dan mendalam silahkan memcaca buku/artikel “Calvinis yang Difitnah yang ditulis oleh Pdt. Budi Asali di<br />
http://www.members.tripod.com/gkri_exodus/p_5pnt00.htm</p>
<p>9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 1</p>
<p>Fitnah I<br />
SL : “John Calvin bikin kesalahan ketika ia berkata bahwa Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa” ( Pedang Roh 55 halaman 02 kolom 2 baris 3-5)<br />
Bantahan :<br />
Benarkah JC dan Calvinisme mengatakan bahwa Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa? Apakah ini bukan kesimpulan yang salah dari SL terhadap ajaran Calvin / Calvinisme?<br />
Saya yakin pernyataan di atas adalah kesimpulan yang salah dari SL yang memahami secara salah doktrin Provedensia Calvin. Mungkin dalam pandangan SL , Calvin mengajarkan bahwa karena segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan Allah sebelumnya dan oleh karena itu manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menolak apa yang terjadi padanya (seperti robot), sehingga pada saat manusia berdosa, dosa tersebut disebabkan karena memang Allah mengendakinya, sehingga Allahlah yang menyebabkan Adam dan Hawa berdosa. Jelas ini bukan ajaran Calvin dan Calvinis, bahkan boleh dikatakan sebagai anti Calvinis.<br />
Lalu bagaimana pandangan yang sebenarnya dari John Calvin dan kaum Calvinis tentang tuduhan bahwa “Allah pencipta / penyebab dosa ini?<br />
1. Pernyataan John Calvin yang sebenarnya.<br />
Berkut ini adalah pernyataan John Calvin ketika menafsirkan Kejadian 45: 5 – 8 :<br />
“Orang-orang saleh malu mengakui, bahwa apa yang manusia lakukan tidak bisa tercapai kecuali oleh kehendak Allah; karena mereka takut bahwa lidah-lidah yang tidak dikekang akan segera berteriak, bahwa Allah adalah pencipta dosa, atau bahwa orang jahat tak boleh dituduh karena kejahatannya, mengingat mereka menggenapi rencana Allah. Tetapi sekalipun kemarahan yang tidak senonoh ini tidak bisa dibantah secara efektif, cukuplah kalau kita menganggapnya sebagai sesuatu yang menjijikkan. Sementara itu, adalah benar untuk mempertahankan, apa yang dinyatakan oleh kesaksian yang jelas dari Kitab Suci, bahwa apapun yang manusia usahakan / rencanakan, tetapi ditengah-tengah segala keributan mereka, Allah dari surga menguasai rencana dan usaha mereka, dan, singkatnya, melakukan dengan tangan mereka apa yang Ia sendiri tetapkan”<br />
Dari pernyataan Calvin di atas jelas bahwa pernyataan “Allah pencipta dosa” adalah keluar dari orang-orang yang tidak memahami doktrin “Providence Allah” (pelaksanaan yang tidak mungkin gagal dari Rencana Allah, atau, pemerintahan / pengaturan terhadap segala sesuatu sehingga Rencana Allah terlaksana.)<br />
Bahkan Calvin menyatakan bahwa pernyataan Allah sebagai pencipta dosa merupakan sesuatu yang tidak senonoh dan menjijikkan.<br />
2. 	Tanggapan dari kalangan Calvinis / Reformed<br />
Ketetapan Allah yang kekal memang memberi peluang kemungkinan masuknya dosa ke dalam dunia, tetapi kenyataan ini tidak boleh ditafsirkan bahwa Allah adalah penyebab dosa dalam arti bahwa Allah adalah pembuat yang bertanggung jawab atas terjadinya dosa itu. Pengertian bahwa Allah adalah pencipta yang bertanggung jawab atas dosa dalam dunia tidak pernah disebutkan dalam Alkitab. “Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang.” (Ayb 34:10). Ia adalah Allah yang kudus (Yes 6:3) dan sama sekali tidak ada ketidakbenaran dalam Dia (Ul 32:4 Mzm 92:16). “Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.” (Yak 1:13). Ketika Allah menciptakan manusia maka Ia menciptakannya dengan baik dan menurut gambar dan rupaNya sendiri. Allah sangat membenci dosa, Ul 25:16; Mzm 5:4; Zakh 8:17, Luk. 16:15, dan di dalam Kristus Ia memberikan jaminan kebebasan manusia dari dosa. Berkenaan dengan semua ini maka jelas merupakan suatu penghujatan jika kita mengatakan bahwa Allah adalah pembuat dosa. Dan atas alasan itulah semua pandangan deterministik yang menganggap bahwa dosa merupakan natur yang harus ada dalam diri manusia harus ditolak. Pandangan deterministik ini pada penerapannya menjadikan Allah sebagai pembuat dosa, dan dengan demikian bertentangan dengan suara hati yang mengakui tanggung jawab manusia.<br />
(Berkhof, Louis. TEOLOGI SISTEMATIKA 2: DOKTRIN MANUSIA. Jakarta: LRII, 1993)<br />
Secara ringkas pernyataan resmi dari kaum Calvinis tentang “Allah penyebab/pencipta dosa adalah sebagai berikut:<br />
“Allah, dari segala kekekalan, bertindak berdasarkan kehendak-Nya yang bijaksana dan kudus, dan tanpa perubahan menentukan segala sesuatu yang akan terjadi. Namun demikian itu sama sekali tidak berarti bahwa Allah adalah penyebab/pencipta dosa, dan penyebab dari kejahatan yang ada alam kehendak ciptaan. Allah tidak mengambil kemerdekaan dari penyebab kedua, malahan meneguhkan-Nya.”<br />
(Sproul, R.C. Kaum Pilihan Allah: Malang: SAAT ,2003)<br />
Perhatikan, Reformed meneguhkan kedaulatan Allah atas segala sesuatu dan menandaskan bahwa Allah tidak berbuat kejahatan dan melanggar kebebasan manusia. Kebebasan manusia dan kejahatan ada di bawah kedaulatan Allah.<br />
Kesimpulan : John Calvin tidak pernah menyatakan bahwa Allah penyebab / pencipta dosa (termasuk dosa Adam dan Hawa), dan bahkan sebaliknya mengatakan bahwa pernyataan seperti tersebut adalan sesuatu yang tidak senonoh, menjijikkan, dan merupakan suatu penghujatan.</p>
<p>9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya<br />
Bag. 3</p>
<p>FITNAH II<br />
(a) Kegagalan utama calvinisme ialah pada pemahaman mereka terhadap manusia yang Allah ciptakan. Mereka gagal memahami Adam sebagai manusia berakal budi dan berperasaan serta berkehendak bebas. (b) Itulah sebabnya John Calvin memaksakan kehendaknya kepada penduduk kota Genewa karena ia berpikir bahwa Allah memaksakan kehendak-Nya kepada semua ciptaan-Nya. ( Pedang Roh 55, hal 02 kolom 2 baris 10 – 18 – huruf (a) dan (b) saya tambahkan untuk memudahkan pembahasannya.<br />
a. Benarkah John Calvin dan Calvinisme mengajarkan bahwa karena Allah sudah menentukan segala sesuatu yang sedang dan akan terjadi maka Adam tidak punya akal budi, tidak punya perasaan, dan tidak punya kehendak bebas sehingga ia bertindak seperti robot? Atau dengan kata lain Allah adalah tukang main paksa?<br />
b. Betulkan John Calvin pernah memaksakan kehendaknya pada kota Genewa?<br />
Bantahan:<br />
a. Sekali lagi pernyataan pada point (a) di atas hanyalah menunjukkan kegagalan Dr. SL di dalam memahami doktrin-doktrin Calvinisme. Berikut ini adalah pandangan John Calvin tentang manusia, akal budi, perasaan, dan kehendak bebasnya. Silahkan menilai sendiri bagian mana yang tidak Alkitbiah dan andingkan dengan pandangan Dr. Suhento yang lebih condong ke pandangan para filsuf kafir ketimbang pada pandangan Alkitab!<br />
Dosa telah masuk dan mendominasi seluruh umat manusia dan menguasai setiap jiwa. Selanjutnya kita akan meliliat apakah dosa telah merusak kebebasan kehendak kita. Bagaimana pandanganan para filsuf dan teolog mengenai hal ini? Para filsuf mengajarkan bahwa kehendak manusia itu bebas dan untuk taat kepada rasio atau kepada godaan nafsu. Jika ia memilih untuk taat kepada rasio ia akan mencapai kebebasan, sebaliknya jika ia tunduk kepada nafsu ia akan terperangkap. Namum pada dasarnya manusia diakui memiliki kebebasan dari dirinya untuk memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu.<br />
Tidak seorang pun penulis Kristen awal yang tidak mengakui bahwa rasio dan kehendak manusia telah dicemari oleh dosa, tetapi banyak yang secarakompromistis mengikuti pandangan para filsuf. Mereka mengajarkan manusia seakan-akan masih memiliki kuasa atas dirinya, dan memiliki kehendak bebas untuk memilih dan melakukan apa yang benar, walaupun kemampuan itu telah demikian lemah, sehingga hanya dapat dilakukan melalui bantuan anugerah Allah.<br />
Apa artinya ketika manusia dikatakan memiliki kehendak bebas? Pengertian yang benar ialah bukan bahwa ia memiliki kebebasan untuk memilih apa yang baik dan jahat, tetapi bahwa dia melalui kejahatan dengan sukarela dan tanpa paksaan. Jika demikian, kebebasan apakah yang ia miliki? Kebebasan kehendak dari seorang budak yang telah ditawan oleh kuasa dosa. Mengenai kehendak bebas ini, Augustinus tidak segan untuk menyebutnya sebagai “kehendak budak”,walaupun ia juga mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap orang yang menyangkal kehendak bebas untuk membebaskan diri mereka dari tanggung jawab perbuatan dosa mereka.<br />
Augustinus menegaskan bahwa kehendak manusia itu tidak bebas karena ia tunduk kepada nafsunya. Kehendak yang telah ditawan oleh dosa ini tidak dapat berbuat apa-apa bagi kebenaran. Kehendak ini tidak bebas kecuali oleh anugerah Allah. Dan jika kita adalah budak dosa, mengapa kita menyombongkan diri dengan berkata memiliki kehendak bebas? Orang bisa saja mengatakan bahwa kehendaknya bebas, tetapi bukan yang dimerdekakan: ia bebas dari kebenaran dan diperbudak oleh dosa.<br />
Selain Augustinus, para penulis lain umumnya menangani pokok masalah ini secara ambigu sehingga tidak ada sesuatu yang dapat dipelajari dari mereka. Kadang mereka mengajarkan kehendak telah demikian dirusak oleh dosa, sehingga manusia sepenuhnya bergantung kepada anugerah Allah, tetapi di lain kesempatan mereka menjelaskan manusia sepertinya memiliki segala kemampuan dari dirinya sendiri untuk melakukan apa yang benar. Dengan menyadari kengerian keadaan kita yang celaka, miskin dan telanjang ini, kita akan mendapatkan manfaat dari pengetahuan akan diri ini, karena mencegah kita untuk mengandalkan diri sendiri, sebaliknya hanya mengandalkan Tuhan semata-mata (Yer. 17:5 dan Mz. 147:10). Karena prinsip dasar agama ialah kerendahan hati, maka semakin sadar akan kelemahan kita, semakin kita mengandalkan anugerah Allah bagi kita. Doktrin ini mengingatkan kita untuk tidak bersandar kepada kebenaran kita sendiri, tetapi kepada kebenaran Allah, dan bahwa kita yang tidak apa-apanya ini hanya dapat bersandar kepada anugerah Allah untuk dapat melakukan apa yang benar dan berkenan kepada-Nya.<br />
Karunia alamiah manusia, seperti rasio dan kehendak, walaupun mengalami kerusakan yang parah namun tidak hilang bersamakejatuhan. Karunia alamiah seperti rasio, itulah yang memampukan kita untuk membedakan yang benar dan salah, dan yang menjadikan kita makhluk rasional yang mengatasi binatang. Demikian juga kehendak kita tetap tidak terhapuskan oleh dosa. walaupun akibat kerusakannya yang parah ia kini<br />
telah demikian terikat oleh keinginan-keinginan liar dan bukannya mencari apa yang benar.<br />
Pengertian manusia dapat dibagi menjadi pengetahuan mengenai hal-hal bumi (berkenaan dengan kehidupan di bumi, seperti pemerintahan sipil, ekonomi domestik, semua keahlian teknis dan berbagai bidang ilmu dan hal-hal surgawi (pengetahuan akan Allah dan kehendak-Nya dan peraturan-Nya bagi kita supaya kita hidup sesuai dengan ini). Kemampuan untuk mendapatkan semua pengertian ini merupakan apa yang telah ditanamkan oleh Allah dalam diri kita. Walaupun kita tidak mampu mempelajari semua ilmu dan keahlian, tetapi kepada setiap orang Allah memberi keunggulan dalam bidang tertentu.<br />
Semua kemampuan luar biasa yang ditunjukkan oleh para penulis dan filsuf kafir baik mengenai politik, hukum, matematika dan pengobatan, merupakan pencapaian yang sangat mengagumkan, namun semua itu harus kita akui berasal dari Allah, yang oleh Roh-Nya memberikan kepada siapa yang Ia kehendaki, seperti ketika Ia memberikan kepada Bezaleel dan Aholiab kemampuan untuk membangun Kemah Suci (Kel. 31:2-11; 35:30-35). Karena itu, adalah hal yang berkenan Allah jika kita mempelajari fisika, logika, matematika dan berbagai bidang ilmu dan kaiya seni yang dikerjakan oleh orang-orang kafir dan menggunakan dalam cara memuliakan Allah. Semua karunia luar biasa yang menjadikan kita mengungguli binatang ini harus kita akui sebagai pernyataan kebaikan Allah dan mendorong kita untuk bersyukur kepada-Nya dan bukannya justru menyombongkan diri.<br />
Karunia rohani untuk mengetahui yang benar dan salah telah hilang dan baru akan dipulhkani melalui kelahiran baru. Mengenai hikmat rohani yang terdiri dari pengetahuan akan Allah, kasih-Nya kepada kita dan hukum Allah, kita hanya memiliki pengertian yang sangat dangkal. Sebagian penjelasanpara filsuf mengenai Allah sepertinya memberikan pengetahuan mengenai Allah, tetapi semua itu hanyalah imajinasi manusia yang membingungkan. Rasio manusia tidak bisa mencapai kebenaran ilahi untuk mengenai Allah sejati itu. Berkenaan dengan hal-hal ilahi, pengertian kita gelap, buta dan bodoh. Sehingga untuk mengenai Allah dengan benar kita membutuhkan anugrah khusus Allah yang dikerjakan oleh Roh Kudus, seperti dikatakan oleh Yohanes Pembaptis, “tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya. kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga” (Yoh. 3:27), atau seperti kata Musa,“matamu telah melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang besar itu, tetapi sampai sekarang Tuhan tidak memberi kamu akal budi (hati) untuk mengerti” (Ul. 29:3-4). Tanpa iluminasi Roh Kudus, orang-orang ini tidak akan dapat mengerti kebenaran ilahi. Kristus juga mengkonfirmasikan hal ini ketika la menegaskan, bahwa tidak seorang pun yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Dia (Yoh. 6:44). Tidak ada jalan masuk ke dalam kerajaan kecuali ia diperbarui oleh Roh Kudus. Rasul Paulus mengungkapkan hal ini dengan jelas dalam l Korintus 2:14.<br />
Dosa tidak sama dengan ketidaktahuan tetapi dapat disebabkan oleh delusi.Ketika Paulus menegaskan bahwa “dengan itu mereka menunjukkan bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka” (Rm. 2:14-15), ia mengatakan bahwa orang kafir telah mengetahui kebenaran hukum moral yang terukir dalam hati mereka, dan tidak sama sekali buta mengenai bagaimana mereka seharusnya hidup. Tetapi apa tujuan pengetahuan ini diberikan kepada manusia? “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan dihakimi oleh hukiun Taurat (Rm. 2:12). Karena tidak mungkin bagi orang kafir itu binasa tanpa pengetahuan akan benar dan salah, maka Paulus menunjukkan bahwa hati nurani mereka menyediakan tempat bagi hukum Taurat, karena itu cukup bagi penghakiman yang adil dan manusia tidak dapat berdalih. Dengan kata lain, hati nurani dapat menentukan apa yang benar dan yang salah sehingga manusia tidak dapat berdalih ketika kesalahannya dihakimi. Jadikita menolak pendapatPlato bahwa manusia berdosa karena ketidaktahuan. Betapa sering, orang sebenarnya sudah tahu apa yang lebih baik dan benar tetapi justru memilih melakukan yang salah dan buruk.<br />
Kita tidak dapat menganggap setiap pertimbangan universal mengenai apa yang baik dan salah yang umumya diterirna orang banyak selalu benar dan sempurna. Jika kita memeriksa rasio kita dengan hukum Allah, yang merupakan hukum yang paling sempurna, maka kita akan menemukan banyak hal yang kita hargai adalah hal yang salah. Kita juga menolak pandangan mereka yang mengatakanbahwa semua dosa muncul dari kejahatan yang direncanakan. sebab ternyata kita sering melakukan kesalahan walaupun maksud kita itu baik. Rasio kita dipenuhi dengan penipuan dalam berbagai macam bentuk sehingga tidak mungkin dapat dijadikan sebagai penuntun yang pasti (2Kor. 3:5). Pikiran manusia telali jatuh dalam kesia-siaan (Mz 94:11; Kej. 6:5; 8:21). Dalam kebidupan betapa jelas pikiran kita selalu tertuju kepada hal-hal yang sia-sia.Bahkan setelah dilahirkan kembali kita masih perlu senantiasa mendapatkan bimbingan dari Allah, agar tidak tergelincir dari pengetahuan yang benar. Ini merupakan kesaksian dari Paulus (Kol. 1:9; Flp. 1:4) maupun Daud (Mz. 119:34).<br />
Ketidakmampuan manusia dalam mengingini yang baik: Sekarang kita kembali memeriksa kehendak yang membuat pemilihan. Apakah kehendak kita dalam setiap bagiannya telah demikian dirusak sehingga tidak lagi menghasilkansesuatu yang baik kecuali kejahatan, atau ia masih mempertahankan sedikitbagian yang tidak tercemar yang dapat menjadi sumber keinginan baik. Mendasarkan pada Rm. 7:18-19, sebagian orang mengatakan bahwa kita dapat memiliki kemampuan untuk menginginkan yang baik, hanya terlalu lemah sehingga tidak dilakukannya. Tetapi ini merupakan penafsiran yang keliru, karena apa yang dimaksudkan Paulus dalam ayat itu ialah penjelasan mengenai konflik keinginan daging dan keinginan roh yang terus terjadi dalam batin orang Kristen. Ini sesuai dengan penegasan Kej. 8:21. bahwa apa yang dihasilkan hati manusia hanyalah kejahatan semata. Augustinus mengatakan: Akuilah bahwa segala sesuatu yang kita miliki itu kita dapatkan dari Allah: bahwa segala kebaikan yang kita miliki adalah dari Dia. namun apa pun yang jahat berasal dari kita.” Dalam kata lain, ia mengatakan: “Tidak ada sesuatu yang berasal dari kita, kecualidosa.”<br />
Sumber:<br />
Ready Bread Reformed Evangelical Daily Bible Reading, Artikel Mingguan Minggu ke 28, 29, 30.<br />
Dikutip dari: www.geocities.com/thisisreformed/artikrl/institute_kehendakmanusia.html</p>
<p>Kesimpulan :<br />
Baik Calvin maupun Calvinisme mengajarkan bahwa meskipun Allah telah menentukan segala sesuatu, manusia tetap mempunyai kebebasan didalam menggunakan akal budi, perasaan, dan kehendaknya. Akan tetapi semuanya itu berada di bawah kedaulatan dan otoritas Allah. Setelah jatuh manusia jatuh dalam dosa, maka kehendak bebasnya tertawan oleh kuasa dosa sehingga tidak mampu berbuat baik menurut standar Allah.<br />
Jikalau ada bagian dari diri manusia (yang adalah hanya ciptaan Allah) terdapat sesuatu yang berada di luar kedaulatan dan otoritas Allah atau dengan kata lain kehendak bebas manusia berada di luar kontrol Allah maka Allah bukan lagi sebagai Allah, karena Dia tidak berdaulat dan berotoritas mutlak! Dan manusia akan menjadi semi allah atau allah-allah kecil yang dapat menentukan apapun yang mereka kehendaki tanpa ada yang mengendalikannnya bahkan Allah yang menciptakannya! Ajaran yang demikian jelas bertentangan dengan Alkitab. Sebaliknya, pandangan Dr. Suhento tentang kehendak bebas manusia sangat mirip dengan pandangan para filsuf sebelum dan semasa hidup John Calvin di atas!<br />
(b) Saya tidak tahu sumber sejarah mana yang dibaca oleh Dr. Suhento sehingga mengambil kesimpulan bahwa John Calvin pernah memaksakan kehendaknya pada penduduk di kota Genewa. Yang jelas fitnahan terhadap John Calvin ini semata-mata didasari pada persepsi yang salah dari Dr. Suhento terhadap ajaran Calvin, bukan berdasarkan fakta yang sebenarnya.<br />
Dan inilah fakta yang sebenarnya tentang John Calvin dan penduduk kota Genewa.<br />
Bulan Juli 1536, Calvin tiba di Geneva.<br />
“He intended to stop only a night, as he says, but Providence had decreed otherwise. It was the decisive hour of his life which turned the quiet scholar into an active reformer” (= Seperti katanya, ia bermaksud untuk berhenti hanya untuk satu malam, tetapi Providence telah menetapkan sebaliknya. Itu merupakan saat yang menentukan dari hidupnya yang mengubah pelajar pendiam itu menjadi tokoh reformasi yang aktif) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 347.<br />
Di Geneva ini Calvin bertemu dengan William Farel. Sebelum melan-jutkan cerita tentang Calvin, ada baiknya kita mempelajari sedikit tentang Farel ini.<br />
William Farel:<br />
o Ia disebut sebagai ‘the pioneer of Protestantism in Western Switzerland’(= perintis Protestan di Swiss Barat) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 237.<br />
o Ia adalah seorang penginjil keliling, selalu bergerak / bekerja tanpa henti-hentinya, seorang yang penuh dengan api / semangat dan keberanian, tetapi bukan seorang jenius seperti Luther atau Calvin. Dulunya ia adalah seorang Katolik yang sangat rajin dan bergairah, dan lalu menjadi seorang Protestan yang rajin dan bergairah.<br />
o “He was a born fighter; he came, not to bring peace, but the sword. … He never used violence himself, except in language” (= Ia adalah seorang yang lahir sebagai seorang pejuang; ia datang, bukan untuk membawa damai, tetapi pedang. … Ia sendiri tidak pernah menggunakan keke-rasan, kecuali dalam bahasa / kata-kata) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 237.<br />
o Ia sampai di Geneva tahun 1532, dan dalam melakukan penginjilan terhadap orang Katolik, timbul keributan. Ia lalu dipanggil ke rumah Abbe de Beaumont, wakil pemimpin keuskupan. Seseorang lalu berkata / bertanya dengan nada menghina: “Come thou, filthy devil, are thou baptized? Who invited you hither? Who gave you authority to preach?” (= Datanglah, setan kotor, apakah engkau dibaptis? Siapa mengundang engkau ke sini? Siapa memberimu otoritas untuk berkhotbah?).<br />
Farel menjawab:<br />
“I have been baptized in the name of the Father, the Son, and the Holy Ghost, and am not a devil. I go about preaching Christ, who died for our sins and rose for our justification. Whoever believes in him will be saved; unbelievers will be lost. I am sent by God as a messenger of Christ, and am bound to preach him to all who will hear me. I am ready to dispute with you, and to give an account of my faith and ministry. Elijah said to King Ahab, ‘It is thou, and not I, who disturbest Israel’. So I say, it is you and yours, who trouble the world by your traditions, your human inventions, and your dissolute lives” (= Aku dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan aku bukan setan. Aku berkeliling untuk mengkhot-bahkan Kristus, yang mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit untuk pembenaran kita. Barangsiapa percaya kepadaNya akan diselamatkan; orang tidak percaya akan terhilang. Aku diutus oleh Allah sebagai utusan Kristus, dan harus mengkhotbahkan Dia kepada semua yang mau men-dengarku. Aku siap untuk berdebat dengan engkau, dan mempertang-gungjawabkan iman dan pelayananku. Elia berkata kepada raja Ahab, ‘Adalah kamu, dan bukan aku, yang mengganggu Israel’. Jadi aku berkata, adalah kamu dan milikmu, yang menyusahkan dunia dengan tradisimu, penemuan-penemuan manusiamu, dan hidupmu yang tidak dikekang).<br />
Para pastor tidak berkeinginan berdebat dengan Farel, karena tahu bahwa mereka akan kalah. Tetapi seorang berkata: “He has blasphemed; we need no further evidence; he deserves to die” (= Ia telah menghujat; kita tidak membutuhkan lebih banyak bukti; ia layak mati).<br />
Farel menjawab: “Speak the words of God, and not of Caiaphas” (= Ucap-kanlah firman / kata-kata Allah, dan bukan kata-kata Kayafas).<br />
Ini menyebabkan ia dipukuli dan bahkan ditembak &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 243-244..<br />
o “Oecolampadius praised his zeal, but besought him to be also moderate and gentle. ‘Your mission,’ he wrote to him, ‘is to evangelize, not a tyrannical legislator. Men want to be led, not driven’” (= Oecolampadius memuji semangatnya, tetapi memintanya untuk juga menjadi lunak dan lembut. ‘Misimu,’ ia menulis kepadanya, ‘adalah untuk menginjili, bukan menjadi pemerintah yang bersifat tirani. Manusia ingin dipimpin, bukan dipaksa / didorong’) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 238.<br />
o “Farel’s work was destructive rather than constructive. He could pull down, but not build up. He was a conqueror, but not an organizer of his conquests; a man of action, not a man of letters; an intrepid preacher, not a theologian. He felt his defects, and handed his work over to the mighty genius of his younger friend Calvin” (= Pekerjaan Farel lebih bersifat merusak dari pada membangun. Ia bisa merobohkan, tetapi tidak bisa membangun. Ia adalah seorang pemenang / penakluk, tetapi bukan seorang yang bisa mengorganisir orang yang ditaklukkannya; orang yang banyak bekerja, bukan yang banyak belajar / berpikir; seorang peng-khotbah yang berani, bukan seorang ahli theologia. Ia merasakan kekurangan-kekurangannya, dan menyerahkan pekerjaannya kepada temannya yang lebih muda, yang sangat jenius, yaitu Calvin) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 239.<br />
Dalam pertemuan Calvin dengan Farel, secara naluri Farel merasakan bahwa Calvin memang disediakan Allah untuk meneruskan dan menyela-matkan reformasi di Geneva.<br />
Mula-mula Calvin menolak permintaan Farel untuk menetap di Geneva, dengan alasan bahwa ia masih muda, ia masih perlu belajar, dan juga rasa takut dan malunya yang alamiah yang menyebabkan ia tidak cocok untuk melayani banyak orang. Tetapi semua alasan ini sia-sia. Philip Schaff mengatakan:<br />
“Farel, ‘who burned of a marvelous zeal to advance the Gospel,’ threatened him with the curse of Almighty God if he preferred his studies to the work of the Lord, and of his own interest to the cause of Christ. Calvin was terrified and shaken by these words of the fearless evangelist, and felt ‘as if God from on high had stretched out his hand’. He submitted, and accepted the call to the ministry, as teacher and pastor of the evangelical Church of Geneva” (= Farel, ‘yang berapi-api dengan semangat yang mengagumkan terhadap kemajuan Injil,’ mengancamnya dengan kutuk dari Allah yang mahakuasa kalau ia mengutamakan pelajarannya lebih dari pekerjaan Tuhan dan kesenang-annya sendiri lebih dari aktivitas / gerakan Kristus. Calvin sangat ketakutan dan gemetar karena kata-kata dari penginjil yang tak kenal takut ini, dan merasa ‘seakan-akan Allah dari atas mengulurkan tanganNya’. Ia tunduk / menyerah, dan menerima panggilan pelayanan, sebagai guru dan pendeta dari gereja injili di Geneva) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 348.<br />
Dr. W. F. Dankbaar menceritakan hal ini sebagai berikut:<br />
“Calvin menampik dan berkata, bahwa bukan itu rencananya. Ia ingin belajar lebih banyak lagi dan ia mau menulis. Untuk pekerjaan praktis, ia merasa diri tidak sanggup. Lebih dulu ia harus memperdalam ilmunya. Yang perlu baginya ialah: ketenangan hidup dan pikiran. Lalu ia meminta: ‘Kasihanilah saya dan biarkanlah saya mengabdikan diri saya kepada Tuhan dengan cara lain’. Tiba-tiba meloncatlah Farel. Dibekuknya bahu Calvin lalu berteriak dengan suara yang gemuruh: ‘Hanya ketenanganmu yang saudara pentingkan? Kalau begitu, saya atas nama Allah yang Mahakuasa menyatakan di sini: kehendakmu untuk belajar adalah alasan yang dibuat-buat. Jika saudara menolak menyerahkan diri saudara untuk bekerja dengan kami &#8211; Allah akan mengutuk saudara, sebab saudara mencari diri sendiri, bukan mencari Kristus!’. Calvin gemetar. Ini bukan Farel lagi yang bicara, ini adalah suara Tuhan. ‘Saya merasa disergap, tidak hanya karena permintaan dan nasehat, melainkan karena dalam kata-kata Farel yang sangat mengancam itu seolah-olah Allah dari surga meletakkan tanganNya dengan paksa di atasku’. Terlalu besar kuasa itu rasanya, lalu iapun menyerah” &#8211; ‘Calvin, Jalan Hidup dan Karyanya’, hal 41-42.<br />
Dalam pelayanan Calvin di Geneva itu, mula-mula pelayanan Calvin diterima dengan baik. Tetapi melihat kehidupan moral orang Geneva yang jelek, maka Calvin menulis ‘a popular Catechism’, dan Farel, dengan bantuan Calvin, menulis‘a Confession of Faith and Discipline’. Buku yang kedua ini mencakup pentingnya pendisiplinan dan pengucilan / siasat gerejani. Kedua buku ini diterima oleh sidang gereja Geneva pada bulan November 1536.<br />
Sekalipun mula-mula orang-orang Geneva menerima dan tunduk pada kedua buku itu, tetapi karena disiplin itu mereka anggap terlalu keras, akhirnya mereka menentangnya. Ini menyebabkan Calvin dan Farel diusir dari Geneva pada tahun 1538.<br />
Sepeninggal Calvin dan Farel, Geneva justru menjadi kacau balau, se-hingga akhirnya Geneva memanggil Calvin, yang pada waktu itu menetap di Strassburg, untuk kembali. Pada mulanya, selain Strassburg tidak ingin kehilangan Calvin, Calvin sendiri sama sekali tidak ingin kembali.<br />
“‘There is no place in the world,’ he wrote to Viret, ‘which I fear more; not because I hate it, but because I feel unequal to the difficulties which await me there’. He called it an abyss from which he shrank back much more now than he had done in 1536″ (= ‘Tidak ada tempat di dunia,’ ia menulis kepada Viret, ‘yang lebih aku takuti; bukan karena aku membencinya, tetapi karena aku merasa tidak memadai terhadap kesukaran-kesukaran yang menung-guku di sana’. Ia menyebutnya sebagai jurang yang sekarang lebih ia takuti / jauhi dari pada yang ia lakukan pada tahun 1536) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 429.<br />
Tetapi Philip Schaff juga menambahkan:<br />
“At the same time, he was determined to obey the will of God as soon as it would be made clear to him by unmistakable indications of Providence. ‘When I remember,’ he wrote to Farel, ‘that in this matter I am not my own master, I present my heart as a sacrifice and offer it up to the Lord’” (= Pada saat yang sama, ia memutuskan untuk mentaati kehendak Allah begitu hal itu menjadi jelas baginya oleh petunjuk yang tak bisa salah dari Providence. ‘Pada saat aku ingat,’ ia menulis kepada Farel, ‘bahwa dalam persoalan ini aku bukanlah tuan dari diriku sendiri, aku memberikan hatiku sebagai suatu korban dan mempersembahkannya kepada Tuhan) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 429.<br />
Farel juga mendesak Calvin untuk mau kembali ke Geneva.<br />
“Farel’s aid was also solicited. With incomparable self-denial he pardoned the ingratitude of the Genevese in not recalling him, and made every exertion to secure the return of his younger friend, whom he had first compelled by moral force to stop at Geneva. He bombarded him with letters. He even travelled from Neuchatel to Strassburg, and spent two days there, pressing him in person and trying to persuade him, …” (= Bantuan Farel juga diminta. Dengan penyang-kalan diri yang tidak ada bandingannya ia mengampuni rasa tak tahu berte-rima kasih dari orang-orang Geneva yang tidak memanggilnya kembali, dan membuat setiap usaha untuk mengembalikan temannya yang lebih muda, yang mula-mula ia paksa untuk berhenti di Geneva. Ia membombardir Calvin dengan surat. Ia bahkan melakukan perjalanan dari Neuchatel ke Strassburg, dan melewatkan dua hari di sana, menekannya secara pribadi dan mencoba untuk membujuknya, …) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 431.<br />
“Farel continued to thunder, and reproached the Strassburgers for keeping Calvin back. He was indignant at Calvin’s delay. ‘Will you wait,’ he wrote him, ‘till the stones call thee?’” (= Farel terus mengguntur, dan mencela orang-orang Strassburg karena menahan Calvin. Ia jengkel karena penundaan Calvin. ‘Apakah kamu kamu menunggu,’ tulisnya kepada Calvin, ‘sampai batu-batu memanggilmu?’) &#8211; Philip Schaff,‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 429.<br />
Akhirnya, pada tanggal 13 September 1541, Calvin kembali ke Geneva, dan pada tanggal 16 September 1541, ia menulis surat kepada Farel:<br />
“Thy wish is granted, I am held fast here. May God give his blessing” (= Keinginanmu dikabulkan, sekarang aku terikat di sini. Kiranya Allah memberikan berkatNya) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 437.<br />
Philip Schaff berkata:<br />
“Never was a man more loudly called by government and people, never did a man more reluctantly accept the call, never did a man more faithfully and effectively fulfil the duties of the call than John Calvin when, in obedience to the voive of God, he settled a second time at Geneva to live and to die at this post of duty” (= Tidak pernah ada orang yang dipanggil lebih keras oleh pemerintah dan masyarakat, tidak pernah ada orang yang menerima panggilan dengan begitu segan, tidak pernah ada orang yang memenuhi tugas panggilan dengan lebih setia dan effektif dari pada John Calvin, pada waktu, dalam ketaatan pada suara Allah, ia tinggal / menetap untuk kedua-kalinya di Geneva untuk hidup dan mati di tempat tugasnya ini) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 437.<br />
“Calvin had labored in Geneva twenty-three years after his second arrival, &#8211; that is, from September, 1541, till May 27, 1564, &#8211; when he was called to his rest in the prime of manhood and usefulness, …” (= Calvin bekerja 23 tahun di Geneva setelah kedatangannya yang kedua, &#8211; yaitu mulai September 1541 sampai 27 Mei 1564, &#8211; pada waktu ia dipanggil kepada peristirahatannya pada puncak kemanusiaan dan kegunaannya) &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 820.<br />
“He continued his labors till the last year, writing, preaching, lecturing, attending the sessions of the Consistory and the Venerable Company of pastors, entertaining and counselling strangers from all parts of the Protestant world, and corresponding in every direction. He did all this notwithstanding his accumulating physical maladies, as headaches, asthma, dyspepsia, fever, gravel, and gout, which wore out his delicate body, but could not break his mighty spirit. When he was unable to walk he had himself transported to church in a chair” (= Ia meneruskan pekerjaannya sampai tahun terakhir, menulis, berkhotbah, mengajar, menghadiri sidang gereja dan kumpulan pendeta terhormat, menghibur dan menasehati orang-orang asing dari seluruh penjuru dunia Protestan, dan surat-menyurat dalam semua arah. Ia melakukan semua ini sekalipun penyakit-penyakit fisiknya bertumpuk-tumpuk, seperti sakit kepala, asma, pencernaan yang terganggu, demam, batu ginjal, dan sakit dan bengkak pada kaki dan tangan, yang melelahkan tubuhnya yang lemah, tetapi tidak bisa menghancurkan rohnya / semangat-nya yang kuat. Pada waktu ia tidak bisa berjalan, ia menyuruh orang mengangkatnya ke gereja di sebuah kursi) &#8211; Philip Schaff,‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 820.<br />
Calvin mati karena asma pada tanggal 27 Mei 1564, di Geneva, pada usia hampir 56 tahun &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 274.<br />
“Farel, then in his eightieth year, came all the way from Neuchatel to bid him farewell, although Calvin had written to him not to put himself to that trouble. He desired to die in his place. Ten days after Calvin’s death, he wrote to Fabri (June 6, 1564): ‘Oh, why was not I taken away in his place, while he might have been spared for many years of health to the service of the Church of our Lord Jesus Christ!’” [= Farel, yang saat itu berusia 80 tahun, datang dari Neuchatel untuk mengucapkan selamat jalan, sekalipun Calvin telah menulis kepadanya untuk tidak melakukan hal itu. Ia ingin mati menggantikan Calvin. 10 hari setelah kematian Calvin, ia menulis kepada Fabri (6 Juni 1564): ‘O, mengapa bukan aku yang diambil sebagai ganti dia, sementara ia bisa tetap hidup sehat untuk waktu yang lama untuk melayani Gereja Tuhan Yesus Kristus’] &#8211; Philip Schaff, ‘History of the Christian Church’, vol VIII, hal 822.<br />
Sumber : Pdt. Budi Asali – Calvinisme yang Difitnah<br />
Dari fakta sejarah ini jelaslah bahwa John Calvin tidak pernah memaksakan kehendaknya pada orang-orang Genewa. Memang mereka pernah menolak Calvin, tetapi penolakan ini terjadi bukan karena Calvin memaksakan kehendaknya pada mereka, tetapi karena mereka tidak mau kehidupan moral mereka yang jelek diperbaruhi oleh ajaran Calvin. Bukti bahwa orang-orang Genewa meminta Calvin kembali ke Genewa dan ia melayani di disana selama 23 tahun (sampai meninggalnya) menunjukkan bahwa orang-orang Genewa (yang oleh Dr. Suhento dianggap dipaksa oleh Calvin) sangat menghargai dan menghormati Calvin.<br />
Dengan melihat fakta ini, maka pernyataan bahwa John Calvin memaksakan kehendaknya pada penduduk Genewa adalah suatu fitnah yang sangat keji dan tidak pada tempatnya.</p>
<p>9 Fitnahan terhadap Calvinisme dari Dr. Suhento dan Jawabannya Bag. 4</p>
<p>Fitnah III<br />
John Calvin, demikian juga dengan John Owen pengikut setianya, manekankan tujuan penciptaan adalah untuk kemuliaan Allah terasa agak mengusik karena seolah-olah Allah kurang mulia sebelum menciptakan manusia. ……….. Yang lebih tepat adalah Allah menciptakan makhluk pribadi, dan ingin mendapatkan sikap positif …….yang timbul dari hati tiap-tiap pribadi, bukan yang ditentukan oleh Allah. (NB: dari uraian sebelumya sikap positif yang dimaksud adalah mencintai Allah).<br />
(Pedang Roh No. 55 hal 02 kolom 3 baris 1 – 16)<br />
Tanggapan:<br />
(a) Benarkah tujuan penciptaan Allah untuk kemuliaan Allah semata-mata ajaran Calvin atau Allah sendiri yang menyatakannya? Benarkah kita memuliakan Allah karena Allah kurang mulia?<br />
(b) Apakah manusia dapat mencintai Allah dengan sendirinya?<br />
(c) Apakah ada sesuatu dari manusia yang berada di luar rencana dan ketentuan Allah?<br />
Dan ….. Inilah yang sebenarnya!<br />
(a) Tujuan manusia diciptakan untuk kemuliaan Allah ternyata bukan ajaran John Calvin semata, tetapi langsung dinyatakan oleh Allah sendiri:<br />
Yesaya 43:7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!”<br />
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya ituuntuk kemuliaan Allah.<br />
Untuk apakah kita melakukan segala sesuatu? Jelas hanya untuk Kemuliaan Allah<br />
Rom 11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!<br />
Dari ayat di atas sudah sangat jelas bahwa tujuan akhir dari penciptaan adalahkemuliaan bagi Allah.<br />
Jadi, kalau Dr. Suhento ingin berbantah, berbantalah pada Allah, bukan padaJohn Calvin karena Calvin hanya menyatakan apa yang Allah nyatakan Sendiri.<br />
kita memuliakan Allah karena memang Allah itu Mahamulia. Jika kita percaya bahwa Allah itu Mahamulia tetapi tujuan hidup kita tidak memuliakan-Nya, berarti kita manusia / ciptaan yang tidak tahu diri. Kalau presiden, raja, duta besar dari negara-negara lain saja, kita muliakan, masakkan Allah, Raja dari segala raja, Pencipta mereka, tidak kita muliakan?<br />
Memuliakan sesuatu yang kurang mulia adalah tindakan yang bodoh, tetapi memuliakan Allah Yang Mahamulia adalah tindakan bijaksana dan mulia!<br />
Jadi, kita memuliakan Allah bukan karena Allah kurang mulia tetapi justru karena Allah Mahamulia maka wajib dan harus kita muliakan!<br />
Psa 72:19 Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dankiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.<br />
(b) Sekarang mari kita bandingkan dengan ajaran Dr. Suhento.<br />
Adakah ayat di Alkitab (baik yang eksplisit maupun emplisit) yang menyatakan bahwa tujuan Allah menciptakan manusia agar manusia dapat mencintai Allah dengan kehendak bebasnya tanpa penentuan Allah atau campur tangan Allah? PASTI TIDAK ADA<br />
Pernyataan bahwa kita dapat melakukan sesuatu di luar penentuan Allah membuat kita lebih tinggi dari sekedar ciptaan Allah dan menurunkan kedaulatan Allah yang mutlak atas segala sesuatu (termasuk manusia walaupun manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah).<br />
Apa kata Alkitab?<br />
Mazmur 31:23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya!<br />
Ulangan 30:6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.<br />
Jadi jelas bahwa manusia tidak dapat mencitai Tuhan kalau Tuhan tidak terlebih dahulu bertindak (mengasihi ) manusia!<br />
Amsal 16:9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.<br />
Yeremia 10:23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.<br />
Dari dua ayat di atas sudah jelas bahwa Tuhanlah yang menentukan jalan hidup manusia dan sebaliknya manusia dengan kehendak bebasnya tidak dapat menentukan jalan hidupnya senidiri. Tanpa anugerah Tuhan manusia itu bukan apa-apa, untuk itu janganlah kita sombong seolah-olah dengan kehendak bebas kita, kita benar-benar bebas dapat menentukan hidup kita sesuka hati kita.<br />
Kehendak bebas kita tetap berada di bawah kedaulatan Allah yang mutlak, tetapi keberadaanya tetap sejajar sehingga tidak bisa satukan oleh pengertian manusia yang terbatas ini. Artinya, dengan kedaulatan-Nya yang mutlak atas hidup kita, bukan berarti Allah melanggar kehendak bebas yang sudah diberikan kepada kita. Akal kita yang sangat terbatas ini tidak akan mampu memahahi kebenaran Allah yang tidak terbatas tersebut. Tetapi Dr. Suhento mau mencoba memahaminya dan mengompromikan dua kebenaran tersebut dengan cara merendahkan kedaulatan Allah dan meninggikan kehendak bebas manusia.<br />
2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.<br />
Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah supaya kita dapat mencermikan kemuliaan Allah (termasuk di dalamnya kasih, keadilan, kekudusan Allah, dsb). Setelah manusia jatuh dalam dosa, cermin itu rusak sehingga bayangan (image) Allah tidak bisa terbentuk dengan baik pada manusia. Dan untuk itulah Kristus datang untuk memperbaiki “cermin” tersebut sehingga manusia dapat memantulkan kembali kemuliaan Allah.<br />
Apakah Allah yang sudah sempurna di dalam kasih (ketiga pribadi Allah Tritunggal saling mengasihi dengan kasih yang sempurna) masih perlu kasih dari manusia ciptaaan-Nya?<br />
Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah justru supaya manusia dapat menjadi objek kasih Allah, bukan sebagai subjek kasih!<br />
1 Yohanes 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.<br />
Nah, mana yang Alkitabiah, manusia diciptakan untuk kemuliaan Allah dan menjadi objek kasih Allah, atau manusia diciptakan karena Allah menghendaki kasih / cinta dari manusia berdasarkan kehendak bebas manusia?</p>
<p>Fitnah IV<br />
“Mayat “dapat bawa mobil!</p>
<p>a) Benarkah bahwa John Calvin dan Calvinisme mengajarkan bahwa manusia berdosa kehilangan kemampuan akal budinya sehingga manusia seperti mayat yang dapat membawa mobil dan membangun kota?<br />
b) Apakah doktrin kematian rohani dari Jhon Calvin dan Calvinisme tidak Alkitabiah?<br />
Baca kembali bantahan Fitnah II<br />
Menurut Calvin, pada dasarnya manusia mempunyai karunia alamiah dan karunia rohani. Karunia alamiah menyangkut kemampuan rasio dan kehendak. Kemampuan rasio mencakup pengetahuan akan hal-hal bumi (kehidupan di bumi seperti IPA, matematika, pemerintahan, ekonomi, dsb) dan pengetahuan akan hal-hal surgawi ( pengetahuan akan Allah dan kehendak-Nya, hukum-hukum-Nya, dsb). Pada saat manusia jatuh dalam dosa kemampuan alamiah ini TIDAK HILANG / MATI. Tetapi masih ada dalam diri manusia walaupun sangat terbatas sehingga manusia masih mempunyai rasio untuk berpikir, membangun gedung-gedung pencakar langit, pergi ke ruang angkasa dan sebagainya. Kehendak manusia juga tidak hilang. Ia masih dapat mengingini dan melakukan sesuatu menurut kehendaknya walaupun sudah dikuasai oleh dosa.<br />
Nah, yang hilang / mati adalah karunia rohani manusia. Manusia tidak mampu lagi mengetahui yang baik dan salah menurut standar Allah. Keinginan untuk melakukan hal yang baik menurut standar Allah juga sudah mati.<br />
Marilah kita lihat apa kata Firman Tuhan tentang kondisi rohani manusia yang sudah jatuh dalam dosa (mati rohani).<br />
Roma 3: 9-18<br />
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.”<br />
Inilah keadaan orang berdosa ( mati rohaninya)<br />
1) Tidak ada yang benar<br />
Yesaya 53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,<br />
Titus 3:3 Karena dahulu (sebelum dilahirkan kembali) kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.<br />
Tidak ada manusia yang benar tentu saja bermula dari tidak adanya kemampuan untuk memilih yang benar (kebenaran yang dimaksud disini adalah kebenaran menurut standar Alah bukan menurut standar manusia)<br />
2) Tidak ada yang berakal budi dan mencari Allah<br />
TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. (Mazmur 14:2,3)<br />
Yang dimaksud akal budi disini bukanlah akal untuk berpikir tentang berbagai ilmu pengetahuan tetapi akal untuk mengetahui tentang Allah yang sebenarnya / sejati. Karena kemampuan untuk tahu saja tidak ada kama konsekuen logisnya mereka tidak akan mencari Allah.<br />
Lalu, bagaimana dengan agama-agama di luar Kristen? Bukankah mereka juga mencari Allah?<br />
Benar, tetapi Allah yang mana? Allah yang mereka cari dan kenal adalah allah menurut konsep, imaginasi dan pengertian mereka sendiri dimana akal dan pikiran mereka sudah tumpul dan tercemar oleh dosa sehingga tidak mampu untuk mengetahui Allah yang benar.<br />
Menurut Firman Tuhan, bukan manusia yang mencari Allah, tetapi justru Allahlah yang mencari manusia.<br />
3) Tidak ada yang berguna dan berbuat baik.<br />
Yesaya 64: 6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor,<br />
Menurut pandangan Allah, segala suatu yang dilakukan di luar Kristus adalah sia-sia / tidak berguna. Apa yang dianggap sebagai perbuatan baik (menolong sesama, beribadah, dsb) hanyalah seperti kain kotor (tercemar dan ternoda) yang dalam bahasa aslinya maaf .. seperti caiaran menstruasi .. najis dan menjijikkan!<br />
4) Tidak ada yang mempuyai rasa takut pada Allah!<br />
Apakah yang dapat dibanggakan dari manusia berdosa seperti ini?<br />
- cintanya kepada Allah? TIDAK! Mengenal saja tidak bisa, apalagi mencintai-Nya.<br />
- Percaya kepada Allah? JUGA TIDAK! Bagaimana bisa percaya, mencari saja tidak!<br />
Jadi, kalau kita bisa mengenal Allah dan Percaya / beriman kepada-Nya, itu semata-mata karena anugerah ( Sola Gratia)<br />
Bagi orang yang berpandangan bahwa percaya / iman mendahului kelahiran kembali, keadaan orang berdosa seperti ini perlu dipertimbangkan baik-baik!<br />
Dari uraian di atas jelaslah bahwa Dr. Suhento salah menilai ajaran John Calvin dan Teologi Reformed. Menurut Dr. Suhento ajaran mati rohani John Calvin adalah mati akal / pikiran dan perasaan / kehendak sehingga ia mengejek dengan “mayat kok bisa menyetir mobil dan membangun kota! Padahal kematian rohani John Calvin dan teologi Reformed sama sekali berbeda!<br />
Perbedaan pokok antara Calvin dan kaum Reformed dengan Dr. Suhento Cs adalah pada penilaian sifat dasar manusia. Calvin dan kaum Reformed berpandangan bahwa pada dasarnya manusia keturunan Adam mempunyai sifat dasar sebagai orang berdosa yang merupakan konsekuensi dari kejatuhan Adam, sehingga sekalipun belum dilahirkan ia sudah dalam keadaan dosa:<br />
Mazmur 54 : 1 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.<br />
Kejadian 6: 5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,<br />
Kej 8:21b “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya”<br />
Dapatkah sumber air yang kotor dapat mengeluarkan air yang jernih? TIDAK BISA<br />
Untuk dapat merespon Kasih Allah dan taat kepada Allah manusia yang berdosa ini memerlukan roh yang baru dan hati yang berbeda :<br />
Yehezkiel 11:19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat,<br />
Atau dalam Perjanjian Baru dikenal sebagai kelahiran kembali.<br />
Sedangkan menurut Dr. Suhento cs, manusia pada dasarnya baik. Dosa tidak begitu mempengaruhi sifat manusia. Dosa hanya pada permukaan sedangkan bagian yamg paling dalam pada manusia pada dasarnya baik sehingga manusia masih bisa merespon kasih Allah dan taat pada Allah tanpa campur tangan Allah. Ajaran seperti ini cocok dengan pandangan kaum Humanis yang memang menjunjung tinggi manusia lebih tinggi dari sekedar ciptaan Tuhan yang sudah memberontak pada penciptanya.</p>
<p>Fitnah V<br />
Allah Jhon Calvin dan Calvinisme adalah Allah yang sinting!</p>
<p>Fitnah keji di atas muncul karena Dr. Suhento menganggap bahwa tujuan Jhon Calvin dan Calvinis mengabarkan Injil adalah agar orang-orang yang tidak percaya (mayat rohani) memberi respon terhadap kasih Allah yang ditawarkan kepada mereka. TETAPI INI BUKAN TUJUAN PENGINJILAN CALVINIS.<br />
Tujuan memberitakan Injil bukan untuk meminta respon orang yang tidak percaya (mayat rohani), karena mereka tidak akan mungkin memberi respon, tetapi UNTUK MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN YANG DISERTAI KARYA ROH KUDUS YANG BERKUASA MENGHIDUPKAN KEMBALI MAYAT-MAYAT ROHANI SEHINGGGA ORANG-ORANG YANG SUDAH DIPILIH DAN DITENTUKAN SEJAK SEMULA MENJADI PERCAYA KEPADA INJIL DAN DISELAMATKAN. I<br />
Kisah Para Rasul 13: 47-49<br />
Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.” Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya. Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.<br />
Berdasarkan firman Tuhan di atas, orang yang dapat percaya kepada Tuhan Yesus itu sudah ditentukan terlebih dulu oleh Allah! Untuk mendapatkan hidup kekal yang telah disediakan oleh Allah, orang tersebut harus percaya kepada berita Injil. Untuk dapat percaya mereka perlu dilahirkan kembali. Untuk proses kelahiran kembali mereka harus mendengar firman Tuhan. Untuk dapat mendengar firman Tuhan maka perlu ada orang yang membawa / memberitakannya. INILAH DASAR / ALASAN JHON CALVIN DAN CALVINIS MEMBERITAKAN INJIL.<br />
Roma 10:14<br />
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?<br />
Jadi, Jhon Calvin mengabarkan Injil kepada “mayat-mayat rohani” bukan agar mereka merespon pemberitaan tersebut (jelas tidak mungkin) tetapiagar firman Tuhan dengan karya Roh Kudus tersebut menghidupkan “mayat-mayat” yang telah ditentukan Allah untuk mendapat hidup yang kekal.<br />
1Pe 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.<br />
Jadi, ALLAH YANG MENGUTUS JHON CALVIN DAN CALVINIS BUKAN PRIBADI YANGSINTING TETAPI PRIBADI YANG PENUH KASIH DAN PENUH ANUGERAH KARENA MAU MENGHIDUPKAN KEMBALI ORANG-ORANG YANG PADA DASARNYA TIDAK LAYAK DAN TIDAK PANTAS UNTUK DIHIDUPKAN KEMBALI, DAN ADALAH KEHORMATAN YANG SANGAT BESAR JIKALAU KAMI DIJADIKAN SEBAGAI ALAT UNTUK MEWUJUDKAN KASIH DAN ANUGERAHNYA TERSEBUT!<br />
Lalu, siapa sebenarnya yang sinting?</p>
<p>Fitnah VI<br />
Ajaran bahwa kelahiran baru terjadi mendahului iman dari John Calvin dianggap tidak Alkitabiah!</p>
<p>Sebaliknya Dr. Suhento menyatakan bahwa yang Alkitabiah adalah iman mendahului kelahiran baru!</p>
<p>Mari kita lihat apa kata Alkitab yang sebenarnya!<br />
a) Bantahan atas tafsiran Dr. Suhento<br />
Yohanes 1:<br />
10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.<br />
11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.<br />
12 (a) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, (b)yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;<br />
13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.<br />
Mari kita cermati Firman Tuhan di atas!<br />
Ayat 10 dan 11 menyatakan bahwa dunia dan umat kepunyaan-Nya tidak mengenal dan tidak menerima Tuhan. Tetapi mengapa pada ayat 12 tiba-tiba ada orang-orang yang menerima-Tuhan padahal pada ayat-ayat sebelumnya dikatakan bahwa mereka tidak mengenal dan menerima-Nya? Apa yang menyebabkan perubahan ini?<br />
Jawabannya ada pada ayat 12b dan 13. Kalau kita baca berurutan, maka ada sebab akibat dengan urutan yang terbalik yaitu dari belakang ke depan. Orang – orang yang menerima-Nya adalah orang-orang yang percaya dalam nama-Nya, orang-orang yang percaya adalah orang-orang sudah dilahirkan baru dari Allah.<br />
Menerima Kristus  Percaya  Lahir baru<br />
Ket.  dibac a “karena”<br />
Urutan di atas juga sesuai dengan pola kalimat DM (kata / kalimat di bagian belakang menerangkan kata / kalimat yang ada di depannnya)<br />
Jelasnya, pada dasarnya manusia yang sudah berdosa dan dikuasi oleh tabiat dosa pada hakekatnya tidak dapat mengenal dan menerima Allah yang menyelamatkan (walaupun secara kognitif mereka tahu tentang Allah). Allah harus melahirkan baru orang tersebut sehingga dapat mengenal, percaya dan menerima Tuhan yang benar dan menyelamatkannya.<br />
(lihat juga bantahan fitnah IV).<br />
Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.<br />
Tanpa hati dan roh yang baru dari Allah, kita tidak mungkin bisa percaya, menerima dan taat pada Tuhan!<br />
Kalau menurut Dr. Suhento : percaya  menerima Kritus  Lahir baru<br />
Urutan seperti ini jelas merusak pola kalimat dan mengacaukan pola pikir dari Yohanes. Kalau urutan Dr. Suhento yang benar, maka ayat 13 seharusnya diletakkan sebelum ayat 12(a) dan sebaliknya ayat 12(b) diletakkan setelah ayat 13. Tetapi mengapa Yohanes tidak menulis seperti itu? Karena urutan seperti ini sama dengan menyatakan orang buta yang tiba-tiba bisa melihat tanpa disembuhkan terlebih dahulu dari kebutaanya. Bisakah? Mustahil.<br />
Mari kita lihat apa kata Tuhan Yesus:<br />
Yohanes 3:<br />
3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”<br />
5. Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.<br />
7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.<br />
11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.<br />
12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?<br />
Ayat 3 dan 5<br />
Tanpa kelahiran kembali, kita bukan hanya tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, melihat saja-pun tidak dapat. Pertanyaanya adalah bagaimana kita dapat merespon Cahaya Ilahi (Firman Tuhan) jika kita tidak bisa melihat-Nya? Untuk dapat meresponnya mata kita harus dicelikkan terlebih dahulu, kita harus dilahirkan kembali!<br />
Ayat 7 – 12  juga sangat jelas bahwa syarat agar Nikodemus dapat percaya dan menerima kesaksian tentang Kerajaan Allah adalah harus dilahirkan kembali terlebih dahulu!<br />
Sekarang apa kata para rasul?<br />
Roma 10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.<br />
Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana iman dapat timbul dari firman Kristus / Tuhan?<br />
Rasul Petrus menjawab pertanyaan tersebut:<br />
1Pe 1:23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.<br />
Jadi, proses firman Tuhan yang menimbulkan iman adalah firman Allah (dengan karya Roh Kudus)  melahirkan kembali  iman dan taat.<br />
Dalam perumpaan-perumpaan–Nya, Tuhan Yesus sering mengibaratkan firman dengan benih dan kita tahu bahwa benih merupakan cikal bakal dari adanya tanaman baru sehingga tanaman baru tersebut akan mengasilkan buah!<br />
Satu lagi:<br />
Titus 3:<br />
3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.<br />
4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,<br />
5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,<br />
Dari ayat-ayat di atas, jelas bahwa kita diselamatkan oleh kelahiran kembali / diperbaharui oleh Roh Kudus pada saat kita masih dalam keadaan tersesat dan berdosa. Bukan seperti ajaran Dr. Sehento :<br />
Tersesat / berdosa  bertobat  percaya  lahir baru.<br />
Alkitab selalu menyatakan bahwa karya Roh Kudus dalam menyelamatkanterjadi saat kita masih dalam keadaan berdosa, sebab tanpa kelahiran kembali oleh Roh Kudus kita tidak mungkin bisa bertobat dan percaya kepada Tuhan. Inilah anugerah Allah sejati. Kalau iman manusia yang membuat orang lahir baru, maka keselamatan bukan anugerah, tetapi anugerah + respon manusia (perbuatan baik)<br />
Efesus 2:8,9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.<br />
b) Bagiamana dengan Efesus 1: 13?<br />
Untuk lebih jelasnya saya tuliskan sampai ayat 14.<br />
13 Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.<br />
14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.<br />
Saya tidak tahu mengapa Dr. Suhento mengaitkan kata dimeteraikan dengan Roh Kudus dengan kelahiran kembali? Padahal dengan melihat kata aslinya (σφραγίζω / sphragizō yang berarti segel, tanda, jaminan keamanan) dan ayat 14 jelas bahwa yang dimaksudkan dengan dimateraikan dengan Roh Kudus adalah bahwa Roh Kudus akan terus berdiam dan bekerja / berkarya dalam hidup kita sehingga keselamatan kita itu benar-benar terjamin dan aman . Ingat, Tuhan Yesus pernah berjanji bahwa Dia akan mengutus Roh Kudus untuk menolong dan menyertai orang percaya selama-lamanya!<br />
Yoh 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.<br />
Jadi urutan keselamatan:<br />
Dipilih  Firman Allah+karya Roh Kudus  Lahir baru  percaya / iman  ditolong / disertai Roh Kudus sampai mencapai kesempurnaan keselamatan.<br />
Kesimpulannya, ketika Roh Kudus melahirkan kembali seseorang Ia terus aktif bekerja dan berkarya dalam orang tersebut sampai selama-lamanya sebagai jamaninan bahwa orang tersebut telah benar-benar menjadi Anak Allah dan diselamatkan.<br />
Roma 8:29, 30 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.<br />
Perhatikan lima tindakan aktif Allah di dalam menyelamatkan semua orang pilihan-Nya. Adakah unsur dari manusia yang terlibat di dalamnya? Tidak ada. Keselamatan adalah tindakan aktif Allah atas manusia yang berdosa. Inilah anugerah. Tugas kita adalah mengucap syukur dan hidup untuk kemuliaan Allah yang telah menyelamatkan kita. Segala kemuliaan hanya bagi Allah!<br />
Sekali lagi pola keselamatan seseorang selalui didahului dengan firman Allah, firman Allah (dengan karya Roh Kudus) akan melahirkan kembali orang itu sehingga ia bisa percaya / beriman.<br />
Jadi jelaslah, iman timbul pada diri seseorang setelah orang tersebut dilahirkan kembali oleh firman Tuhan dan karya Roh Kudus berdasarkah pilihan kasih karunia Allah pada orang tersebut!<br />
Satu hal lagi, manusia yang berdosa membuat kemampuan rohaninya mati, mereka tidak sanggup mengenal Allah yang benar dan berbuat baik menurut pandangan Allah (lihat bahtahan Fitnah IV). Untuk dapat mengenal Allah dan merespon kasih-Nya, manusia berdosa harus dilahirkan kembali terlebih dahulu<br />
Untuk lebih jelasnya saya kutipkan dari tulisan karya RC Sproul<br />
Demikian pula halnya dengan kelahiran kembali secara rohani. Kelahiran kembali menghasilkan kehidupan yang baru. Kelahiran kembali itu merupakan awal dari kehidupan baru tetapi bukan merupakan keseluruhan dari kehidupan yang baru. Kelahiran baru adalah momen transisi yang penting dari kematian rohani kepada kehidupan rohani. Seseorang tidak pernah dilahirkan kembali secara sebagian. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan: orang itu sudah dilahirkan baru atau belum dilahirkan baru.<br />
Pengajaran Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa regenerasi merupakan pekerjaan Allah semata-mata. Kita tidak dapat melahirbarukan diri kita sendiri. Daging tidak dapat menghasilkan roh. Regenerasi merupakan tindakan penciptaan. Allah yang melakukan penciptaan itu.<br />
Dalam teologi ada istilah teknis yang dapat membantu kita untuk lebih mengerti masalah ini, yaitu monergisme, yang berasal dari dua akar kata. Mono artinya “satu”. Monopoli merupakan suatu usaha yang memiliki pasaran untuk dirinya sendiri. “Monoplane” merupakan pesawat terbang dengan single-winged (berbaling-baling satu). Erg menunjuk pada satuan usaha. Dari kata itu kita mendapat kata umum yang selalu dipakai yaitu energi.<br />
Menggabungkan kedua akar kata tersebut, maka kita mendapatkan arti “one-working” (usaha satu pihak). Ketika kita mengatakan bahwa regenerasi adalah monergistik, maksud kita adalah bahwa hanya satu pihak saja yang melakukan pekerjaan itu. Pihak itu adalah Allah Roh Kudus. Dialah yang melahirbarukan kita. Kita tidak mampu untuk melakukannya sendiri, atau membantu-Nya untuk melaksanakan tugas itu.<br />
Seolah-olah kita memperlakukan manusia seperti boneka. Boneka dibuat dari bahan kayu. Boneka tidak dapat memberikan tanggapan. Boneka itu lembam, tanpa kehidupan. Boneka itu digerakkan dengan tali-tali dalam pertunjukan panggung boneka. Tetapi, kita tidak berbicara tentang boneka. Manusia tidak sama dengan boneka. Kita berbicara tentang manusia yang merupakan mayat secara rohani. Manusia ini tidak memiliki hati yang terbuat dari serbuk gergaji, tetapi terbuat dari batu. Manusia ini tidak digerakkan oleh tali-temali. Secara biologis manusia ini masih hidup. Manusia ini dapat bergerak dan bertindak. Manusia ini membuat keputusan-keputusan, tetapi mereka tidak pernah mengambil keputusan bagi Allah.<br />
Setelah Anda melahirbarukan jiwa manusia, yaitu setelah Allah membuat kita hidup kembali secara rohani, kita melakukan pemilihan. Kita percaya. Kita memiliki iman. Kita bersandar kepada Kristus. Perihal kita percaya kepada Kristus itu tidak diputuskan oleh Allah. Allah tidak memutuskan hal percaya itu bagi kita. Tetapi, kita sendirilah yang memutuskan untuk percaya kepada Kristus setelah kita dilahirbarukan oleh Allah. Jadi, iman itu tidak bersifat monergistic (one-working atau usaha satu pihak) seperti kelahiran baru.</p>
<p>Fitnah VII<br />
Jhon Calvin dan kaum Reformed membuat Allah Sangat Tidak Adil.</p>
<p>Ketika orang pertama kali mendengar Doktrin Predestinasi dimana Allah menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya, pada umumnya langsung menentangnya dengan ungkapan :<br />
- Kalau begitu mengapa manusia harus bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya padahal itu telah dikendaki oleh Allah? Toh tidak ada manusia yang bisa melawan kehendak Allah?<br />
- Kalau begitu Allah tidak adil dong!<br />
Tahukah Anda, bahwa reaksi seperti ini sama persis dengan reaksi orang-orang yang mendengar ajaran predentinasi dari Rasul Paulus? Nah untuk menanggapi kedua pernyataan di atas yang juga dinyatakan oleh Dr. Suhento, maka sayapun akan menggunakan tanggapan dari Rasul Paulus:<br />
Apakah Allah tidak adil? Mustahil!<br />
Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan– justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan. (Roma 9: 14, 20-23)<br />
Jadi, jangan menilai keadilan Allah dengan standar keadilan manusia. Kalau Keadilan Allah kita nilai berdasarkan keadilan manusia maka seolah-olah “Allah memang tidak adil” karena memang banyak ketidakadilan alami yang kita lihat dimuka bumi ini. Mengapa sebagian anak dilahirkan dari keluarga miskin, sedangkan yang lainnya dari keluarga kaya? Mengapa sebagian dilahirkan di daerah gersang, tandus dan sangat kesulitan air, sedangkan sebagian yang lainnya dilahirkan di daerah subur dengan air melimpah?<br />
Ingatlah sekali lagi bahwa manusia itu tetap sebagai ciptaan. Sekalipun kita dicipta menurut gambar dan rupa Allah, tetap saja status kita adalah ciptaan. Nilailah Allah sesuai dengan stadar Pecipta bukan dengan standar ciptaan.<br />
Jadi, adanya tuduhan bahwa doktrin predestinasi membuat Allah tidak adil justru membuktikan bahwa doktrin ini adalah Alkitabiah karena Rasul Paulus juga mendapatkan reaksi yang sama!</p>
<p>Fitnah VIII<br />
John Calvin dan kaum Reformed menempatkan Allah sebagai penjahat besar!</p>
<p>Benarkah demikian?<br />
Sebenarnya fitnahan ini sama dengan fitnah I yaitu Allah sebagai pencipta dosa, karena semua kejahatan bersumber dari hati orang yang berdosa, untuk itu saya akan menanggapi fitnahan ini dengan Artikel dari Pdt. Budi Asali tentang benarkah Allah pencipta dosa?<br />
Mungkin ada yang bertanya: “Bukankah dengan adanya dosa di dalam Rencana Allah berarti Dia adalah pencipta dosa?” Harus diakui bahwa pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sukar sekali dijelaskan. Untuk dijawab memang tidak sukar karena Allah memang bukan pencipta dosa. Tetapi bagaimana penjelasannya itulah yang sulit, bukankah sebelum malaikat dan alam semesta ini diciptakan, yaitu pada saat Allah masih belum menciptakan apapun, dosa tidak ada? Bukankah sekarang dosa ada? Darimana datangnya dosa? Bukankah pencipta segala sesuatu adalah Allah yang maha suci? Siapakah pencipta dosa apabila bukan Allah?<br />
1Yohanes 2:16<br />
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.<br />
Perlu diingat bahwa sebenarnya pertanyaan ini tidak bisa diajukanhanya kepada pihak Calvinisme, aliran lainpun harus menjawab pertanyaan yang sama, bahkan agama lainpun juga dihadapkan pada masalah pelik ini.<br />
Kita sudah melihat bahwa manusia tidak dipaksa untuk melakukan dosa, mereka melakukannya dengan kehendak bebasnya sendiri. Meskipun Kitab Suci dengan jelas melarang dosa, tetapi Allah mengijinkan terjadinya dosa jika memang manusia tersebut memilih untuk melakukannya. Motivasi Allah di dalam mengijinkan terjadinya dosa dan motivasi manusia di dalam melakukan dosa adalah dua hal yang sangat berbeda. Allah mengijinkan dosa terjadi untuk menghargai kebebasan manusia, dan karena hal itu sesuai dengan rencana kekalNya. Di lain pihak setiap manusia yang melakukan dosa, ia melakukannya karena ia memang ingin melakukannya. Orang itu sadar sepenuhnya bahwa tidak ada yang memaksa dia untuk berbuat dosa, dan dia menyadari bahwa sebenarnya dirinya tidak perlu melakukan dosa itu jika dia sendiri tidak menghendakinya.<br />
Kita boleh yakin bahwa Allah tidak akan mengijinkan terjadinya dosa seandainya Ia tidak bisa mengatasi dosa itu dan mengubahnya menjadi kebaikan. Dengan providenceNya Ia dapat mempengaruhi (bukan memaksa) jalan pikiran orang-orang fasik sehingga kebaikan bisa ditimbulkan dari rencana jahat mereka. Contoh yang paling klasik adalah peristiwa pengiriman/penjualan Yusuf oleh saudara-saudaranya ke Mesir (Kej 45:8). Saudara-saudara Yusuf melakukan pengiriman itu karena mereka benci dan iri hati kepada Yusuf, tetapi Tuhan telah mengubah tragedi itu menjadi kebaikan (Yusufpun mengakui hal itu di dalam 50:2). Jika bukan karena campur tangan Tuhan maka pada saat bala kelaparan terjadi, bisa saja Yakub dan anak-anaknya mati semua. Tanpa Yakub tidak akan ada Israel, tanpa Israel tidak akan ada Daud, tanpa Daud tidak akan ada Kristus, dan tanpa Kristus semua orang akan masuk neraka. Tetapi puji Tuhan, Yusuf yang dijual ke Mesir itu akhirnya malah dapat menolong keluarganya dari bala kelaparan.<br />
Di dalam Perjanjian Barupun terlihat adanya kejadian-kejadian yang apabila dipandang dari sudut manusia tidak menyenangkan, tetapi Allah membiarkan terjadi agar Dia dapat lebih dipermuliakan. Misalnya kesengajaan Yesus yang menyebabkan Lazarus mati. Dia bisa mencegah hal itu agar tidak terjadi, tetapi apakah iman Maria dan Martha dapat dikuatkan dengan pencegahan itu? Bukankah lebih baik Yesus membiarkan Lazarus mati dan kemudian membangkitkannya? Allah memutuskan apa yang terbaik bagi manusia, meskipun manusia merasa sebaliknya.<br />
Yohanes 11:5-6,14-15,36,40-44<br />
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. (6) Namun setelah didengarNya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, dimana Ia berada; …. (14) Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati; (15) tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.” (36) Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasihNya kepadanya!” (37) Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: “Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” (40) Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” (41) Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. (42) Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (43) Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah keluar!” (44) Orang yang telah meti itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: “Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.” (45) Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepadaNya.<br />
Sama seperti peristiwa di atas, Yesus sebenarnya bisa mencegah terjadinya badai pada saat ia berada di perahu bersama murid-muridNya. Mengapa Ia membiarkan murid-muridNya ketakutan? Jelas agar iman mereka dapat lebih dikuatkan apabila mereka melihat Yesus menghentikan badai. Kita sebagai manusia, seperti juga murid-murid Yesus pada waktu itu, tidak bisa membayangkan apa tujuan Tuhan mengijinkan hal-hal tidak enak terjadi pada diri kita. Tetapi percayalah bahwa penderitaan apapun yang Tuhan ijinkan untuk menimpa kita pasti mempunyai tujuan akhir yang baik dan memuliakan Dia.<br />
Seseorang memberikan komentar demikian: “Seorang penguasa mungkin melarang adanya pengkhianatan; tetapi perintah-perintahnya tidak mengharuskan dia untuk mencegah, dengan maksimal, seadanya pelanggaran yang dilakukan oleh rakyatnya. Adanya pengkhianatan dapat membawa kebaikan bagi kerajaannya, dan apabila ia menghukum pengkhianat negara itu sesuai dengan hukum yang ia tetapkan, maka keadilan hukumnya terlihat”. Hanya karena penguasa itu memilih untuk tidak mencegah kejahatan yang terjadi, dengan alasan demi kebaikan yang dihasilkan, sama sekali tidak berarti bahwa tindakan dan perintahnya bertentangan.<br />
Harus diakui bahwa Allah sebenarnya bisa / berkuasa mencegah terjadinya dosa. Dia sebenarnya bisa menjaga agar dosa tidak terjadi di dunia ini. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah Dia bisa menghilangkan dosa dari suatu sistem moral yang paling sempurna? Tanpa adanya baik dan jahat, adakah yang disebut moral? Tanpa adanya dosa adakah yang disebut suci? Tidak mungkin. Kebebasan kehendak untuk memilih antara baik dan jahat adalah syarat mutlak suatu sistem moral.<br />
Baik malaikat maupun manusia adalah mahluk yang bisa berdosa. Kejatuhan setan dan Adam membuktikan hal itu. Tetapi apa gunanya kemampuan untuk berdosa itu ada di dalam diri suatu mahluk? Jawabnya adalah bahwa tanpa adanya kemungkinan untuk berbuat jahat, mahluk itu tidak akan mempunyai kemungkinan untuk taat. Suatu mahluk yang mampu untuk berbuat baik berarti juga mampu untuk berbuat jahat. Sebuah mesin tidak bisa disebut taat atau tidak taat karena ia tidak mempunyai kehendak untuk memilih. Tanpa adanya kemampuan ganda ini, suatu mahluk tidak ada bedanya dengan sebuah mesin yang tidak mempunyai moral.<br />
Adam diciptakan sebagai mahluk yang bermoral, dan karena itu iabisa berkehendak untuk memilih dosa. Kita tahu bahwa Allah membiarkan Adam jatuh ke dalam dosa dan kemudian mengubah akibat dosa itu (maut) menjadi sesuatu yang baik (hidup oleh karena penebusan Kristus). Pemberian ijin dan perubahan akibat dosa itu tidak menjadikan dia sebagai Pencipta dosa. Kelihatannya, Allah ingin menunjukkan kepada kita apa yang dapat dihasilkan oleh kehendak bebas kita; kemudian dengan mengatasi dosa itu Ia menunjukkan kepada kita kasih dan keadilanNya. Jadi, dosa bukanlah sesuatu yang diciptakan Allah, melainkan hanya merupakan akibat dari kehendak bebas yang disalahgunakan oleh manusia. Dan karena itulah manusia yang bertanggung jawab atas dosa-dosa yang diperbuatnya.<br />
Ada beberapa ilustrasi yang mungkin memudahkan kita untuk lebih mengerti tentang hal ini. Ilustrasi-ilustrasi ini memang bukanlah ilustrasi yang sempurna, tetapi rasanya cukup untuk membantu kita.<br />
1. Seorang hakim yang adil dan benar, di dalam memberikan keputusan hukuman kepada seorang terdakwa, tahu bahwa keputusannya akan mengakibatkan dendam di dalam diri terdakwa dan kemarahan di hati teman-teman dan keluarga terdakwa. Meskipun demikian, hakim itu toh tetap melakukan hal yang benar.<br />
Seorang ayah yang mengusir anaknya yang durhaka, tahu bahwa dengan pengusiran itu si anak bisa bertambah buruk tingkah lakunya, tetapi toh si ayah bisa dianggap melakukan hal yang benar dengan tujuan mendidik anak itu.<br />
Dengan dibiarkanNya setan terus merajalela, Allah tahu bahwa dosa akan semakin banyak, dan penderitaan dan penganiayaan akan terjadi dimana-mana. Tetapi, karena Allah mempunyai tujuan yang baik, maka Allah melakukan tindakan yang benar. Kesucian Allah tidak ternodai sedikitpun.<br />
2. Bayangkan diri saya mempunyai tetangga yang membuka toko minuman keras, kenyataan yang tidak mengenakkan. Setiap hari minggu, banyak pemabuk-pemabuk yang berkelahi di depan tokonya. Hal ini mengakibatkan penderitaan di dalam keluarga saya.<br />
Sekarang bayangkan saya mempunyai kemampuan untuk dapat melihat ke masa depan dengan kepastian yang mutlak. Saya mempunyai rencana yang baik, yaitu mempertobatkan tetangga saya itu. Saya dapat melihat bahwa dengan menginjili orang itu, ia akan bertobat. Dengan tujuan yang mulia inilah saya memutuskan untuk bertindak.<br />
Tetapi, pada waktu saya melihat lebih jauh ke depan, maka saya tahu bahwa langganan-langganan toko tersebut akan menjadi marah sehingga mereka melakukan banyak dosa. Misalnya, untuk melampiaskan dendam mereka kepada saya dan tetangga saya, mereka akan menghina kekristenan dan menghujat Allah, mereka bahkan membakar rumah tetangga saya itu dan mencoba membakar rumah saya.<br />
Sejauh ini, kita melihat bahwa meskipun dosa dan kejahatan masuk ke dalam rencana saya, dosa-dosa tersebut tidak bisa ditanggungkan kepada saya. Memang saya adalah pembuat rencana itu, dan apabila rencana saya itu saya laksanakan maka dosa-dosa itu pasti akan terjadi. Tetapi, karena saya melihat bahwa jika tetangga saya itu akhirnya bertobat, ia akan menjadi berkat di lingkungan kami, maka saya memutuskan untuk tetap melaksanakan rencana itu.<br />
Jadi, apakah saya ikut melakukan dosa-dosa itu? Jelas tidak. Apakah saya memaksa langganan-langganan itu untuk membakar rumah? Tidak. Lalu siapakah yang bertanggung jawab atas semua dosa-dosa itu? Jelas para pelakunya sendiri.<br />
Dari ilustrasi-ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa meskipun Allah yang membuat rencana, dan di dalam pelaksanaan rencana itu dosa-dosa bermunculan, Ia bukanlah pencipta dosa, Ia juga tidak bertanggung jawab atas setiap tindakan dosa yang dilakukan.<br />
Mungkin ada yang bertanya, bukankah sifat dosa itu juga dari Tuhan? Memang tidak ada sesuatupun yang terjadi di luar Tuhan, tetapi Tuhan kita yang maha suci bukanlah pencipta dosa. Pada saat Adam diciptakan, Allah tidak menciptakannya dengan kemungkinan untuk jatuh, ataupun memberikan suatu kelemahan di dalam diri Adam yang dapat menyebabkan ia jatuh. Yang Allah berikan adalah kehendak yang bebas, kehendak yang bisa berubah, dan kehendak bebasnya itulah yang menjatuhkan Adam. Allah memang sudah tahu bahwa Adam pasti jatuh, Allah memang sudah menentukan Adam untuk jatuh, tetapi bukan Allah yang menjatuhkan Adam melainkan kehendak Adam sendiri. Di dalam hal kejatuhan ini Allah hanya mengijinkan Iblis untuk menggoda Adam (Iblispun punya kehendak bebas) karena hal itu memang sesuai dengan rencanaNya. Jadi, kita tidak bisa bilang bahwa Ia yang menjatuhkan Adam.<br />
Sekali lagi, perlu diingat bahwa kesulitan atau keberatan yang kita hadapi ini adalah keberatan yang seharusnya dihadapi oleh semua aliran dan agama yang mempercayai akan adanya Allah, hanya saja, tidak semua aliran akan dapat mengharmoniskan kenyataan ini dengan doktrin-doktrin mereka.</p>
<p>Fitnah IX<br />
Sekali selamat, walupun berubah iman akan tetap selamat!</p>
<p>Benarkah ini ajaran dari Jhon Calvin dan Calvinisme?<br />
Sekali selamat tetap selamat! Ya, ini adalah ajaran dari John Calvin dan Calvinis, tetapi kalau sekali selamat, walaupun berubah iman tetap selamat, jelas inilah adalah fitnah dan membuktikan bahwa Dr. Suhento tidak tahu sama sekali tentang ajaran dari Jhon Calvin dan Calvinisme!<br />
Untuk itu akan kami tunjukkan ajaran Calvinisme yang sebenarnya tentang keselamatan!<br />
Roma 8: 29,30<br />
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.<br />
Keselamatan adalah suatu proses yang dimulai oleh Allah dan diakhiri oleh Allah juga dan Allah berjanji bahwa proses itu pasti berakhir dan tidak berhenti di tengah jalan (Filipi 1:6)<br />
Jadi, kalau seseorang itu telah memasuki suatu proses keselamatan, maka tidak akan mungkin keluar dari proses tersebut. Jadi, orang yang benar-benar diselamatkan TIDAK MUNGKIN BERUBAH IMAN / KELUAR DARI PROSES KESELAMATAN.<br />
Itulah sebabnya, TUHAN YESUS MEMBERI JAMINAN:<br />
Yohanes 10: 28 Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan merekapasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.<br />
Hidup yang Tuhan berikan pada kita adalah hidup yang kekal, bukan hidup sementara / temporer. Kekal artinya dari saat lahir baru sampai selama-lamanya. Kalau setelah lahir baru kemudian mati lagi karena murtad, maka itu bukan hidup kekal namanya, kecuali ia memang belum benar-benar lahir baru.<br />
Tuhan melalui Rasul Paulus juga memberi jaminan sekali selamat tetap selamat!<br />
Roma 8: 38,39 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.<br />
Firman Tuhan di atas sudah sangat jelas, bahwa hidup kita setelah bertobat, kematian, serta apapun juga yang ada di dalam kehidupan kita TIDAK DAPAT MEMISAHKAN KITA DARI KASIH KRISTUS. “GAYA TARIK” KASIH KRISTUS JAUH LEBIH BESAR DARI “GAYA TARIK” APAPUN DI DUNIA INI SEHINGA KITA TETAP AMAN BERADA DI DALAM “GAYA TARIK” KASIH KRISTUS.<br />
Jadi keselamatan yang kita miliki sepenuhnya adalah anugerah Allah<br />
Keberatan dan tanggapannya:<br />
1. Kalau begitu Allah adalah seorang penculik karena memilih seseorang tanpa persetujuan atau keingininaanya!<br />
Ini adalah pemikiran yang bodoh dan dangkal walaupun muncul dari seorang doktor teologi (maaf kalau saya sampai kasar, ya karena Allah telah dihujat sedemikian hebat!)<br />
Hei, Bapak Doktor Suhento, apakah ketika Anda mau lahir ke muka bumi ini, Allah harus terlebih dahulu meminta persetujuan Anda; Anda ingin jenis kelamin apa?Anda ingin dilahirkan dimana? Siapa orangtua yang Anda ingini? dan sebagainya? TIDAK BUKAN?<br />
Mengapa tidak? KARENA ANDA HANYALAH SEORANG CIPTAAN YANG TIDAK PUNYA OTORITAS SENDIRI. ANDA BERADA DALAM OTORITAS ALLAH PENCIPTA ANDA.<br />
Kesalahatan fatal dari Dr. Suhento adalah ia menganggap bahwa manusia punya otoritas sendiri untuk melakukan apapun sesuai dengan kehendak bebasnya. Ia lupa bahwa kehendak bebas yang ia miliki adalah kehendak yang bukan bebas secara mutlak, dan kehendak bebasnya sudah dipengaruhi bahkan dikuasi oleh dosa. Selain itu kalau manusia punya otoritas sendiri, maka ia statusnya sama dengan Allah, karena hanya Allah-lah satu-satunya yang punya otoritas dari diri-Nya Sendiri.<br />
Ingat, sama seperti proses kelahirannya, dalam hidup selanjutnya pun manusia tidak bisa menentukan sendiri, mau membantah?<br />
Amsal 16:9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.<br />
Yeremia 10:23 Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya<br />
Jadi, mengapa Allah harus meminta persetujuan manusia atas apa yang akan Dia lakukan pada manusia ciptaan-Nya sendiri?<br />
Sekali lagi, Pikiran di atas muncul karena Dr. Suhento menganggap manusia punya otoritas sendiri atau menganggap manusia sejajar dengan Allah dan inilah inti dari Humanisme dimana kehendak dan keinginan manusia dijunjung tinggi melebihi porsi yang sebenarnya!<br />
2. Kalau begitu, Allah adalah sebagai penjajah atas kehendak manusia!<br />
Ini adalah pikiran yang sama bodohnya (sekali lagi maaf)<br />
Ingat! Orang yang masuk dalam proses keselamatan adalah orang yang telah dipilih dan dilahirkan kembali. Sebelum dilahirkan kembali ia berada di bawah kuasa dosa. Keinginan dan kehendaknya dipengaruhi dan dikuasi oleh dosa. Kondisi seperti ini TIDAK SESUAI dengan keinginan dan kehendak manusia yang sebenarnya. Orang yang memang dipilih oleh Allah pasti tidak suka keinginan dan kehendaknya dipengaruhi dan dikuasi oleh dosa. Ia akan bergumul sama seperti Rasul Paulus:<br />
Roma 7: 18-24<br />
Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?<br />
Pertanyaannya adalah , apakah orang yang dilepaskan dari kondisi ini dan masuk ke dalam kondisi yang baru dimana keadaannya sesuai dengan kehendak dan keinginannya akan merasa sedih atau senang? Akan merasa dibelenggu atau dibebaskan? Inilah reaksi orang yang telah dilahirkan kembali: Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.<br />
Jadi orang yang sudah dilahirkan kembali SAMA SEKALI TIDAK MERASA BAHWA KEHENDAKNYA DIJAJAH OLEH ALLAH, SEBALIKNYA, JUSTRU PENUH UCAPAN SYUKUR KARENA TELAH DIBEBASKAN DARI PENJAJAHAN DOSA, karena hatinya beserta dengan kehendak dan keinginanya yang tidak suka dan tidak taat pada perintah Tuhan DIUBAH dengan hati yang baru, hati yang suka dan taat pada perintah Tuhan.<br />
Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.<br />
Bagi orang yang sudah lahir baru, menaati Tuhan adalah kesukaannya karena memang sesuai dengan keinginan dan kehendaknya yang telah diperbaharui sehingga ia sama sekali tidak akan merasakan nuansa penjajahan dan pemaksaan dari Allah.<br />
Sebaliknya, bagi orang yang belum lahir baru, menaati Tuhan adalah suatu beban atau keharusan, sehingga nuansa penjajahan / kerja paksa sangat terasa.<br />
Dengan timbulnya pemikiran bahwa seolah-olah Allah menjajah kehendak manusia yang sudah diselamatkan, maka saya ragu-ragu apakah Dr. Suhento dan orang-orang yang sepaham dengannya sudah benar-benar dilahirkan kembali rohnya (walaupun secara akal budi mereka sudah tahu banyak tentang Kristus dan ajarannya). Karena kalau mereka sudah lahir baru, pasti tidak akan mengeluarkan pendapat yang demikian. Ya, semoga saja mereka sudah lahir baru, cuma masih bayi …. he…he jangan marah ya?<br />
3. Kalau begitu, orang yang telah diselamatkan bisa berbuat semau gue, termasuk berbuat dosa, toh Allah telah menjamin bahwa ia pasti selamat!<br />
Sekali lagi, pikiran seperti ini muncul dari orang yang kemungkinan belum memahami dan mengalami kelahiran kembali.<br />
Ingat bung, orang yang dalam proses keselamatan adalah orang yang sudah lahir baru. Hatinya sudah diperbaharui, Walaupun keinginan dan kehendaknya belum benar-benar steril dari dosa, tetapi sekarang lebih cenderung untuk menaati Tuhan daripada memberotak kepada Tuhan. Dia mengalami “gaya tarik” yang lebih besar kepada Allah, dari pada kepada dosa. Memang dalam proses keselamatannya ia dapat berbuat dosa lagi, tetapi hatinya tetap berada pada “gaya tarik kasih Allah” sehingga ia tetap akan bangun dan taat pada Allah lagi.<br />
Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.<br />
Mazmur 37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.<br />
Perlu diingat lagi, bahwa Allah sudah menjamin bahwa tidak akan ada oknum, kuasa, dan peristiwa apapun dimana “gaya tariknya” lebih besar dari “gaya tarik” kasih Allah pada orang-orang yang telah dipilih sesuai dengan Rencana-Nya.<br />
a) Allah memproteksi kita dari pencobaan yang melebihi kekuatan kita.<br />
I Kor. 10:13<br />
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.<br />
b) Allah turut bekerja dalam segala segi kehidupan kita sehingga rencana Allah atas hidup kita benar-benar terwujud.<br />
Roma 8:28-30<br />
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.<br />
Jadi, orang yang masuk dalam proses keselamatan Allah, hatinya sudah diubah, dari mengasihi dunia / membenci Allah, menjadi orang yang mengasihi Allah dan membenci dunia, dari yang cenderung memberontak Allah, menjadi cenderung menaati Allah (saya katakan “cenderung” karena kehendaknya masih belum steril dari dosa, nanti kalau sudah sampai di surga maka orang pilihan Allah akan benar-benar mutlak akan mengasihi dan taat pada Allah).<br />
Dengan demikian, fitnahan di atas tidak cocok ditujukan untuk orang kristen yang benar-benar telah lahir baru dan pasti selamat, tetapi akan sesuai bila ditujukan untuk orang kristen yang belum lahir baru sehingga juga belum tentu selamat!<br />
4. Bagaimana dengan orang yang “sudah selamat” kemudian murtad? Bagaimana pula dengan adanya peringatan “jangan murtad”?<br />
Sebelum menjawab perntanyaan ini, perlu ada pemahaman bahwa di dalam Alkitab, ada dua macam orang Kristen, yaitu Kristen sejati atau yang oleh Rasul Yohanes disebut sebagai orang “sungguh-sungguh termasuk pada kita” dan orang Kristen palsu atau “tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita”. Orang Kristen sejati tidak mungkin murtad dan kehilangan keselamatannya, tetapi orang Kristen Palsu (KTP) inilah yang mungkin sekali “murtad”. Saya beri tanda kutip karena sebenarnya orang Kristen Palsu ini belum selamat. orang Kristen sejati pasti telah lahir baru, orang Kristen palsu belum lahir baru sehingga juga belum selamat”<br />
I Yoh. 2:19<br />
Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.<br />
Untuk membedakan Kristen sejati dengan Kristen palsu memang sangat sulit, sama seperti membedakan antara gandum dan ilalang. Mereka sama-sama ke gereja, berdoa, membaca Alkitab, berkhotbah, sekolah teologia (bahkan jadi doktor) mengusir setan, dan lain-lainnya.<br />
Jadi kalau ada orang Kristen yang murtad, itu hanya membuktikan bahwa dia bukan orang Kristen sejati, dan pada dasarnya belum diselamatkan.<br />
Mari kita lihat beberapa kasus di Alkitab:<br />
a) Yudas Iskariot<br />
Apakah Yudas Iskariot sudah diselamatkan?<br />
Saya yakin bahwa ia belum diselamatkan, dengan alasan:<br />
1) Yudas Iskariot memanggil Tuhan Yesus hanya sekedar “rabi” atau guru, sedangkan murid yang lainnya selalu memanggil Tuhan Yesus dengan “Tuhan”. Jadi hubungan antara Yudas Iskariot dengan Tuhan Yesus hanya sekedar murid dan guru. Saat ini banyak sekali orang yang kagum dengan ajaran Tuhan Yesus dan mengakui bahwa Yesus adalah guru mereka, walaupun mereka tidak percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat (Mis. Mahatma Gandhi).<br />
2) Yudas Iskariot bukan dipilih untuk diselamatkan, tetapi untuk menggenapi rencana Allah yang sudah dinyatakan sejak semula:<br />
Yohanes 13:18<br />
Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.<br />
3) Yuda Iskariot adalah satu-satunya murid yang tidak dijamin keselamatannya oleh Tuhan Yesus. Hal ini dapat dilihat dalam doa Tuhan Yesus:<br />
Yohanes 17: 12<br />
Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.<br />
Itulah sebabnya mengapa setelah menyesal, Yudas Iskariot lantas bunuh diri. Hal ini berbeda dengan Petrus, setelah bertobat ia tetap terus percaya pada Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus memang menjaga dia (Lukas 22:31,32)<br />
b) Orang-orang dalam Matius 7:15-23<br />
Banyak orang (termasuk Dr. Suhento) menafsirkan bahwa orang-orang yang berseru Tuhan, Tuhan! ……. (ayat 22) adalah orang-orang Kristen yang akhirnya ditolak Tuhan dan masuk neraka! (Pedang Roh 56 hal 2).<br />
Benarkah mereka pernah jadi orang Kristen (sejati)? TIDAK PERNAH!!!<br />
1) Ayat 15 menyatakan bahwa mereka adalah serigala yang menyamar sebagai domba. Jadi mereka sebenarnya bukan domba, bukan orang Kristen.<br />
2) Ayat 23, Tuhan TIDAK PERNAH MENGENAL mereka!<br />
Ingat, Tuhan Yesus mengenal setiap domba-Nya / umat-Nya (Yohanes 10:14). Karena mereka tidak pernah dikenal Tuhan, maka kesimpulannya sudah sangat jelas, MEREKA TIDAK PERNAH MENJADI UMAT-NYA (ORANG KRISTEN). Kalau mereka pernah jadi orang Kristen maka Tuhan Yesus akan berkata: Aku tidak lagi mengenal kamu …….<br />
c) Orang-orang yang diumpamakan sebagai tanah yang berbatu-batu (Matius 13:20,21 dan yang paralel).<br />
Orang yang diumpamakan sebagai tanah yang berbatu-batu juga bukan orang Kristen sejati. Buktinya benih (firman Tuhan) tidak sempat berakar dalam hati. Orang ini adalah orang yang percaya pada Tuhan Yesus hanya pada taraf otak/pikiran doang, hatinya belum tersentuh oleh kasih Tuhan. Jadi, jangan heran kalau banyak para ahli teologia yang akhirnya “murtad”, karena mereka menerima Tuhan Yesus hanya di akal / pikiran mereka, tetapi hatinya masih dikuasi oleh dosa. Pada dasarnya orang ini belum selamat sehingga juga tidak mungkin murtad!<br />
d) Orang-orang dalam Matius 24:10<br />
Orang-orang yang dimaksud disini jelas bukan orang Kristen sejati (yang telah dipilih dan dilahirkan kembali). Mengapa? Karena pada ayat 22, 24 orang-orang pilihan Allah tetap selamat dan tidak akan mungkin disesatkan oleh nabi-nabi palsu!<br />
Matius 24:22-24<br />
Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.<br />
Adanya peringatan “jangan murtad” belum tentu karena yang diperingatkan tersebut mempunyai kemungkinan untuk murtad. Harus dilihat terlebih dahulu siapa yang diperingatkan dan apa tujuannya memperingatkan jangan murtad.<br />
Ilustrasi:<br />
Kalau peringatan “jangan merokok karena merokok akan bla – bla- bla …” ditujukan pada seorang perokok, memang benar ada kemungkinan orang tadi akan merokok lagi. Tetapi kalau peringatan tersebut ditujukan pada saya, jelas saya tidak akan mungkin merokok karena saya bukan perokokdan tidak pernah merokok, sertya tidak ada niat sedekitpun untuk merokok. Lalu apa gunanya peringatan jangan merokok untuk saya? Jelas ada gunanya dan bahkan sangat berguna! Karena dengan tahu bahaya dari merokok maka hal itu akan meyakinkan saya bahwa tindakan saya yang tidak merokok adalah tepat dan akan menguatkan komitmen saya untuk tidak pernah merokok, bahkan akan mendorong saya untuk mengkampanyekan anti merokok kepada para perokok!<br />
Demikian juga peringatan “Jangan murtad” kalau ditujukan pada orang Kristen palsu, maka ada kemungkinan orang kristen palsu tersebut akan “murtad”! Tetapi kalau ditujukan pada orang Kristen sejati, makaperingatan tersebut justru akan menyakinkan dia bahwa dia telah berada pada jalan yang benar dan akan menguatkan komitmenya untuk tetap berjalan pada jalan tersebut, bahkan akan mendorong dia untuk menunjukkan jalan itu pada orang lain yang belum melewati jalan itu karena ia sudah tahu bahayanya kalau ada orang yang berjalan pada jalan yang tidak ia sedang jalani!<br />
Contoh:<br />
a) Dalam 2 Tes 2: 3 Rasul Paulus memperingatkan kepada jemaat di Tesalonika supaya jangan disesatkan, karena akan banyak pemurtadan (penolakan terhadap agama) ..<br />
Tetapi, dalam ayat 13,14 Rasul Paulus mengucap syukur kepada Allah karena sebagai umat pilihan Allah mereka akan tetap selamat dan memperoleh kemuliaan Kristus, sehingga pada ayat 15, Rasul Paulus meminta mereka untuk tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran yang benar.<br />
Jadi, jelas bahwa adanya peringatan “jangan disesatkan” dan “banyak pemurtadan” tidak menunjukkan adanya indikasi bahwa jemaat di Tesalonika akan dapat tersesat dan murtad, tetapi sebaliknya mereka tetap aman dalam proses keselamatannya.<br />
b) Dalam Ibrani 3:12 Penulis kitab ini memperingatkan supaya orang Ibrani jangan ada yang murtad. Pada ayat-ayat berikutnya dinyatakan bahaya-bahaya dari murtad yang sampai puncaknya pada Ibrani 6: 4-7.<br />
Penulis kitab Ibrani memperingatkan “jangan murtad” kepada orang Ibrani bukan karena mereka bisa murtad, tetapi UNTUK MENEGUHKAN PENGHARAPAN MEREKA AKAN KESELAMATAN YANG SUDAH PASTI, DAN SUPAYA IMAN MEREKA TERUS BERTUMBUH.<br />
Ibrani 4: 9-12<br />
Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.<br />
c) Ibrani 10: 26,35,38<br />
Dr. Suhento begitu yakin dengan adanya ayat-ayat di atas, orang Kristen benar-benar dapat murtad, melepaskan kepercayaanya, dan membatalkan penanggungan dosanya, sehingga ia wanti-wanti agar jemaatnya tidak melakukan hal seperti itu.<br />
Sekali lagi, kalau Dr. Suhento dan jemaatnya memang ada potensi seperti itu, berarti mereka bukan orang Kristen sejati. Mereka bukan seperti orang Ibrani yang menerima surat itu ( dan juga bukan seperti kami he….he… sombong ni ye karena kami juga menyamakan diri seperti orang Ibrani) yang oleh penulis surat Ibrani dinyatakan ..<br />
Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.<br />
(Ibrani 10: 39)<br />
Lihat baik-baik ayat yang saya tebalkan dan besarkan di atas! Firman Tuhan ini menegaskan bahwa adanya peringatan jangan murtad, mengundurkan diri, tidak percaya dan sebagainya, bukan dimaksudkan karena kita ada potensi melakukan seperti itu, tetapi untuk meneguhkan kita bahwa kita sudah ada pada posisi yang benar. Dengan mengingatkan bahwa orang-orang yang tidak berada pada posisi seperti kita akan binasa, maka penulis Ibrani bermaksud supaya kita lebih banyak mengucapsyukur pada Tuhan, semakin mengasihi Tuhan, dan semakin memperkuat iman kita.</p>
<p>Source: http://www.geocities.com/thisisreformed/reformasi.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=87&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/14/9-fitnahan-terhadap-calvinisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VERSI TERJEMAHAN ALKITAB INDONESIA</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/11/versi-terjemahan-alkitab-indonesia/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/11/versi-terjemahan-alkitab-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 18:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel berbobot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Herlianto Alkitab terjemahan kedalam bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia sudah dilakukan sedini tahun 1629 dan sejak itu nama Allah digunakan untuk menerjemahkan El/Elohim/Eloah dan Tuhan untuk menerjemahkan Yahweh dan Adonai. Dalam 50 tahun terakhir, tugas mulia &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/11/versi-terjemahan-alkitab-indonesia/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=84&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="background:white none repeat scroll 0;"><em><span style="color:black;">Oleh : Herlianto </span></em><span style="color:black;"></p>
<p><strong>Alkitab</strong><span class="apple-converted-space"> </span>terjemahan kedalam bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia sudah dilakukan sedini tahun 1629 dan sejak itu nama Allah digunakan untuk menerjemahkan El/Elohim/Eloah dan Tuhan untuk menerjemahkan Yahweh dan Adonai. Dalam 50 tahun terakhir, tugas mulia penerbitan Alkitab dilanjutkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang pada tahun-tahun terakhir ini menerbitkan setiap tahun sekitar 1 juta jilid, suatu berkat bagi kekristenan di Indonesia.</p>
<p>Menarik untuk diketahui bahwa dalam satu dasawarsa terakhir, setidaknya dalam waktu 8 tahun, terbit empat versi terjemahan yang berbeda dengan LAI dan keempatnya dinamakan ‘Kitab Suci.’ Pada tahun 1999 terbit ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (TDB) yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa; tahun 2000 terbit ‘Kitab Suci Torat dan Injil’ (TDI, dicetak 30 ribu) yang diterbitkan oleh Bet Yesua Hamasiah; tahun 2002 terbit ‘Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan’ (UPT) yang diterbitkan oleh Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh; dan tahun 2007 terbit ‘Kitab Suci Indonesian Literal Translation’ (ILT, dicetak 20 ribu) yang diterbitkan oleh Yayasan Lentera Bangsa.</p>
<p>Keempat Kitab Suci Baru itu memiliki kesamaan bahwa mereka ingin mengangkat kembali nama ‘Yahweh’ (bhs. Ibrani), nama yang suci yang menurut mereka tidak boleh diterjemahkan, nama yang menunjukkan sifat Tuhan semesta alam dan bahwa keselamatan itu ada dalam nama Yahweh. Namun pengucapan nama itu tidak seragam juga, sebagai contoh, TDB menulis ‘Yehuwa,’ TDI menulis ‘Yahwe,’ dan UPT &amp; ILT menulis ‘YAHWEH.’ Kesamaan lainnya adalah mereka menolak Allah Trinitarian dan lebih mengarah pada ke’Esa’an Tuhan atau Unitarian. Bila TDB termasuk ‘Unitarian Subordinasionis’ yang menganggap Yesus adalah ciptaan yang lebih rendah dari Yehuwa, umumnya pengikut TDI, UPT, dan ILT menganut keyakinan ‘Unitarian Modalis’ (Sabelianisme), dimana dianggap bahwa hanya ada satu pribadi Yahweh dan Yesus adalah Yahweh sendiri yang menjelma sebagai Yesus dan Roh Kudus adalah Roh atau Daya Hidup Yahweh sendiri. Pada pengantar ILT disebutkan: “YESUS (Yahsua) adalah nama diri dari YAHWEH yang menjelma menjadi manusia untuk menjadi Messias sang Juruselamat.” Bagi ILT, yang memberi kekuatan pada mereka adalah Roh YAHWEH sendiri, konsep yang tidak beda dengan konsep Saksi-Saksi Yehuwa (TDB) bahwa Roh Kudus hanya sekedar tenaga aktif Yahweh yang memberi kekuatan Saksi-Saksi Yehuwa.</p>
<p>Dalam menerjemahkan El/Elohim/Eloah (PL) atau Theos (PB), TDB tetap menggunakan terjemahan ‘Allah,’ namun TDI, UPT &amp; ILT menolak penggunaan nama itu karena dianggap sebagai nama berhala bahkan nama Setan, jadi TDI menulis ‘Eloim,’ UPT menulis ‘Tuhan,’ dan ILT menulis ‘Elohim.’ Baru dari beberapa contoh ini saja sudah terungkap bahwa keempat aliran, khususnya ketiga yang terakhir ini tidak mempunyai kesepakatan dalam kalangan mereka sendiri, sehingga terjemahan-terjemahan itu tidak bisa berfungsi sebagai pemersatu dan berpotensi membingungkan umat. Ini berbeda dengan terjemahan LAI yang secara umum digunakan selama ini yang sudah jelas merupakan pemersatu umat Kristen Indonesia dengan Tuhan dan sesama Kristen.</p>
<p>Soal etika penterjemahan, TDB menerjemahkan langsung dari naskah bahasa Inggeris mereka (New World Translation), namun TDI dan UPT merupakan terjemahan plagiat yang nyaris menjiplak seluruh terjemahan LAI tanpa izin dan hanya mengganti beberapa nama dengan nama Yahweh dan beberapa nama Ibrani lainnya. Sungguh menyedihkan bahwa mereka yang mau memuliakan Yahweh itu ternyata mempermalukan Yahweh dan melanggar hukum ke-8 ‘Jangan mencuri’ (hak cipta orang lain) dan ke-10 ‘Jangan mengingini … apapun (termasuk hak cipta) yang dipunyai sesamamu.’</p>
<p>Rupanya tumbuh sepercik kesadaran sehingga kelompok yang menerbitkan ILT tidak ingin mengulang perilaku yang mempermalukan Yahweh itu dan berusaha menerjemahkan sendiri dari naskah ‘The Interlinear Bible’ karya J.P. Green. Suatu tindakan terpuji bahwa ILT meminta izin kepada J.P. Green sebagai pemegang hak cipta. Namun apakah ILT konsisten? Pada akhir Pengantarnya, ILT menyinggung soal hak cipta penerjemahan dengan menuliskan:</p>
<p><em>“Adapun hak cipta penerjemahan itu perlu didaftarkan, demi memberi perlindungan kepada Yayasan Lentera Bangsa yang telah bersusah payah melakukan penerjemahan, jangan sampai hak-haknya untuk menerbitkan dan memasarkannya ditutup/ditiadakan oleh pihak-pihak lain.”</em></p>
<p>Soal hak ini justru menjadi boomerang bagi ILT karena ILT ternyata juga mencuri hak penerjemahan LAI tanpa meminta izin (setidaknya tidak disebutkan dalam Pengantar) dan sekarang meng’klaim’ sebagai hak cipta mereka! ILT masih menjiplak ke’66’ nama kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru terjemahan LAI termasuk singkatannya. Mengapa nama-nama kitab dan singkatannya ILT tidak membuat terjemahan sendiri? Suatu kejujuran yang masih setengah hati, bahkan sekarang dengan mendaftarkannya sebagai hak cipta ILT, berarti mencuri hak cipta LAI lalu diakui sebagai hak cipta sendiri!</p>
<p>Soal nama Yahweh dan El/Elohim/Eloah, para pendukung TDI, UPT &amp; ILT beranggapan bahwa nama Yahweh dan Elohim tidak boleh diterjemahkan, benarkan konsep demikian? Fakta sejarah keyahudian dan kekristenan dalam tiga milenium menunjukkan bahwa klaim itu klaim yang gegabah. Sedini abad-5 SM, sebagian kitab Esra, Daniel, dan Yeremia, sudah dialih-bahasakan ke dalam bahasa Aram dimana nama-nama Yahweh dan El/Elohim/Eloah sudah dialih-bahasakan menjadi ‘elah/elaha.’<span class="apple-converted-space"> </span></p>
<p>Demikian juga pada abad-3 SM, Tanakh diterjemahkan ke bahasa Yunani dalam bentuk Septuaginta (LXX) dimana Yahweh dan Adonai diterjemahkan ‘Kurios’ dan El/Elohim/Eloah diterjemahkan menjadi Theos.<span class="apple-converted-space"> </span></p>
<p>Tidak ada petunjuk dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Yahweh dan Yesus berkeberatan atas terjemahan itu, malah Perjanjian Baru mengikuti pola Septuaginta (salinan resmi yang para penerjemahnya diutus oleh Imam Besar Eliezer di Yerusalem). Dan, sepanjang sejarah kemudian nama Yahweh dan Elohim diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan sudah menghasilkan bermilyar manusia Kristen yang menyembah dan memuliakan Yahweh dalam bahasa mereka sendiri. Menganggap bahwa milyaran umat Kristen sedunia yang tidak menggunakan nama Yahweh sebagai sesat merupakan ciri khas dari aliran sekte yang elitis.</p>
<p>Dalam hal nama Elohim kita sudah melihat tiga versi terakhir itu berbeda-beda dalam nenerjemahkan, yang satu Eloim, yang kedua Tuhan dan yang ketiga Elohim. Ada dua kesalahan pokok dalam penggunaan Eloim/Elohim, yaitu: (1) Elohim dianggap hanya sebagai nama generik, ini menutup fakta bahwa Elohim juga sering menunjuk sebagai nama diri (proper name) disamping sebagai nama sebutan (generic); dan (2) El/Elohim/Eloah, ketiganya diterjemahkan sebagai ‘Eloim/Elohim.’ Kita harus sadar bahwa sekalipun El/Elohim/Eloah ada kesamaannya, ketiganya juga ada bedanya, jadi dengan hanya menunjuk kepada Eloim/Elohim berarti mengabaikan adanya perbedaan. Sebagai contoh dapat dilihat perbandingan ayat berikut:</p>
<p>“El, Elohe Yisrael” (Kej.33:20). Ini diterjemahkan sebagai berikut:<br />
<em>“Eloim Israel ialah Eloim” (TDI)<br />
“Yang Mahatinggi Tuhannya Israel” (UPT)<br />
“El, Elohim Israel” (ILT)<span class="apple-converted-space"> </span></em></p>
<p>Demikian juga dengan ayat:<span class="apple-converted-space"> </span><br />
“Akulah El, Elohe Ayahmu’ (Kej.46:3). Ini diterjemahkan sebagai berikut:<em><br />
“Akulah Eloim, Eloim ayahmu” (TDI)<br />
“Akulah Tuhan, Tuhan ayahmu” (UPT)<br />
“Akulah Elohim, Elohim ayahmu” (ILT).</em></p>
<p>Khusus dalam versi terjemahan terakhir yaitu ILT, El/Elohim/Eloah yang umumnya ditulis Elohim saja, namun disadari bahwa kalau ‘Elohim’ menunjuk pada ilah-ilah lain selain yang Mahakuasa, maka diterjemahkan ‘ilah.’ Jadi tanpa sadar sebenarnya diakui bahwa ‘elohim’ bisa berarti ‘ilah’ dalam bahasa Arab, padahal untuk menunjuk pada nama lain Yahweh ini, bahasa Arab menambahkan dengan kata sandang menjadi al-ilah atau Allah. Menarik melihat bahwa kalau Alkitab resmi dalam bahasa Arab, El/Elohim/Eloah diterjemahkan menjadi ‘Allah’ (a.l. Arabic Bible, Todays Arabic Version) ada juga Kitab Suci jiplakan dari pemuja nama Yahweh yang menerjemahkannya bukan dengan kata Allah melainkan ‘al-ilah’ (Arab Bible, mengaku menjiplak terjemahan Arabic Bible dan mengganti kata ‘Allah’ disitu menjadi al-ilah). Seperti diketahui dikalangan umat Kristen berbahasa Arab, jauh sebelum Islam lahir, nama ‘Allah’ sudah digunakan baik sebagai bahasa lisan maupun ketika dituliskan sebagai Alkitab dalam bahasa Arab, dan masa sekarang 29 juta orang Kristen berbahasa Arab menggunakan empat versi Alkitab Arab yang semuanya menggunakan nama ‘Allah,’ ini belum termasuk puluhan juta umat Kristen di Indonesia dan Malaysia yang selama empat abad sudah menyebut nama Allah yang tertuju kepada El/Elohim/Eloah.</p>
<p>Kita harus berhati-hati menghadapi Pemuja Nama Yahweh dengan Kitab-Kitab Suci mereka yang kelihatannya sepintas lalu menarik karena ingin memurnikan terjemahan dan mengembalikan nama Tuhan sebenarnya, ternyata sudah terbukti ke-empatnya tidak sejalan, dan jelas akan membingungkan daripada meluruskan kebenaran. Namun, lebih dari itu seseorang yang tidak sadar dan ikut-ikutan mengikuti para pemuja Yahweh, mereka akan ditarik kepada suatu keyakinan yang menjauh dari kekristenan historis dan pengakuan Iman Rasuli. Seseorang yang tertarik Pemuja Nama Yahweh akan disadari atau tidak akan dibawa ke arah:</p>
<p>(1) Fanatisme kelompok Yahudi yang sangat Ibrani/Yahudi sentris,<br />
ini keyakinan sempit sekte ‘Yahweh’ dalam agama Yahudi.</p>
<p>(2) Sikap tidak bersahabat memusuhi dunia Islam/Arab dengan semangat menolak nama Allah yang dianggap nama berhala bahkan nama Setan (Di kalangan Pemuja Nama Yahweh disebar-luaskan buku ‘The Islamic Invasion’ karya Robert Morey yang sarat sikap anti Arab/Islam, sehingga dua tokoh mereka terkena Fatwa Mati).</p>
<p>(3) Sikap yang menyalahkan semua umat Kristen yang tidak menggunakan nama Yahweh tetapi menggunakan nama Allah sebagai menghujat Yahweh, padahal dengan menyebut ‘Allah’ sebagai nama berhala bahkan nama Setan bukankah itu justru menghujat ‘Allah,’ nama El/Elohim/Eloah dalam bahasa Arab?</p>
<p>(4) Menyalahkan Alkitab LAI yang sudah digunakan dan membangunkan<br />
puluhan juta orang Kristen (ada pemuja Yahweh yang menyebut LAI sebagai<br />
Lembaga Alat Iblis karena menerbitkan Alkitab berisi nama Allah).</p>
<p>(5) Menjauhi keyakinan Tritunggal/Trinitarian dan lari kepada<br />
kepercayaan Unitarian/Sabelian yang menolak Tuhan Yesus sebagai<br />
pribadi yang terpisah dari Bapa sekalipun keduanya sehakekat.</p>
<p>Semoga pembahasan ini memperjelas apa yang sedang kita hadapi bersama, dan semoga mereka yang terpengaruh atau bersimpati dalam usaha memurnikan nama Yahweh itu menyadari bahwa mereka sedang terseret kepada suatu arus fanatisme yang bisa mendukacitakan nama ‘Allah’ nama Tuhannya Abraham dalam bahasa Arab.</p>
<p>Salam kasih dari Sekertari<a href="http://www.yabina.org/"><span class="apple-converted-space"><span style="color:black;text-decoration:none;"> </span></span><span style="color:black;">www.yabina.org</span></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=84&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2009/01/11/versi-terjemahan-alkitab-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>What’s wrong with infant baptism?</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/what%e2%80%99s-wrong-with-infant-baptism/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/what%e2%80%99s-wrong-with-infant-baptism/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[A debate about one or more topics especially theology is more likely never comes to the end. Coming to the finish line with a joint-agreement is not an easy matter to gain. Perdebatan, khususnya di bidang teologi nampaknya tidak pernah &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/what%e2%80%99s-wrong-with-infant-baptism/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=73&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A debate about one or more topics especially theology is more likely never comes to the end. Coming to the finish line with a joint-agreement is not an easy matter to gain. Perdebatan, khususnya di bidang teologi nampaknya tidak pernah berakhir. Sukar sekali kesepakatan bersama diraih. Begitu juga terkadang perdebatan yang alot, kekeh jumekeh alias ngotot memang fakta yang tidak dapat dihindari ketika mendiskusikan suatu tema Alkitab ini. Yes, especially with the infant baptism (baptisan anak). Ada golongan-golongan tertentu yang mengatakan bahwa babtisan anak itu tidak Alkitabiah bahkan berani mengatakannya sesat. Karena itu saya tidak bisa berdiam diri. Sebagai seorang Kristen saya ingin menegakkan kebenaran yang benar-benar kebenaran. Ya, dengan melihat fenomena itulah maka saya mencoba memposting blog ini. Saya rasa perlu juga menyampaikan buah pikiran saya di sini. Namun saya tidak ingin terlibat dalam “debat kusir”. Kalau sudah jelas tidak perlu berdalih ini dan itu lagi. Tidak perlu mencari pembenaran diri yang ngotot. Posting saya berjudul “SALAHKAH BAPTISAN ANAK ITU?” . Tentu saja saya akan membahas tentang baptisan anak. Saya tidak akan berpanjang lebar membahas tentang baptisan mana yang benar dan mana cara baptisan yang tidak benar, karena hal itu akan saya bicarakan pada blog yang lain. Tujuan saya menulis ini semata-mata hanyalah ingin menyampaikan suatu kebenaran yang Tuhan berikan kepada saya dengan segala kemampuan yang ada pada saya, dan semoga dapat menjadi berkat bagi kita semua.<br />
Kita biasanya paling pandai kotasi, mengambil bahan dari berbagai sumber untuk membuktikan bahwa kita very learned. Seperti banyak mahasiswa teologia yang pintar mengutip buku-buku dan bahan dari sana sini. Secara akademik mereka mungkin sudah lulus tapi secara pemahaman Firman Tuhan sama sekali “kosong”!!!. Celakalah orang yang belajar teologia dengan cara demikian. Satu hal, meskipun kita memakai banyak referensi, buku doktrin dan teologi sistematika atau yang lainnya untuk memahami dan menjelaskan suatu topik Alkitab, tetapi marilah kita sungguh-sungguh kembali dan menyelidiki Alkitabnya dan menjadikannya sebagai standar kebenaran yang otoritatif di atas semuanya itu. Karena buku-buku selain Alkitab adalah tafsiran manusia yang bisa keliru. Sebenarnya, tidak salah jika kita memakai sumber penunjang, tapi yang terpenting adalah apakah buku atau sumber penunjang itu otoritatif atau tidak, dan Alkitab harus menjadi standar utama. Kalau mau memakai bahan-bahan penunjang, bagi saya dari sekian banyak buku teologia, yang pembahasannya sangat ketat, tajam dan komprehensif (mendalam) adalah buku-buku tafsiran dari para teolog reformed (seperti Yohanes Calvin, Prof. Dr. Louis berkhof, Hodge, Matthew Henry, Bavinck, Pdt. Dr. Stephen Tong dll). Berbahagialah orang yang mempelajari teologi reformed dengan rendah hati, mereka akan dihindarkan dari jurang-jurang yang terjal dan mematikan. Berapa banyak diantara kita yang dengan rendah hati mempelajarinya?<br />
Well, niatnya bukan mau promosi cuma kebetulan saya lagi teringat, mengenai buku teologi, khususnya teologi sistematika, kalau boleh, saya sarankan bacalah bukunya Prof. Dr. Louise Berkhof, Jilid I sampai jilid VI. Untuk baptisan, buku Prof. J.I Packer tentang “apa itu baptisan?”. (Cuma tetap Alkitab di atas semuanya). Kemudian untuk masalah teologi dan pelayanan, buku-buku rohani, tulisan, kaset/video seminar dan khotbah termasuk KKR dari Pdt. Dr. Stephen Tong sangat disarankan/direkomendasikan untuk dibaca dan disimak (cuman jaman sekarang banyak orang yang terlalu apriori dengan pak Tong. Bagi saya orang yang demikian adalah tidak rendah hati, alias sombong, meskipun tidak sadar atau memang kekeh jumekeh dan gengsi tidak mau berubah. Tidak ada yang bisa melarang tentunya). Saya sendiri terkadang juga kurang teliti dan agak lambat dalam memahami hal teologia, khususnya yang berat dan berbobot seperti teologi reformed, meskipun saya rindu sekali untuk mempelajari teologi yang ketat. Tapi itulah kapabilitas saya. Saya menyadari hal itu. I realize that. Namun, saya berusaha terus belajar, belajar dan belajar dan mau diajar.<br />
Anyway, saya sudah terlalu berpanjang lebar di bagian pendahuluan. Anda mungkin bertanya-tanya dan menunggu-nunggu sejak tadi kapan saya akan masuk ke inti pembahasan blog saya ini. Baiklah sekarang saya akan masuk ke inti pembahasan tentang baptisan anak ini.<br />
SALAHKAH BAPTISAN ANAK?<br />
Saya melihat memang merupakan suatu fakta bahwa ada sejumlah orang yang menimbulkan kehebohan di dalam gereja berkenaan dengan baptisan anak-anak. Dengan sombong mereka mengatakan bahwa baptisan ini tidak memiliki dasarnya sebagai institusi Allah, tetapi dimasukkan kemudian semata-mata berdasarkan ide manusia. Tentu kita menyetujui bahwa suatu sakramen yang tidak berdiri di atas dasar Firman Tuhan, tidak akan mempunyai kekuatannya. Namun bagaimana jika setelah diuji, diadakan penyelidikan, ternyata tuduhan yang dilontarkan terhadap institusi yang kudus ini hanyalah fitnah yang tidak beralasan. This is our answer. Pertama, ajaran yang sudah diterima baik di antara kaum saleh (the saints) ialah pandangan yang tepat mengenai tanda-tanda tidak terletak hanya pada segi lahiriah dari upacara itu, tetapi terutama terletak pada janji dan rahasia-rahasia (kebenaran-kebenaran) rohani yang digambarkan oleh upacara yang diperintahkan oleh Tuhan itu. Alkitab menyatakan bahwa baptisan pertama-tama menunjuk kepada pembersihan dari dosa, yang kita peroleh dari darah Kristus; selanjutnya ialah pematian kedagingan, yang didasarkan pada keikutsertaan kita dalam kematian-Nya yang melaluinya kita dilahirkan kembali untuk memperoleh hidup yang baru dan persekutuan dengan Kristus. Inilah intisari ajaran Alkitab tentang baptisan; yang ada di luar itu hanyalah suatu tanda yang menyatakan kepercayaan kita di hadapan orang-orang.<br />
Sunat sudah dimiliki umat Allah jauh sebelum baptisan ditetapkan. Ketika perbedaan dan kesamaan antara kedua tanda ini diselidiki, terlihatlah hubungan anagogi keduanya, maksud saya, sunat mengantisipasi baptisan. Kovenant atau jamji yang diberikan Allah kepada para bapa leluhur dalam sunat, juga diberikan kepada kita dalam baptisan, yaitu sebagai gambaran tentang pengampunan dosa dan pematian kedagingan (bdk. Ul.10:16; 30:6).<br />
Sekarang kita dapat melihat dengan jelas antara persamaan dan perbedaan kedua tanda ini. Dalam keduanya terdapat janji yang sama, yaitu anugerah Allah yang penuh kebapaan, pengampunan dosa, dan kehidupan kekal. Hal yang dirujuk keduanya juga sama, yaitu kelahiran baru, dan keduanya memiliki satu landasan yang sama yang menjadi dasar bagi penggenapan semua ini. Jadi tidak ada perbedaan kebenaran internal yang melaluinya seluruh kekuatan dan karakter dari sakramen ini diuji. Perbedaan antara keduanya terletak di bagian luar saja, yaitu upacara lahiriah, yang merupakan seginya yang tidak penting.<br />
Ketika menyelidiki Alkitab untuk mengetahui apakah dibenarkan untuk melakukan baptisan kepada anak-anak, kita akan menemukan bahwa baptisan bukan saja layak diberikan, bahkan wajib diberikan kepada mereka. Bukankah dulu Tuhan telah menganggap mereka layak menerima sunat untuk membuat mereka berbagian dalam semua janji yang ditunjuk oleh sunat? Penyunatan bayi ini bagaikan meterai yang mengesahkan janji-janji kovenan. Dan karena janji ini masih teguh maka semua ini juga berlaku bagi anak-anak Kristen sekarang ini, sama seperti dulu menyangkut anak-anak Yahudi. Dan kalau anak-anak ini turut mendapat bagian dalam apa ditunjuk oleh tanda itu, mengapa mereka harus dicegah untuk mendapatkan tandanya?<br />
Kitab suci bahkan mewahyukan kepada kita kebenaran yang lebih pasti. Anak-anak Yahudi, karena telah dijadikan sebagai pewaris perjanjian (kovenan) ini, dan dibedakan dari orang-orang yang fasik, sehingga mereka disebut benih yang kudus (Ez. 9:2; Yes. 6:13). Demikian juga dengan anak-anak Kristen. Mereka dianggap kudus, yang dibedakan dari orang-orang yang najis (1Kor. 7:14). Setelah mengadakan perjanjian dengan Abraham (bapa orang beriman), maka kita melihat bahwa Allah memerintahkan supaya hal ini dimeteraikan oleh suatu tanda lahiriah. Dengan demikian, kita tidak mempunyai alasan untuk tidak menyaksikan dan memeteraikan perjanjian ini di dalam diri anak-anak kita.<br />
Ketika Kristus memerintahkan supaya anak-anak dibawa kepada-Nya, Ia menambahkan &#8220;karena orang-orang seperti inilah yang empunya kerajaan Allah.&#8221; Pertanyaan kita ialah jika anak-anak harus dibawa kepada-Nya, mengapa mereka tidak sekaligus diterima dalam baptisan, yaitu simbol persekutuan dengan-Nya? Jika Kerajaan Allah adalah milik mereka, mengapa kita menolak tanda yang membuka jalan bagi mereka untuk masuk ke dalamnya? Mengapa kita menutup pintu bagi mereka yang hendak diterima oleh Allah? Apa hak kita atas hal itu?<br />
Karena itu, janganlah ada seorang pun yang tidak menerima bahwa baptisan bukanlah karangan manusia, karena Alkitab membenarkan dan mendukung hal ini. Mereka (golongan tertentu) yang menolak baptisan anak karena mengatakan tidak ada bukti bahwa para rasul membaptiskan anak-anak adalah argument yang tidak meyakinkan. Saya setuju dengan pak Hai-Hai bahwa meskipun hal baptisan bayi atau anak tidak tercatat dalam Alkitab, itu tidak berarti bahwa Alkitab tidak mengajarkannya. Karena, walaupun para penulis Injil tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa anak-anak juga dibaptis, namun para penulis Injil juga tidak menyebutkan bahwa ada perkecualian bagi anak-anak dari baptisan yang diberikan kepada seluruh keluarga (Kis. 16:15, 32-33). From these verses, who can show and prove or rebut me that infants or children are not included to baptism? Siapa yang bisa tunjukkan dari nas-nas ini kalau anak-anak tidak turut dibaptis? Apakah karena Alkitab tidak pernah menuliskan hal secara eksplisit bahwa wanita juga turut menerima Perjamuan Kudus oleh para rasul, maka wanita harus dikecualikan dari Perjamuan Kudus. Perhatikan poin ini. Seperti istilah Tritunggal, di Alkitab tidak ada istilah itu, istilah itu adalah kesimpulan dari bapa-bapa gereja di masa lampau, namun kita mengakui bahwa doktrin Allah Tritunggal itu secara implicit diajarkan oleh Alkitab bahkan sejak permulaan di kitab Kejadian.<br />
Selanjutnya, agar jangan ada orang yang melecehkannya sebagai hal yang tidak berguna, maka kita akan menunjukkan berkat apa yang diberikan oleh pelaksanaan baptisan anak ini kepada orang percaya yang menyerahkan anak-anaknya untuk dibaptis dan bagi anak-anak yang dibaptis itu. Melalui institusi/sakramen kudus ini iman kita mendapatkan penghiburan. Sebab tanda ilahi yang diberikan kepada anak itu menegaskan janji yang diberikan kepada orangtua yang saleh dan menyatakan bahwa secara pasti Tuhan akan menjadi Allahnya dan bahkan Allah anak-anaknya; dan bahwa Ia akan mencurahkan kebaikan dan anugerah-Nya kepadanya dan keturunannya hingga beribu-ribu angkatan (Kel. 20:6). Mereka yang menyambut janji Allah, yaitu bahwa kemurahan Allah menjangkau hingga kepada anak-anak mereka, hendaklah memahami kewajiban mereka untuk mempersembahkan anak-anak mereka kepada gereja untuk dimeteraikan oleh simbol kemurahan, dan dengan demikian, memberikan keyakinan yang lebih sungguh kepada mereka, sebab mereka melihat sendiri perjanjian Allah telah diukirkan di dalam diri anak-anak mereka.<br />
Di sisi lain, anak-anak juga menerima berkat baptisan. Dengan dimasukkannya mereka ke dalam tubuh gereja, berarti mereka telah dipercayakan kepada anggota-anggota tubuh yang lain, dan ketika mereka sudah dewasa, mereka akan lebih terdorong untuk sungguh-sungguh menyembah Allah karena mereka telah diterima menjadi anak-anak Allah melalui simbol adopsi, sebelum mereka cukup besar untuk mengakui Allah sebagai Bapa. Akhirnya, kita patut merasa gentar terhadap ancaman yang menyatakan bahwa Allah akan membalas siapa saja yang menganggap hina pemberian tanda simbol perjanjian (kovenan) kepada anak-anaknya. Karena dengan penghinaan seperti ini, anugerah yang ditawarkan telah mereka tolak, dan bahkan ingkari (Kej. 17:14).<br />
Some people say that infants or children are not allowed to get baptism since they are still too young to understand the mystery of the baptism, that is, “spiritually born again” (Ya, Sebagian orang mengatakan bahwa anak-anak tidak boleh dibaptis karena mereka belum cukup umur untuk dapat mengerti misteri (kebenaran) yang dirujuk oleh baptisan, yaitu kelahiran baru secara rohani). Orang yang berkata demikian tidak mengerti bahwa anak-anak dilahirbarukan oleh karya Allah yang melampaui pengertian kita (It is a sovereignty of God which beyond our understanding). Alasan mereka yang lain yang mereka kemukakan ialah karena baptisan adalah sakramen pertobatan dan iman, maka anak-anak tidak boleh dibaptis karena mereka belum dapat bertobat maupun beriman. Kita akan menjawab bahwa argumen ini tidak dapat menjawab pertanyaan mengapa Allah memerintahkan penyunatan anak-anak, yang disebut oleh Kitab Suci sebagai tanda pertobatan, dan yang disebut oleh Paulus sebagai &#8220;meterai kebenaran berdasarkan iman&#8221; (Rm. 4:11). Kita menyatakan bahwa anak-anak dibaptis dalam pertobatan dan iman yang akan mereka lakukan di masa yang akan datang, dan benih ini tersimpan dalam diri mereka karena karya Roh Kudus. Roh Kudus yang memberikan materai. Seperti dalam pertobatan, apakah pertobatan mendahului kelahiran kembali? Ajaran sejati Alkitab harus mengatakan “tidak”. Tetapi Roh Kudus yang memperanakkan kita dulu melalui proses kelahiran kembali (Baptisan Roh Kudus) yang kita tidak mengerti (mengapa Tuhan memilih kita), baru kemudian kita bisa sadar dan melakukan pertobatan. Pertobatan adalah sebagai efek dari kita yang telah dilahirkan kembali oleh Allah, sebagai reaksi atau respon kita yang beriman kepad-Nya. Jadi, SALAHKAH BAPTISAN ANAK ITU? Seperti yang pernah saya bilang pada salah satu komentar saya di SABDAspace ini, If we understand the doctrine of predestina What’s wrong with infant baptism? tion correctly, then we could agree that the infant baptism is not wrong but is really biblical (kalau kita mengerti doktrin predestinasi dengan benar, maka kita akan mengerti dan setuju bahwa BAPTISAN ANAK ITU TIDAK ADA YANG SALAH. TAPI 100% ALKITABIAH.<br />
Demikian posting saya tentang tema ini, semoga dapat memberikan iluminasi, berkat dan tentunya bermanfaat bagi kita semua. Biarlah segala kemuliaan pada akhirnya hanya kita kembalikan kepada Tuhan di dalam Allah Tritunggal, Amin (Soli DEO Gloria).<br />
Diadaptasi oleh desfortin dari:<br />
The Institutes of the Christian Religion, IV.16 by John Calvin<br />
(The important reformator or the founding father and the root of Reformed Theology until today)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=73&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/what%e2%80%99s-wrong-with-infant-baptism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKRISTENAN DAN BISNIS</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/kekristenan-dan-bisnis/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/kekristenan-dan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 13:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Christianity and Business oleh: Pdt. Sutjipto Subeno, M.Div. 1. UANG DAN FIRMAN Nats: 2Tim. 3:1-2; 1Tim. 6:9-10; Luk. 16:1-9 Referensi: Hal Pengumpulan Harta (Mat 6:19-24) Orang Muda yang kaya (Mat 19:16-26; Mrk 10:17-27; Luk 18:18-27) Orang kaya yang bodoh (Luk &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/kekristenan-dan-bisnis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=74&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Christianity and Business</p>
<p>oleh: Pdt. Sutjipto Subeno, M.Div.</p>
<p>1. UANG DAN FIRMAN</p>
<p>Nats: 2Tim. 3:1-2; 1Tim. 6:9-10; Luk. 16:1-9</p>
<p>Referensi:<br />
Hal Pengumpulan Harta (Mat 6:19-24)<br />
Orang Muda yang kaya (Mat 19:16-26; Mrk 10:17-27; Luk 18:18-27)<br />
Orang kaya yang bodoh (Luk 12:13-21)<br />
Persembahan Janda miskin (Mrk 12:41-44; Luk 21:1-4)<br />
Orang kaya dan Lazarus (Luk 16:19-31)</p>
<p>Latar Belakang Permasalahan<br />
Kehidupan manusia modern semakin hari semakin tidak bisa terlepas dari kebutuhan akan uang. Apalagi setelah penegasan dari Abraham Maslow bahwa kebahagiaan manusia sangat ditentukan oleh kebutuhannya. Dan kebutuhan yang paling mendasar adalah kebutuhan akan makanan dan minuman. </p>
<p>Prinsip Alkitab tentang Uang<br />
1. Uang itu berbahaya<br />
Satu terobosan konsep yang Alkitab bukakan kepada kita adalah bahwa uang merupakan hal yang sangat berbahaya. Alkitab memperingatkan kita bahwa cinta uang merupakan akar dari segala kejahatan. Uang menyebabkan manusia terlepas dari kehendak Tuhan.<br />
Konsep ini sebenarnya secara hakekat dan di dalam lubuk hati banyak orang, sudah disadari dan dimengerti. Tetapi tekanan konsep materialisme membuat banyak sekali orang yang sulit sekali melepaskan diri dari pola nilai materialisme ini sendiri.<br />
Cara menangani uang haruslah dengan sangat konseptual. Dengan sadarnya kita akan tantangan-tantangan berat yang harus kita hadapi di dalam masalah uang, maka kita harus betul-betul serius dalam menanggapi permasalahan ini. Seringkali kita menyikapinya dengan sangat pragmatis, dan beranggapan bahwa tokh semua orang yang bersikap seperti itu. Pemikiran ini justru mendatangkan banyak korban yang dahsyat. Banyak orang yang hidupnya menjadi budak uang. Ia bahkan tidak lagi mengerti mengapa ia mengejar uang, dan ia tidak mendapatkan hasil apa-apa dari tindakannya itu. Seluruh hidupnya dikorbankan, keluarganya dikorbankan, tetapi ia sendiri tetap tidak sadar, dan beranggapan itulah cara ia menolong dan menopang seluruh kehidupan dan keluarganya. Bahkan jika akhirnya ia tertipu atau bangkrut, tidak segan-segan ia menghabisi nyawanya sendiri karena tidak tahan menghadapi tekanan. Betapa malang manusia materialis.<br />
Dengan kekayaan dan kemuliaan dunia Iblis mencoba meruntuhkan Tuhan Yesus ketika berada di pencobaan di padang gurun. Setan tahu sekali bagaimana harus menjebak Tuhan Yesus dan ia menggunakan senjata pamungkas yang paling ampuh, yang biasanya pasti dapat meruntuhkan iman yang sekuat apapun. Tawarannya pun tidak tanggung-tanggung, karena ia sedang berhadapan dengan oknum yang luar biasa kuat. Tetapi tokh akhirnya setan tidak mampu meruntuhkan Tuhan Yesus. Bagaimana dengan kita?<br />
Hanya anak-anak Tuhan yang bisa menjadi orang kaya sejati. Artinya, ia betul-betul menyadari bahayanya uang dan kekayaan materi, sehingga tidak memperkenankan dirinya dikuasai atau dikondisikan oleh uang atau kekayaannya. Orang Kristen sejati adalah orang-orang yang tidak pernah membiarkan uang meracuni dan menghancurkan diri dan imannya. </p>
<p>2. Uang perlu ditaklukkan<br />
Alkitab mengatakan bahwa tidak mungkin seorang mengabdi kepada Tuhan dan sekaligus Mamon. Mamon adalah nama Dewa Uang. Gambaran ini diberikan untuk melambangkan bahwa uang cenderung akan menjadi tuan. Melalui perkataan ini, Tuhan Yesus ingin menegaskan bahwa uang tidak boleh menjadi tuan kita. Jika Tuhan kita adalah Allah, maka Mamon harus menjadi budak kita. Inilah ordo yang tepat. Uang harus dipergunakan untuk melayani Allah, dan bukan Allah untuk melayani uang.<br />
Di dalam kehidupan modern, maka banyak konsep agama yang sudah di-materialisme-kan. Agama adalah sarana untuk mencapai tujuan akhir yang kekayaan, yang dipercaya sebagai sumber kebahagiaan manusia. Akibatnya, ketika kita “menyembah” Allah, sebenarnya kita sedang menyembah uang kita. Allah yang kita sembah haruslah Allah yang bisa memenuhi permintaan uang kita. Konsep ini jelas di dalam konsep “jin seribu satu malam.” Juga di dalam Kekristenan-pun pola ini juga muncul. Akibatnya, ketika beragama, ia bukan menjadi manusia religius yang sejati, tetapi manusia yang mereligiuskan materi. Inilah kejahatan mendasar akan dosa manusia (Rom 1:21-23).<br />
Anak-anak Tuhan diberi kekuatan oleh Tuhan untuk kita hanya mentuhankan Allah. Hanya kepada Allah kita harus menundukkan diri dan menjadi budak. Kalau kita tidak mau menjadi budak Allah, tidaklah heran kita segera akan menjadi budak setan dan menjadi budak materi. Oleh karena itu, Alkitab memberikan peringatan yang tegas kepada kita.</p>
<p>3. Uang merupakan sarana bukan tujuan<br />
Melalui perumpamaan bendahara yang tidak jujur, Alkitab membukakan suatu kebenaran kepada kita, yaitu bahwa uang bukanlah tujuan bagi hidup manusia, tetapi uang hanya meru¬pakan sarana untuk mencapai kemuliaan yang lebih tinggi.<br />
Kesalahan fatal manusia adalah karena menjadikan uang se¬ba¬gai tujuan terakhir bagi hidup manusia.<br />
Uang bagi orang Kristen bukan sesuatu yang perlu dibenci dan kita bertindak ekstrem dengan mengatakan kita tidak memerlukan uang, dan orang Kristen adalah orang yang anti uang. Alkitab menegaskan bahwa uang hanyalah suatu sarana untuk menuju sasaran yang jelas, yaitu demi menjalankan kehendak Allah.<br />
Maka dari konsep di atas, terdapat kaitan yang erat sekali antara uang dan ketaatan kepada Allah. Penggunaan uang yang tidak sesuai dengan ketaatan pada Allah tidak akan mempermuliakan Allah. Hanya penggunaan uang yang sesuai dengan ketaatan kepada Allah, barulah uang itu akan menjadi sarana yang baik.</p>
<p>Penggunaan uang di dalam ketaatan<br />
A. Kesalahan konsep tentang uang<br />
1. Uang itu netral<br />
2. Uang sumber kebahagiaan<br />
3. Tidak bisa hidup tanpa uang</p>
<p>B. Konsep uang yang benar<br />
1. Seluruh harta berasal dari Tuhan<br />
2. Melepaskan diri dari ikatan materialisme<br />
3. Uang menjadi budak pekerjaan Tuhan</p>
<p>Hasilnya<br />
Dengan konsep Kristen yang benar tentang uang, maka seluruh kehidupan kita tidak akan diterpa oleh materialisme.<br />
1. Kehidupan yang mempermuliakan Allah<br />
2. Kehidupan yang stabil.<br />
3. Kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang</p>
<p>2. ALKITAB DAN TINJAUAN SISTEM EKONOMI</p>
<p>Nats: 2Tim. 3:1-2; 1Tim. 6:9-10; Luk. 16:1-9</p>
<p>Latar Belakang Permasalahan<br />
Prinsip ekonomi dunia telah berusaha menggeser pengertian ekonomi yang sesungguhnya. Bukan saja demikian, bahkan dunia ekonomi sekarang telah berusaha keras untuk menggeser semua bidang lainnya. Ekonomi merupakan bidang yang dianggap paling berkuasa dan paling ampuh di dunia. Ekonomi menjadi andalan dan penentu mati-hidupnya manusia.<br />
Berbekal format materialis-humanis ekonomi berkembang menjadi satu format penentu dunia. Bahkan sekarang ekonomi jauh lebih ditakuti ketimbang senapan atau rudal. Ancaman ekonomi dirasakan sebagai ancaman yang jauh lebih mematikan.<br />
Di dalam keadaan seperti ini, maka dunia berubah menjadi dunia yang berpusat pada ekonomi. Dunia berjuang untuk mencari kelebihan material dan mengejar keuntungan. Seluruh dunia dinilai dari ukuran ekonominya. Itulah penentu kesuksesan dunia.</p>
<p>Iman Kristen dan Ekonomi<br />
Lebih celaka lagi ketika Kekristenanpun tercemar dengan ide materialisme seperti ini. Sekalipun Alkitab berulang kali membicarakan tentang bahayanya berpusat pada uang dan mengejar uang, tetapi banyak orang Kristen yang masih sulit untuk melepaskan diri dari opini dunia ini.<br />
Semakin canggih dan banyaknya teori ekonomi, dan semakin dipasarkan secara luasnya prinsip materialisme dan marketing, maka dunia Kekristenan menghadapi ancaman serius dari indoktrinasi materialisme yang berusaha masuk ke dalam gereja.<br />
Ditambah lagi dengan fakta banyaknya pemimpin-pemimpin gereja sendiri yang memang “money-oriented” karena memang itulah yang menjadi basis pemilihannya. Banyak pemilihan majelis ditentukan oleh tingkat kekayaannya. Banyak pendeta yang sibuk mengkhotbahkan perpuluhan untuk menggendutkan perutnya dst. Semua format ini menjadikan gereja semakin sekuler dan materialis. Tidak heran, akibatnya, gerejapun akan berpusat pada ekonomi.</p>
<p>Definisi Ekonomi<br />
Pada umumnya dunia mengerti ekonomi sebagai suatu tindakan yang dimotori oleh kebutuhan. Jadi di dalamnya ditekankan adanya tiga unsur penting, yaitu: produksi, konsumsi dan pertukaran. Kalau ketiga unsur ini terjadi, di situ sudah terjadi ekonomi.</p>
<p>Alfred Marshall: Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang umat manusia dalam kehidupannya sehari-hari.</p>
<p>Richard G. Lipsey dll. : Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang pemanfaatan sumber daya yang langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tak terbatas. </p>
<p>Alkitab: Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana mendayagunakan semua yang Tuhan percayakan kepada manusia untuk bisa mempermuliakan Allah. (Kej. 2:15; Mat. 25:14-30; Kol. 3:23).</p>
<p>Singkatnya: Ekonomi berasal dari kata “oikos” (rumah) dan “nomos” (aturan), yang secara utuh berarti, mengatur rumah tangga. Ekonomi adalah tugas penatalayanan (stewardship).</p>
<p>Perbedaan dasar prinsip Ekonomi Alkitab dan Dunia<br />
1. Orientasi pada Allah.<br />
Ekonomi Alkitab mengajarkan prinsip yang sangat jelas, yaitu seluruh alam semesta dan isinya adalah milik Allah yang perlu dikelola dan dipertanggungjawabkan bagi kemuliaan Allah. Semua perilaku ekonomi harus dikembalikan pada kehendak Allah. Tidak ada perilaku ekonomi yang beres, yang keluar dari rencana Allah. Sebaliknya, dunia justru mengajar untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa mempedulikan Allah, atau yang lebih parah lagi justru menunggangi atau menjadikan Allah sebagai alat ekonomi (agregat produksi). Di sini manusia yang menjadi pusat dan kebutuhan manusia yang menjadi intinya. Maka dalam format dunia, ekonomi menjadi suatu bidang studi yang sangat humanistis dan materialistis.</p>
<p>2. Intinya pertanggungjawaban.<br />
Ekonomi Alkitab mengajarkan prinsip pertanggungjawaban pengelolaan yang manusia laku¬kan terhadap alam kepada Allah. Manusia tidak boleh menggarap alam semena-mena untuk dirinya atau golongannya sendiri, karena bukan manusia yang memiliki semua itu. Dengan mempertanggungjawabkan semua ekonomi seturut perintah Allah, maka kesejahteraan manusia bisa dijaga. Untuk itu, Alkitab merupakan basis studi ekonomi, bukannya semangat materialisme dan tuntutan kebutuhan manusia. Sebaliknya, di dalam sistem ekonomi dunia, pertanggungjawaban kepada Allah sama sekali tidak pernah diperhitungkan. Akibatnya, manusia hanya menjadi pelaku-pelaku ekonomi yang buas dan hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Tidak heran, dunia menjadi anjang pengrusakan akibat terjadinya ketidakseimbangan pola ekonomi dunia. Di mana pertanggungjawaban global tidak ditekankan, maka dunia akan semakin rentan menjadi rusak. </p>
<p>3. Penekanan pola ekonomi spiritual.<br />
Ekonomi Alkitab menekan¬kan bahwa seluruh perilaku ekonomi merupakan keseimbangan antara aspek rohani dan jasmani, bahkan menyangkut seluruh bagian kehidupan manusia, yang bisa mempermuliakan Allah. Tetapi di dalam ekonomi dunia, seperti telah terlihat di atas, jelas orientasi hanya pada aspek materi dan mengabaikan aspek rohani sama sekali. Ekonomi seolah-olah menjadi bidang yang split atau terpisah dari dunia rohani, bahkan ada kecenderungan dikontraskan satu dari yang lain. Melalui perumpamaan bendahara yang tidak jujur, Alkitab mau menyatakan bahwa materi harus bisa dipakai sebagai alat rohani. Hanya dengan cara itu barulah seluruh keseimbangan bisa dicapai. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa kita harus mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya terlebih dahulu, barulah semua hal lainnya akan ditambahkan kepada kita. Dalam aspek ini, Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa kita harus anti materi dan hanya mempedulikan aspek rohani saja. Tetapi kita harus menjaga keseimbangan, di mana aspek rohani menjadi bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dari aspek materi di dalam ilmu ekonomi. Dengan demikian kita baru bisa menjadi penatalayan ekonomi yang baik.</p>
<p>Variabel Ekonomi<br />
Sebagai anak Tuhan, kita harus melihat ekonomi secara berbeda. Ada variabel-variabel yang harus kita perhitungkan dan sangat menentukan di dalam pola dan perilaku ekonomi kita.<br />
1. Ketaatan<br />
Sebagai seorang penatalayan harta Allah, maka kunci pertama yang harus kita perhitungkan adalah sejauh mana ketaatan kita di dalam menjalankan tugas ini kepada Allah. Pelaku ekonomi yang tidak mau taat kepada Allah, pasti tidak akan pernah menikmati kehidupan ekonominya dengan baik, karena di situlah kunci seluruh tugas ekonomi. Di dalam Mat. 25, Tuhan Yesus memberikan hukuman keras kepada orang yang tidak mau enjalankan tugasnya.</p>
<p>2. Kejujuran dan Integritas<br />
Hal kedua yang justru menjadi prinsip ekonomi adalah kejujuran dan integritas di dalam menjadi penatalayan Allah. Tidak ada cara lain yang bisa membuat ilmu ekonomi bisa berjalan dengan baik kecuali melalui sistem yang jujur dan terintegritas baik. Di mana terdapat ketidakjujuran, maka seluruh penatalayanan akan kehilangan arah dan keseimbangannya. Pasti akan terjadi kerusakan di mana-mana. Dan ilmu ekonomi yang sejati adalah ekonomi yang disoroti oleh Allah pemilik alam semesta, yang menuntut kejujuran dan integritas dari setiap orang yang diberi-Nya hak untuk mengelola alam milik-Nya. </p>
<p>3. Kebajikan<br />
Motivasi dasar Allah di dalam memberikan semua alam semesta ini kepada manusia adalah agar manusia bisa hidup bahagia dan sejahtera. Inilah kebajikan Allah yang dinyatakan kepada manusia. Oleh karena itu, manusia harus juga menjalankan prinsip kebajikan di dalam melakukan ilmu ekonomi. Ketika ekonomi sudah kehilangan sifat manusiawinya, ekonomi akan menjadi suatu perilaku yang kejam sekali. Barulah belakangan ini orang-orang mulai semakin menyadari bahwa ekonomi telah tidak lagi memanusiakan manusia, bahkan ada ide bahwa manusia adalah makhluk ekonomis. Artinya, manusia hanya dinilai berdasarkan aspek ekonomi. Manusia bukan di atas ekonomi, tetapi manusia justru sudah menjadi komoditi ekonomi. Dari sini timbul banyak sekali masalah yang menyengsarakan manusia.</p>
<p>4. Etika Ekonomi Kristen<br />
Bagi Alkitab, ekonomi harus menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan. Oleh karena itu, etika ekonomi harus sejalan dengan etika Kristen. Dalam kasus ini, etika ekonomi tidak bisa didualismekan dengan etika Kristen. Salahlah pandangan bahwa etika ekonomi tidak bisa dan tidak mungkin bisa sejalan dengan etika Kristen, karena di dalam ekonomi ada kaidah-kaidah yang harus bertentangan dengan iman Kristen. Misalnya, di dalam ekonomi ditekankan hukum “demand and supply” (permintaan dan penyediaan). Jika penyediaan sedikit dan permintaan banyak, maka harga akan naik. Akibatnya, seringkali suatu produk alam dibuang atau dimusnahkan demi untuk menaikkan harga barang (mempersedikit persediaan), padahal begitu banyak orang yang kelaparan dan membutuhkan bahan tersebut. Di sini, etika ekonomi harus dikembalikan kepada kebenaran Alkitab, atau ekonomi hanya menjadi alat sebagian orang. Ini terjadi baik di dalam ekonomi sistem kapitalis ataupun sistem sosialis. Baik di dalam pola perdagangan bebas, ataupun dalam sistem ekonomi terkontrol. Tidak pernah ekonomi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas, tetapi hanya menyejahterakan segolongan tertentu manusia, entah yang beruang atau berkekuasaan.</p>
<p>Kesimpulan dan Penutup<br />
Prinsip ekonomi dunia harus dikembalikan kepada jalur kebenaran Alkitab, karena tanpa itu, tidak ada kemungkinan ekonomi dunia akan membereskan seluruh kehidupan manusia dan membawa manusia kepada kesejahteraan yang sejati.<br />
Prinsip ekonomi harus ditundukkan di bawah kebenaran firman Tuhan, karena seluruh basis ekonomi sebenarnya bergerak di dalam dunia milik Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Oleh karena itu, pengelolaannya harus sesuai dengan kehendak Tuhan.<br />
Prinsip ekonomi harus berada di bawah etika firman. Tidak ada dualisme antara bidang ekonomi dan pengenalan firman, antara etika Kristen dan etika ekonomi. Seorang Kristen yang Tuhan letakkan di dunia ekonomi harus berjuang keras untuk menjalankan panggilannya menyatakan kebenaran di dunia ekonomi. Kita perlu jelas akan panggilan Tuhan ini. Kita bukan anak-anak setan di dunia ekonomi yang tunduk kepada aturan dan kehendak setan dan sifat kedagingan yang penuh nafsu. Oleh karena itu, kebenaran Allah harus dinyatakan secara serius.</p>
<p>3. PROBLEMATIKA MULTI-LEVEL MARKETING</p>
<p>Nats: 2Tim. 3:1-2; 1Tim. 6:9-10; Luk. 16:1-9</p>
<p>[size="3"][font="Georgia"]Latar Belakang Permasalahan<br />
Dengan berbagai krisis yang ada, manusia dituntut untuk semakin kreatif di dalam mencari peluang, khususnya di dalam usaha untuk mencari keuntungan dan pola-pola bisnis yang “menjanjikan.” Sekitar tahun 1950-an, Jay Van Dalen dan Rich De Vos, memulai suatu bisnis yang menggunakan tenaga lepas untuk pemasaran mereka. Idenya adalah menyerahkan tugas pemasaran kepada pribadi-pribadi dengan kebebasan yang lebih besar. Hal itu merupakan penglaaman mereka sendiri sebagai distributor lepas vitamin “Nutrilite.” Berdirilah Amway International. Di sinilah dimulainya pola bisnis marak yang sekarang dikenal dengan Multi-Level Marketing. </p>
<p>Ide Multi-Level Marketing<br />
1. Kapitalisme (atau: Perekonomian Bebas)<br />
Sistem MLM berdiri di atas pemahaman dasar Kapitalisme. Dan format yang dipakai justru adalah format ekonomi bebas. Bahkan pendiri Amway, yaitu Rich De Vos mengidentikkan kapitalisme dengan perekonomian bebas, dan sekaligus menekankan bahwa itulah kredo dari bisnisnya, yaitu pola MLM ini. Dengan format ini, De Vos menganjurkan agar kita bisa menikmati keuntungan yang sebesar-besarnya. Sukses hidup ditentukan dengan pemupukan materi sebesar-besarnya. Dan dari kepuasan secara finansial ini, akan dicapai pula kepuasan secara spiritual dan psikologis. Format ini merupakan format Materialisme yang dipertuhankan.</p>
<p>2. Prinsip Bisnis Materialisme Liberal<br />
Bagi De Vos, baiknya pekerjaan ditentukan dengan variable, apakah pekerjaan itu bisa membawa manusia ke arah kebebasan, imbalan, pengakuan dan harapan. Dan kita harus meninggalkan semua pekerjaan yang tidak bisa menjanjikan hal itu. Melalui konsep inilah Compassionate Capitalism dibangun. Itu berarti konsep kapitalisme dengan kepedulian sosial, pada hakekatnya adalah penunggangan manusia menjadi obyek dari kepuasan materialisme, yang diyakini bisa memberikan kepuasan spiritual dan psikologis. Dengan cara menunggangi kepedulian sosial, yang dikejar sebenarnya adalah kenikmatan diri. Itu berarti pola ini merupakan pola yang sangat bersifat manipulatif. Kebajikan yang dilakukan sebenarnya hanyalah demi untuk mencapai keuntungan diri sendiri. Kalau kebajikan itu pada akhirnya merugikan diri, maka konsekwensinya kita harus meninggalkan kebajikan tersebut. Di sini kebajikan bukan lagi sebagai kebajikan, tetapi justru menjadi alat untuk egoisme. Bagaikan seseorang yang merasa puas dan hilang rasa bersalah dirinya setelah memberikan sedekah kepada orang miskin.</p>
<p>Pertimbangan-pertimbangan MLM:<br />
1. Polanya<br />
1.1. Menjual barang/produk dengan sistem MLM<br />
Kita melihat MLM sebagai salah satu cara marketing, di mana kita berusaha menjual barang bukan dengan cara distribusi konvensional, tetapi menggunakan cara man-to-man yang lebih intensif. Di dalam pola ini, kita melihat bahwa cara penjualan dengan sistem bertingkat dikerjakan secara lebih intensif. Namun, di dalamnya ada beberapa sifat yang harus diperhatikan, karena akan memberikan kemungkinan sulit dikontrolnya pola ini.<br />
1.2. Menjual sistem MLM itu sendiri<br />
Yang kedua adalah menjual sistem itu sendiri, baik dengan produk semu, ataupun tanpa produk sama sekali. Dalam kasus ini, MLM sudah disalahgunakan, dan murni menjadi alat materialisme, di mana akan mengorbankan pihak-pihak tertentu, walaupun kemungkinan pihak tersebut tidak menyadarinya. Di sini sudah terjadi sifat penipuan terselubung demi untuk mencari keuntungan secara tidak benar. Hal ini mirip dengan pola konvensional yang melewati batasan etis bisnis yang benar. Cara-cara ini mirip dengan pola lintah darat atau berbagai pola bisnis modern seperti monopoli dll. di mana ide materialisme digarap secara maksimal. Jelas dalam hal seperti ini, setiap anggota akan diarahkan untuk murni materialis dan egois dan bertentangan dengan iman Kristen.</p>
<p>2. Motivasinya<br />
1.1. Menjalankan pekerjaan yang berkenan kepada Allah<br />
Motivasi bekerja yang benar adalah menjalankan pekerjaan yang berkenan kepada Allah, sehingga kita bisa memperoleh nafkah yang secukupnya bagi kehidupan kita.<br />
1.2. Menjalankan pekerjaan yang mengeruk keuntungan sebesarnya dengan segala cara.<br />
Motivasi dasar MLM adalah kapitalisme. Ini yang harus diperangi oleh orang Kristen. Sama seperti orang Kristen harus memerangi lintah darat, para pelaku monopoli, kolusi untuk mendapatkan keuntungan dan fasilitas khusus, maka orang Kristen juga harus memerangi semua bentuk bisnis yang demi keuntungan uang semua cara dihalalkan. Seluruh motivasinya hanyalah mencari uang, tidak peduli dengan cara apapun, atau lebih tepat, kalau bisa dengan cara yang seringan mungkin dan secepat mungkin. Oleh karena itu, iming-iming MLM adalah selalu “Posisi Puncak” atau “Go Diamond.” Padahal jelas hal itu tidak mudah dicapai dan hanya bisa dicapai oleh segelintir orang, sama seperti tidak semua orang bisa naik sampai ketingkat manager atau direktur.</p>
<p>3. Caranya<br />
1.1. Memperkembangkan pelayanan dan etika kerja Kristen yang benar.<br />
Cara kerja Kristen yang benar adalah cara kerja yang menyatakan kesaksian anak Tuhan dan menjalankan prinsip etika yang sesuai dengan etika Alkitab. Jelas prinsip kapitalis-materialis tidak diperkenankan dalam masalah ini. Bahkan Alkitab secara tegas menyatakan bahwa cinta akan uang akan menjadi akar dari semua kejahatan.<br />
1.2. Memanipulasi sistem dan orang untuk mencapai keuntungan sendiri..<br />
Dorongan MLM adalah usaha untuk memanipulasi orang seaktif mungkin dengan berbagai motivasi materialisme dan positif-thinking untuk menjadi alat ekonomis bagi kita.<br />
Bekerja bukan sekadar melakukan sesuatu dan mendapatkan imbalan uang. Kalau memang demikian, maka pelacur pun harus dibenarkan. Sejauh ia bekerja dan menghasilkan uang. Tetapi etika Kristen mengharamkan hal itu, karena pekerjaan bukan dilihat dari segi keuangan, atau dapatnya keuntungan, tetapi dari caranya juga, yang sesuai dengan etika dan tidak melakukan manipulasi terhadap orang lain.</p>
<p>Tinjauan terhadap MLM:<br />
1. Harus dikembalikan kepada prinsip Alkitab<br />
Itu berarti semua jenis bisnis (termasuk MLM) harus dikembalikan kepada kebenaran dan etika Alkitab. Alkitab menegaskan bahwa tidak ada bisnis yang boleh dilakukan dengan jalan pintas. Seluruh bisnis bukanlah menjalankan prinsip ekonomi dunia, yaitu dengan modal sekecil mungkin mencari keuntungan sebesar mungkin. Gagasan seperti itu menjadikan seluruh semangat dan roh ekonomi adalah pencarian keuntungan yang sebesar-besarnya. Padahal ekonomi bukanlah demikian (seperti telah dibahas dalam sessi sebelumnya).</p>
<p>2. Motivasinya harus dimurnikan<br />
Motivasi yang salah ialah yang bersifat: New Age (manipulative-mystical), Positive-thinking, Money-oriented, Indoktrinasi secara sepihak (menunjukkan hanya kesuksesan saja dan tidak yang negatif). Banyak orang yang menjalankan MLM dengan motivasi mencari kenikmatan kerja, yaitu dengan kerja yang sebebas-bebasnya dan seringan mungkin, tetapi mendapatkan penghasilan yang sebanyak mungkin. </p>
<p>3. Etikanya harus dibereskan<br />
Salah satu kelemahan MLM adalah ide kapitalisme yang sudah sedemikian mendarah-daging di dalamnya. Jika motivasinya adalah uang, maka seluruh etika menjadi sulit dibereskan. Kecuali kembalinya bisnis kepada prinsip kebenaran firman, barulah etika bisa dimurnikan kembali. Banyak MLM yang melakukan berbagai penipuan, dengan menggunakan argumentasi-argumentasi yang terselubung, sehingga sifat-sifat aslinya tertutupi. Banyak pula sistem bisnis berantai yang merugikan elemen atau level yang paling bawah (dan mereka selalu menyanggah bahwa tidak adanya level yang dibawah tersebut).</p>
<p>4. Peraturan yang ditegakkan<br />
Bisnis MLM menjadi rumit karena tidak adanya hukum dan aturan yang bisa diseragamkan dan diuji. Setiap orang bergerak dengan lebih bebas. Dan memang bisnis ini merupakan produk dari semangat post-modern yang anti hukum, anti aturan. Semangatnya adalah liberalisme. Keinginan bebas dari segala aturan, yang membuat kita bisa lebih “semaunya.” Padahal hal itulah yang secara global membuat pengaturan dunia usaha semakin sulit untuk dikontrol dan dibatasi. </p>
<p>Diedit oleh: Denny Teguh Sutandio.</p>
<p>  #2 (permalink)<br />
 24th May 2008 </p>
<p>Sola_Scriptura2007<br />
AP &#8211; Aspiring Evangelist</p>
<p> 	Join Date: Sep 2007<br />
Location: Indonesia<br />
Age: 23<br />
Posts: 590 </p>
<p> lanjutan<br />
________________________________________<br />
Profil Pdt. Sutjipto Subeno :<br />
Pdt. Sutjipto Subeno, S.Th., M.Div. dilahirkan di Jakarta pada tahun 1959. Beliau menyerahkan diri untuk menjadi hamba Tuhan ketika sedang kuliah di Fakultas Teknik Elektro Universitas Trisakti Jakarta. Menyelesaikan studi Sarjana Theologi (S.Th.)-nya di Sekolah Tinggi Theologi Reformed Injili Indonesia di Jakarta tahun 1995 dan tahun 1996 menyeleselaikan gelar Master of Divinity (M.Div.)-nya di sekolah yang sama.<br />
Setelah pelayanan di Malang dan Madura, sejak tahun 1990 beliau bergabung dengan Kantor Nasional Lembaga Reformed Injili Indonesia di Jakarta. Beliau melayani di bidang literatur yang meliputi penerjemahan dan penerbitan buku-buku theologi. Selain itu beliau juga mengelola Literatur Kristen Momentum di Jl. Tanah Abang III/1 (sejak tahun 1993) dan di Jl. Cideng Timur 5A-5B (sejak tahun 1995).<br />
Beliau ditahbiskan sebagai pendeta pada Mei 1996 dan mulai Juni 1996 menjadi gembala sidang Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Andhika, Surabaya. Selain sebagai gembala sidang, saat ini beliau juga sebagai direktur operasional dari penerbitan dan jaringan toko buku Momentum dan direktur International Reformed Evangelical Correspondence Study (IRECS), sebuah sekolah theologi korespondensi untuk awam berbahasa Indonesia dengan jangkauan secara internasional. Selain itu beliau adalah dosen terbang di Sekolah Theologi Reformed Injili (STRI) Jakarta dan Institut Reformed di Jakarta. Beliau juga adalah co-founder dari Yayasan Pendidikan Reformed Injili LOGOS (LOGOS Reformed Evangelical Education) dan pengkhotbah KKR yang dinamis: KKR Pemuda 2007, KKR Banjarmasin, KKR Jember, dll.<br />
Beliau juga banyak melayani khotbah dan seminar di berbagai gereja, persekutuan kampus, dan persekutuan kantor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri; seperti Yogyakarta, Palembang, Batam, Singapura, Australia, dan Eropa (Jerman dan Belanda).<br />
Beliau menikah dengan Ev. Susiana Jacob Subeno, B.Th. dan dikaruniai dua orang anak bernama Samantha Subeno (1994) dan Sebastian Subeno (1998).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=74&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/02/kekristenan-dan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADAT ISTIADAT</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/adat-istiadat/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/adat-istiadat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 09:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Herlianto Menarik mengenang pelayanan kemarin memenuhi undangan dalam rangka bulan keluarga di gereja GKI di bilangan Jakarta Pusat untuk memimpin seminar tentang Iman Kristen dan Adat-istiadat yang cukup merangsang diskusi yang hangat. Pertemuan seminar itu diakhiri dengan kesimpulan yang meneguhkan &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/adat-istiadat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=79&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Herlianto<br />
Menarik mengenang pelayanan kemarin memenuhi undangan dalam rangka bulan keluarga di gereja GKI di bilangan Jakarta Pusat untuk memimpin seminar tentang Iman Kristen dan Adat-istiadat yang cukup merangsang diskusi yang hangat. Pertemuan seminar itu diakhiri dengan kesimpulan yang meneguhkan diskusi oleh pendeta senior gereja itu yang ramah yang notabena adalah ketua sinode saat ini.<br />
Perlu disadari bahwa manusia tidak hidup sendiri di dunia dimana ia terbebas dari segala nilai dan adat-istiadat dan bisa berbuat apapun sesukanya, sebab sebagai mahluk yang tinggal di dunia ini, manusia selalu berinteraksi dengan keluarga, orang-orang di lingkungan hidup sekelilingnya, lingkungan pekerjaan, suku dan bangsa dengan kebiasaan dan tradisinya dimana ia dilahirkan, dan budaya religi turun-temurun dimana suku dan bangsa itu memiliki tradisi nenek-moyang yang kuat. Karena itu manusia tidak terbebas dari adat-istiadat.<br />
Lalu bagaimana manusia bersikap menghadapi tradisi itu? Setidaknya ada 3 kecenderungan yang dijadikan panutan sikap manusia menghadapi adat-istiadat disekelilingnya.<br />
Pertama, sikap antagonistis/penolakan akan segala bentuk adat-istiadat yang tidak diingininya, gejala ini kita lihat dalam bentuk fundamentalisme yang ektrim. Di Indonesia ada Islam pentungan yang suka melabrak kelab-kelab malam dan tempat bilyar kalau mendekati Lebaran, juga ada kalangan kristen yang melarang merokok, minum-minuman keras, dan nonton secara keras. Sikap ini jelas tidak realistis karena sekalipun yang ditolaknya itu barang haram tapi pengubah mental orang tidak tepat bila menggunakan cara larangan dan paksaan yang bersifat lahir demikian;<br />
Kedua, sikap terbuka yang kompromistis yang menerima segala bentuk adat-istiadat lingkungannya. Sikap demikian sering terlihat dalam kecenderungan liberalisme ekstrim yang sering menganut faham kebebasan. Misalnya di Belanda yang dikenal sebagai negara Eropah yang paling liberal, pecandu narkoba bisa menjadi anggota dewan kota dan euthanasia dihalalkan. Kebebasan yang kebablasan demikian juga kurang tepat, karena bagaimanapun manusia hidup didunia berhubungan dengan orang lain, maka kebebasan yang keterlaluan dari sekelompok yang satu bisa berdampak merugikan kelompok lain;<br />
Ketiga, sikap dualisme. Sikap ini tidak mempertentangkan dan tidak mencampurkan faham-faham adat itu, tetapi membiarkan semua adat-istiadat itu berjalan sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. Ada contoh menarik mengenai perilaku mendua demikian. Ketika di tahun 1970-an mengerjakan proyek hotel di Bali, seorang pengusaha di hari minggu pagi-pagi benar mendahului yang lain menghilang dari hotel untuk pergi beribadat di depan pastornya untuk menerima komuni. Namun, tanpa rasa bersalah apa-apa, kalau malam minggu ia melupakan isterinya yang ditinggal di Surabaya dan berleha-leha di kelab-kelab malam sampai larut malam. Seorang rekannya menggelitik perilaku menduanya dengan mengatakan: Kalau minggu pagi lari ke gereja mencari hosti, tapi kalau malam minggu lari ke kelab malam mencari hostess. Ia dengan isterinya kemudian bercerai.<br />
Pada umumnya orang-orang akan menjauhi pusat lingkaran dan karena dorongan sentrifugal akan mendekati kecenderungan-kecenderungan di lingkaran itu, lalu bagaimana sikap seorang kalau ia menjadi orang Kristen? Apakah ia juga berperilaku selayaknya orang dunia dimana ia hidup sebelumnya?<br />
Memang ada praktek di kalangan orang Kristen yang fundamentalis ekstrim yang menolak segala sesuatu yang dianggapnya dosa, ada juga yang begitu liberal bebas yang menerima begitu saja dan berkompromi dengan semua yang bisa dinikmati orang dunia pada umumnya. Ada juga yang mendua dan berstandar ganda, yaitu dilingkungan kristen ia berusaha hidup suci sesuai standar lingkungan jemaatnya tetapi berada diluar ia bisa tidak ada bedanya dengan orang tidak beriman.<br />
Rasanya ketiga kecenderungan sikap demikian kurang tepat bagi seorang Kristen. Verkuyl dalam salah satu buku etikanya mengatakan bahwa umat Kristen terjerat diantara daya tarik antara libertinisme dan farisiisme. Disatu segi ia ditarik oleh kecenderungan keterbukaan dengan moralitas bebasnya, disegi lain ia ditarik oleh kecenderungan ketertutupan dengan moralitas kakunya. Kenyataan yang disebutkan Verkuyl itu memang benar, dan sikap di antara itu juga tergoda sikap mendua yang ada di antara kedua kecenderungan itu.<br />
Di kalangan kekristenan ada juga yang mencari jalan baru dengan mempromosikan moralitas baru yang menekankan situasi, kondisi dan waktu yang tepat sebagai jendela menerima keputusan etis menghadapi adat-istiadat. Sikap keempat ini mirip sikap mendua dan liberal. Sikap yang dikenal sebagai etika situasi ini (Joseph Fletcher, 1966) itu menolak sikap yang disebutkannya sebagai sikap legalistik, ia juga menolak sikap yang disebutnya sebagai sikap antinomian, karena itu ia menawarkan sikap perantara yang berdasarkan pertimbangan situasi, kondisi, dan waktu.<br />
Lalu bagaimana selayaknya umat kristen bersikap? Bagi mereka yang takut akan Allah, rasanya semua tindakan kita dalam menerima adat-istiadat perlu berorientasi pada Allah dan kehendak-Nya, ini menghasilkan empat pertimbangan berikut, yaitu sikap menghadapi adat-istiadat yang: (1) Memuji dan memuliakan Allah; (2) Tidak menyembah berhala; (3) Mencerminkan kekudusan Allah; dan (4) Mengasihi manusia dan kemanusiaan. Keempatnya berurutan dari atas ke bawah dimana memuji dan memuliakan Allah adalah tugas utama umat Kristen (Mazmur 150) dan ketiga lainnya diukur dari apakah itu meneguhkan kepujian dan kemuliaan Allah atau tidak.<br />
Lalu adakah tingkat-tingkat pertumbuhan yang menentukan umat kristen bersikap? Kedewasaan umat kristen dalam bersikap perlu mengarah pada kecenderungan kelima yaitu transformatif, yaitu ia hidup dengan mentransformasikan setiap adat-istiadat agar sesuai dengan kepujian, kemuliaan dan kehendak Allah. Ia semula hidup berkajang dalam dosa dan melakukan adat-istiadat dimana kuasa dosa banyak berpengaruh. Pengenalannya akan Tuhan Yesus Kristus membawanya kepada pertobatan (metanoea) dimana ia mulai merasakan perubahan arah dalam hidupnya dari dosa menuju kebenaran, dan seperti apa yang dikatakan oleh rasul Paulus: Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor.5:17).<br />
Dari perubahan yang transformatif inilah ia terus menerus melakukan trasformasi dari dosa menuju kebenaran sehingga kehidupannya makin hari makin baik. Rasul Paulus mengatakan bahwa: Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah menjadi sempurna, melainkan aku mengejarnya (Flp.3:12). Namun, harus disadari bahwa transformasi itu bukanlah hasil usaha manusia dengan kekuatannya sendiri tetapi sebagai hasil interaksi iman kita yang mendatangkan rahmat Allah: Dan semuanya itu dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan perdamaian itu kepada kami (2Kor.5:18).<br />
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurnya (Rm.12:1-2).<br />
Semoga pembahasan di atas menjadi bekal bagi kita untuk bersikap dalam menghadapi adat-istiadat di sekeliling kita.<br />
(Artikel ini disarikan dari makalah seminar) </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=79&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/adat-istiadat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KITAB-KITAB SUCI BARU</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/kitab-kitab-suci-baru/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/kitab-kitab-suci-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 08:51:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel berbobot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Alkitab terjemahan kedalam bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia sudah dilakukan sedini tahun 1629 dan sejak itu nama Allah digunakan untuk menerjemahkan El/Elohim/Eloah dan Tuhan untuk menerjemahkan Yahweh dan Adonai. Dalam 50 tahun terakhir, tugas mulia penerbitan Alkitab dilanjutkan &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/kitab-kitab-suci-baru/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=77&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkitab terjemahan kedalam bahasa Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia sudah dilakukan sedini tahun 1629 dan sejak itu nama Allah digunakan untuk menerjemahkan El/Elohim/Eloah dan Tuhan untuk menerjemahkan Yahweh dan Adonai. Dalam 50 tahun terakhir, tugas mulia penerbitan Alkitab dilanjutkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang pada tahun-tahun terakhir ini menerbitkan setiap tahun sekitar 1 juta jilid, suatu berkat bagi kekristenan di Indonesia.</p>
<p>Menarik untuk diketahui bahwa dalam satu dasawarsa terakhir, setidaknya dalam waktu 8 tahun, terbit empat versi terjemahan yang berbeda dengan LAI dan keempatnya dinamakan ‘Kitab Suci.’<br />
Pada tahun 1999 terbit ‘Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru’ (TDB) yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa;<br />
tahun 2000 terbit ‘Kitab Suci Torat dan Injil’ (TDI, dicetak 30 ribu) yang diterbitkan oleh Bet Yesua Hamasiah;<br />
tahun 2002 terbit ‘Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan’ (UPT) yang diterbitkan oleh Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama Yahweh; dan<br />
tahun 2007 terbit ‘Kitab Suci Indonesian Literal Translation’ (ILT, dicetak 20 ribu) yang diterbitkan oleh Yayasan Lentera Bangsa.</p>
<p>Keempat Kitab Suci Baru itu memiliki kesamaan bahwa mereka ingin mengangkat kembali nama ‘Yahweh’ (bhs. Ibrani), nama yang suci yang menurut mereka tidak boleh diterjemahkan, nama yang menunjukkan sifat Tuhan semesta alam dan bahwa keselamatan itu ada dalam nama Yahweh. Namun pengucapan nama itu tidak seragam juga, sebagai contoh, TDB menulis ‘Yehuwa,’ TDI menulis ‘Yahwe,’ dan UPT &amp; ILT menulis ‘YAHWEH.’ </p>
<p>Kesamaan lainnya adalah mereka menolak Allah Trinitarian dan lebih mengarah pada ke’Esa’an Tuhan atau Unitarian. Bila TDB termasuk ‘Unitarian Subordinasionis’ yang menganggap Yesus adalah ciptaan yang lebih rendah dari Yehuwa, umumnya pengikut TDI, UPT, dan ILT menganut keyakinan ‘Unitarian Modalis’ (Sabelianisme), dimana dianggap bahwa hanya ada satu pribadi Yahweh dan Yesus adalah Yahweh sendiri yang menjelma sebagai Yesus dan Roh Kudus adalah Roh atau Daya Hidup Yahweh sendiri. Pada pengantar ILT disebutkan: “YESUS adalah nama diri dari YAHWEH yang menjelma menjadi manusia untuk menjadi Messias sang Juruselamat.” Bagi ILT, yang memberi kekuatan pada mereka adalah Roh YAHWEH sendiri, konsep yang tidak beda dengan konsep Saksi-Saksi Yehuwa (TDB) bahwa Roh Kudus hanya sekedar tenaga aktif Yahweh yang memberi kekuatan Saksi-Saksi Yehuwa.</p>
<p>Dalam menerjemahkan El/Elohim/Eloah (PL) atau Theos (PB), TDB tetap menggunakan terjemahan ‘Allah,’ namun TDI, UPT &amp; ILT menolak penggunaan nama itu karena dianggap sebagai nama berhala bahkan nama Setan, jadi TDI menulis ‘Eloim,’ UPT menulis ‘Tuhan,’ dan ILT menulis ‘Elohim.’ Baru dari beberapa contoh ini saja sudah terungkap bahwa keempat aliran, khususnya ketiga yang terakhir ini tidak mempunyai kesepakatan dalam kalangan mereka sendiri, sehingga terjemahan-terjemahan itu tidak bisa berfungsi sebagai pemersatu dan berpotensi membingungkan umat. Ini berbeda dengan terjemahan LAI yang secara umum digunakan selama ini yang sudah jelas merupakan pemersatu umat Kristen Indonesia dengan Tuhan dan sesama Kristen.</p>
<p>Soal etika penterjemahan, TDB menerjemahkan langsung dari naskah bahasa Inggeris mereka (New World Translation), namun TDI dan UPT merupakan terjemahan plagiat yang nyaris menjiplak seluruh terjemahan LAI tanpa izin dan hanya mengganti beberapa nama dengan nama Yahweh dan beberapa nama Ibrani lainnya. Sungguh menyedihkan bahwa mereka yang mau memuliakan Yahweh itu ternyata mempermalukan Yahweh dan melanggar hukum ke-8 ‘Jangan mencuri’ (hak cipta orang lain) dan ke-10 ‘Jangan mengingini … apapun (termasuk hak cipta) yang dipunyai sesamamu.’</p>
<p>Rupanya tumbuh sepercik kesadaran sehingga kelompok yang menerbitkan ILT tidak ingin mengulang perilaku yang mempermalukan Yahweh itu dan berusaha menerjemahkan sendiri dari naskah ‘The Interlinear Bible’ karya J.P. Green. Suatu tindakan terpuji bahwa ILT meminta izin kepada J.P. Green sebagai pemegang hak cipta. Namun apakah ILT konsisten? Pada akhir Pengantarnya, ILT menyinggung soal hak cipta penerjemahan dengan menuliskan:</p>
<p>“Adapun hak cipta penerjemahan itu perlu didaftarkan, demi memberi perlindungan kepada Yayasan Lentera Bangsa yang telah bersusah payah melakukan penerjemahan, jangan sampai hak-haknya untuk menerbitkan dan memasarkannya ditutup/ditiadakan oleh pihak-pihak lain.”</p>
<p>Soal hak ini justru menjadi bumerang bagi ILT karena ILT ternyata juga mencuri hak penerjemahan LAI tanpa meminta izin (setidaknya tidak disebutkan dalam Pengantar) dan sekarang meng’klaim’ sebagai hak cipta mereka! ILT masih menjiplak ke’66’ nama kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru terjemahan LAI termasuk singkatannya. Mengapa nama-nama kitab dan singkatannya ILT tidak membuat terjemahan sendiri? Suatu kejujuran yang masih setengah hati, bahkan sekarang dengan mendaftarkannya sebagai hak cipta ILT, berarti mencuri hak cipta LAI lalu diaku sebagai hak cipta sendiri!</p>
<p>Soal nama Yahweh dan El/Elohim/Eloah, para pendukung TDI, UPT &amp; ILT beranggapan bahwa nama Yahweh dan Elohim tidak boleh diterjemahkan, benarkan konsep demikian? Fakta sejarah keyahudian dan kekristenan dalam tiga milenium menunjukkan bahwa klaim itu klaim yang gegabah. Sedini abad-5 SM, sebagian kitab Esra, Daniel, dan Yeremia, sudah dialih-bahasakan ke dalam bahasa Aram dimana nama-nama Yahweh dan El/Elohim/Eloah sudah dialih-bahasakan menjadi ‘elah/elaha.’ Pada waktu pembuangan di Babel, nama El dan Adonai banyak digunakan sebagai pengganti nama Yahweh, demikian juga pada abad-3 SM, Tanakh diterjemahkan ke bahasa Yunani dalam bentuk Septuaginta (LXX) dimana Yahweh dan Adonai diterjemahkan ‘Kurios’ dan El/Elohim/Eloah diterjemahkan menjadi ‘Theos.’ </p>
<p>Tidak ada petunjuk dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Yahweh dan Yesus berkeberatan atas terjemahan itu, malah Perjanjian Baru mengikuti pola Septuaginta (salinan resmi yang para penerjemahnya diutus oleh Imam Besar Eliezer di Yerusalem). Dan, sepanjang sejarah kemudian nama Yahweh dan Elohim diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan sudah menghasilkan bermilyar manusia Kristen yang menyembah dan memuliakan Yahweh dalam bahasa mereka sendiri. Menganggap bahwa milyaran umat Kristen sedunia yang tidak menggunakan nama Yahweh sebagai sesat merupakan ciri khas dari aliran sekte yang elitis.</p>
<p>Dalam hal nama Elohim kita sudah melihat tiga versi terakhir itu berbeda-beda dalam nenerjemahkan, yang satu Eloim, yang kedua Tuhan dan yang ketiga Elohim. Ada dua kesalahan pokok dalam penggunaan Eloim/Elohim, yaitu:<br />
(1) Elohim dianggap hanya sebagai nama generik, ini menutup fakta bahwa Elohim juga sering menunjuk sebagai nama diri (proper name) disamping sebagai nama sebutan (generic); dan<br />
(2) El/Elohim/Eloah, ketiganya diterjemahkan sebagai ‘Eloim/Elohim.’ Kita harus sadar bahwa sekalipun El/Elohim/Eloah ada kesamaannya, ketiganya juga ada bedanya, jadi dengan hanya menunjuk kepada Eloim/Elohim berarti mengabaikan adanya perbedaan. Sebagai contoh dapat dilihat perbandingan ayat berikut:</p>
<p>“El, Elohe Yisrael” (Kej.33:20). Ini diterjemahkan sebagai berikut:</p>
<p>“Eloim Israel ialah Eloim” (TDI)</p>
<p>“Yang Mahatinggi Tuhannya Israel” (UPT)</p>
<p>“El, Elohim Israel” (ILT) </p>
<p>Demikian juga dengan ayat: </p>
<p>“Akulah El, Elohe Ayahmu’ (Kej.46:3). Ini diterjemahkan sebagai berikut:</p>
<p>“Akulah Eloim, Eloim ayahmu” (TDI)</p>
<p>“Akulah Tuhan, Tuhan ayahmu” (UPT)</p>
<p>“Akulah Elohim, Elohim ayahmu” (ILT).</p>
<p>Khusus dalam versi terjemahan terakhir yaitu ILT, El/Elohim/Eloah yang umumnya ditulis Elohim saja, namun disadari bahwa kalau ‘Elohim’ menunjuk pada ilah-ilah lain selain yang Mahakuasa, maka diterjemahkan ‘ilah.’ Jadi tanpa sadar sebenarnya diakui bahwa ‘elohim’ bisa berarti ‘ilah’ dalam bahasa Arab, padahal untuk menunjuk pada nama lain Yahweh ini, bahasa Arab menambahkan dengan kata sandang menjadi al-ilah atau Allah. Menarik melihat bahwa kalau Alkitab resmi dalam bahasa Arab, El/Elohim/Eloah diterjemahkan menjadi ‘Allah’ (a.l. Arabic Bible, Todays Arabic Version) ada juga Kitab Suci jiplakan dari pemuja nama Yahweh yang menerjemahkannya bukan dengan kata Allah melainkan ‘al-ilah’ (Arab Bible, mengaku menjiplak terjemahan Arabic Bible dan mengganti kata ‘Allah’ disitu menjadi al-ilah). Seperti diketahui dikalangan umat Kristen berbahasa Arab, jauh sebelum Islam lahir, nama ‘Allah’ sudah digunakan baik sebagai bahasa lisan maupun ketika dituliskan sebagai Alkitab dalam bahasa Arab, dan masa sekarang 29 juta orang Kristen berbahasa Arab menggunakan empat versi Alkitab Arab yang semuanya menggunakan nama ‘Allah,’ ini belum termasuk puluhan juta umat Kristen di Indonesia dan Malaysia yang selama empat abad sudah menyebut nama Allah yang tertuju kepada El/Elohim/Eloah.</p>
<p>Kita harus berhati-hati menghadapi Pemuja Nama Yahweh dengan Kitab-Kitab Suci mereka yang kelihatannya sepintas lalu menarik karena ingin memurnikan terjemahan dan mengembalikan nama Tuhan sebenarnya, ternyata sudah terbukti ke-empatnya tidak sejalan, dan jelas akan membingungkan daripada meluruskan kebenaran. Namun, lebih dari itu seseorang yang tidak sadar dan ikut-ikutan mengikuti para pemuja Yahweh, mereka akan ditarik kepada suatu keyakinan yang menjauh dari kekristenan historis dan pengakuan Iman Rasuli. Seseorang yang tertarik Pemuja Nama Yahweh akan disadari atau tidak akan dibawa ke arah:</p>
<p>(1) Fanatisme kelompok Yahudi yang sangat Ibrani/Yahudi sentris, ini keyakinan sempit sekte ‘Yahweh’ dalam agama Yahudi;</p>
<p>(2) Sikap tidak bersahabat memusuhi dunia Islam/Arab dengan semangat menolak nama Allah yang dianggap nama berhala bahkan nama Setan (Di kalangan Pemuja Nama Yahweh disebar-luaskan buku ‘The Islamic Invasion’ karya Robert Morey yang sarat sikap anti Arab/Islam, sehingga dua tokoh mereka terkena Fatwa Mati);</p>
<p>(3) Sikap yang menyalahkan semua umat Kristen yang tidak menggunakan nama Yahweh tetapi menggunakan nama Allah sebagai menghujat Yahweh, padahal dengan menyebut ‘Allah’ sebagai nama berhala bahkan nama Setan bukankah itu justru menghujat ‘Allah,’ nama El/Elohim/Eloah dalam bahasa Arab?;</p>
<p>(4) Menyalahkan Alkitab LAI yang sudah digunakan dan membangunkan puluhan juta orang Kristen (ada pemuja Yahweh yang menyebut LAI sebagai Lembaga Alat Iblis karena menerbitkan Alkitab berisi nama Allah);</p>
<p>(5) Menjauhi keyakinan Tritunggal/Trinitarian dan lari kepada kepercayaan Unitarian/Sabelian yang menolak Tuhan Yesus sebagai pribadi yang terpisah dari Bapa sekalipun keduanya sehakekat.</p>
<p>Semoga pembahasan ini memperjelas apa yang sedang kita hadapi bersama, dan semoga mereka yang terpengaruh atau bersimpati dalam usaha memurnikan nama Yahweh itu menyadari bahwa mereka sedang terseret kepada suatu arus fanatisme yang bisa mendukacitakan nama ‘Allah’ nama Tuhannya Abraham dalam bahasa Arab.</p>
<p>Salam kasih dari Sekertari www.yabina.org </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=77&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/kitab-kitab-suci-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;IBRANI&#8217; MANIA</title>
		<link>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/ibrani-mania/</link>
		<comments>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/ibrani-mania/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 08:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>menjelajahduniamaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel berbobot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dasawarsa terakhir, ada gerakan baru tumbuh di kalangan kristen Indonesia yang sangat berpusatkan hal-hal yang berbau Ibrani dan dapat disebut sebagai ‘Ibrani’mania. Mereka terpengaruhi fanatisme Yudaik yang mengakibatkan mereka mengidap ‘Islam/Arab’fobia, khususnya menolak hal-hal yang berbau Islam/Arab terutama nama &#8230; <a href="http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/ibrani-mania/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=75&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam dasawarsa terakhir, ada gerakan baru tumbuh di kalangan kristen Indonesia yang sangat berpusatkan hal-hal yang berbau Ibrani dan dapat disebut sebagai ‘Ibrani’mania. Mereka terpengaruhi fanatisme Yudaik yang mengakibatkan mereka mengidap ‘Islam/Arab’fobia, khususnya menolak hal-hal yang berbau Islam/Arab terutama nama ‘Allah’ dan memulihkan nama Ibrani ‘Yahweh.’ Sebaliknya, gerakan ini sangat meninggikan bahasa Ibrani seakan-akan bahasa ini adalah bahasa surgawi yang ada dari kekal sampai kekal. Klaim yang mereka kemukakan adalah bahwa: (a) ‘Bahasa Ibrani’ itu cukup tua setua nama Eber dimana nama Ibrani berasal; (2) ‘Bahasa Ibrani’ adalah bahasa yang terus menerus dipakai sampai sekarang; dan bahwa (c) Yesus dan umat Kristen berbahasa Ibrani meneruskan bahasa umat Yahudi masa Perjanjian Lama dan ‘Perjanjian Baru’ bahasa aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Benarkah klaim fanatisme bahasa demikian itu?</p>
<p>Berbeda dengan anggapan gerakan ini yang menyebutkan bahwa bangsa dan bahasa Ibrani sudah ada sejak masa kuno dan bertahan terus sampai sekarang, kenyataaan menunjukkan bahwa bangsa dan bahasa Ibrani itu labil, dan berasal dari aksara bahasa timur tengah yang lebih kuno dan dalam perkembangannya mudah terpengaruh bahasa asing disekitarnya. Orang Ibrani biasa dikaitkan sebagai keturunan Eber yang adalah cucu Arphaksad anak Sem, jadi termasuk rumpun Semitik (keturunan Sem). Eber itu, kenyataannya lebih muda dua generasi dari Aram (anak Sem juga) yang kemudian menurunkan bangsa Aram dan kemudian bangsa Arab (Kej.10:21-25). Lalu bahasa apakah yang diucapkan oleh orang Ibrani sejak awalnya?</p>
<p>Para leluhur orang Ibrani berasal dari Mesopotamia (Ur-Kasdim) dan berbahasa Aram-Mesopotamia, karena bahasa itu sudah digunakan oleh keturunan Aram disitu dan berkembang lebih pagi dari bahasa Ibrani dikarenakan keturunan Aram menetap secara turun-temurun di daerah Mesopotamia dan berkembang menjadi komunitas besar yang kemudian menggunakan bahasa Aram. Keturunan Sem lainnya termasuk keturunan Arphaksad dan Eber juga tinggal dikawasan itu dan berbahasa Aram juga seperti Terah, Abram, Nahor dan Haran (Kej.11:10-26;24:4). Terah bersama Abram dan Lot anak Haran kemudian meninggalkan Mesopotamia menuju Kanaan, dan saat di Haran, Terah meninggal (Kej.11:27-32). Dapat dimaklumi mengapa bahasa Ibrani yang kemudian digunakan orang Ibrani terlambat berkembang karena leluhur mereka, Abram, adalah seorang pengelana dan tidak sempat mengembangkan bahasa sendiri melainkan banyak berinteraksi dengan bahasa di lingkungan yang baru.</p>
<p>Setelah Abram menerima janji Allah dan dinamakan Abraham yang disebut ‘orang Ibrani’ (Kej.14:13) ia memasuki Kanaan dan menggunakan bahasa lokal Kanaan disamping Aram. Ishak anak Abraham yang lahir di Kanaan kemudian mencari isteri ke Aram-Mesopotamia kekota Nahor (Kej.24:10) dan menikahi Ribka cucu Nahor. Ribka memiliki saudara bernama Laban yang tercatat sebagai orang Aram berbahasa Aram (Kej.31:20,47). Yakub, anak Ishak dan Ribka berbahasa Aram mengingat bahasa ibunya Aram, kemudian menikah dengan Lea dan Rachel anak Laban, pamannya yang berbahasa Aram. Yakub yang lahir di Kanaan tentu berbahasa Kanaan juga disamping bahasa Aram ibunya, maka dapat dimaklumi mengapa keturunan Yakub yang kemudian menjadi bangsa Israel, mengaku sebagai keturunan Aram (Ul.26:5), dan disebut berbahasa Kanaan (Yes.19:18).</p>
<p>Tetapi, bukankah bahasa Ibrani sudah digunakan Yakub yang menyebut ‘Galed’ dalam bahasa Ibrani? (Kej.31:47). Memang ‘Galed’ kini masuk kosa-kata bahasa Ibrani, tetapi kata itu berasal dari bahasa lain. Ada dua penafsiran, yaitu kemungkinan (1) Galed berasal bahasa Aram sebagai sinonim Yegar-Sahaduta karena Laban juga menyebut Galed yang tentu sudah dikenalnya (Kej.31:48) dan dalam percakapan Laban-Yakub tidak ada indikasi digunakannya dua bahasa:</p>
<p>“Nowhere else in the Jacob-Laban cycle of stories is there the slightest suggestion that the two spoke different languages.” (The Interpreters’ Bible, Vol.I, 716).</p>
<p>Dan kemungkinan (2) Galed berasal bahasa Kanaan yang merupakan bahasa yang dikenal Yakub karena ia lahir di Kanaan. </p>
<p>“Sudah pasti ada pengambil-alihan kata-kata Mesopotamia pada masa Abraham, yang berimigrasi dari Ur dan Haran. … Ada juga peminjaman kata-kata Aram pada pasa para leluhur, seperti yang terjadi dalam perjalanan Abraham ke Haran, dan pernikahan Ishak dan Yakub dengan isteri-isteri yang berbahasa Aram. Perhatikan bahwa ‘Galed’ yang dikatakan Yakub dalam bahasa Kanaan, disebut Laban mertuanya ‘Yegar-Sahaduta’ dalam bahasa Aram (Kej.31:47).” (The Zondervan Pictorial Encyclopedia of the Bible, Vol.3, hlm.75). </p>
<p>Perlu disadari bahwa pada masa Yakub, bahasa Ibrani belum berkembang, dan baru kemudian percampuran bahasa ibu Aram dan bahasa lokal Kanaan &amp; Amorit menjadi cikal bakal bahasa Ibrani. Bahasa Kanaan dengan pencampuran Aram yang digunakan para leluhur orang Ibrani masih digunakan oleh orang-orang Ibrani ketika mereka berada di Mesir (Yes.19:18). Kemudian ketika orang Ibrani dengan pimpinan Musa keluar dari Mesir dan memasuki Kanaan kembali, bahasa mereka kemudian menjadi cikal-bakal bahasa Ibrani Kuno (Palaeo Hebrew), bahasa yang berkembang dalam komunitas orang Ibrani setelah mereka menetap dalam jumlah banyak di Palestina:</p>
<p>“Bahasa Ibrani adalah cabang dari bahasa Kanaan dan Amorit, atau lebih tepat Kanaan dan Amorit adalah dialek-dialek nenek-moyang yang melalui pencampuran keduanya pertumbuhan bahasa Ibrani dapat dijelaskan.” (Interpreters’ Dictionary of the Bible, Vol.2, hlm.553).</p>
<p>Bahasa Ibrani tulisan baru berkembang pada abad-11sM yang menggunakan aksara Kanaan dengan 22 huruf mati. Aksara inilah yang kemudian melahirkan bahasa Ibrani kuno (Palaeo Hebrew). Kitab Sastra Tenakh (abad-11–6sM) menggunaan bahasa Ibrani Kuno yang masih berciri Kanaan dan Amorit. Ketika umat Israel berada di Kanaan pada pemerintahan Sanherib (700sM), bahasa mereka sudah agak berbeda dengan bahasa Kanaan asli, dan karena itu disebut sebagai bahasa Yehuda (Yehudit, 2Raj.18:26,28; Neh.13:24; Yes.36:11,13) dibedakan dengan bahasa Aram (Aramit).</p>
<p>Kitab Tawarikh, Ezra, Nehemiah, Kidung Agung, Pengkotbah dan Ester menunjukkan bahasa Ibrani yang lebih lanjut yang dipengaruhi bahasa Aram dan disebut bahasa Ibrani Kitab Suci (abad-6-3 sM). Pada masa Ezra (abad-5 sM) orang Israel sudah tidak mengerti bahasa Ibrani sehingga perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Aram (Neh.8:2-9). Demikian pula dijumpai bahwa sebagian kitab Ezra (4:8 – 6:18; 7:12-26), Daniel (2:4b – 7:28) dan Yeremia (10:11) ditulis dalam bahasa Aram.</p>
<p>Setelah Tenakh ditulis lengkap berkembanglah bahasa tulisan ‘Ibrani Miznah’ (abad-3sM–6M) yang dipengaruhi bahasa Aram, Yunani dan Latin, sejalan dengan perluasan kekuasaan Yunani sejak Alexander Agung menguasai Timur Tengah disusul kerajaan Romawi. Pada masa itu Tenakh diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dalam Septuaginta (LXX, abad-3sM) dengan 70 penerjemah yang diutus oleh Imam Besar Eliezer di Yerusalem, dan Perjanjian Baru juga ditulis dalam bahasa Yunani (koine) dengan beberapa kata Aram. </p>
<p>Namun, ada juga tokoh penganut ‘Ibrani’mania yang berpendapat bahwa umat Kristen pertama berbahasa Ibrani dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Ibrani. Benarkah klaim demikian? Kita harus menyadari bahwa kalau dalam Perjanjian Baru, yang disebut bahasa Ibrani yang dimaksudkan adalah bahasa Aram, demikian juga sumber Tenakh (PL) yang digunakan umat Kristen pertama adalah Septuaginta (LXX, bahasa Yunani). </p>
<p>D.C. Mulder, pakar Perjanjian Lama, menyebutkan:</p>
<p>“Di tanah Palestina sendiri bahasa Aramlah yang menjadi bahasa sehari-hari sejak abad IV/III sM.; bahasa Ibrani lama-kelamaan hanya dipakai sebagai bahasa suci dan bahasa agama.” (Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama, hlm.214)</p>
<p>Sedangkan Bruce M. Metzger, pakar Alkitab dan bahasa-bahasanya, menyebutkan:</p>
<p>”Bahasa ibu orang Yahudi Palestina di waktu itu adalah Aram. Sekalipun para Rabi dan Ahli-Kitab masih menggunakan bahasa Ibrani klasik Perjanjian Lama, untuk mayoritas umat ini adalah bahasa mati. &#8230; Barangkali karena rasa bangga yang salah, dan kemungkinan besar karena tidak dapat membedakan ketepatan ilmiah, bahasa Aram secara populer disebut sebagai bahasa ”Ibrani”. … Bahasa percakapan umum semitik orang Yahudi Palestina pada waktu Yesus adalah Aram.” (The Language of the New Testaments, The Interpreters’ Bible, Vol.7, hlm.43)</p>
<p>“Septuaginta adalah teks Alkitab utama yang dikenal dan digunakan dalam penyusunan Perjanjian Baru.” (The New Bible Dictionary, hlm.714).</p>
<p>Ketika bangsa Arab bangkit melalui kesultanan Islam dan menguasai sekitar Laut Tengah termasuk Palestina, berkembanglah ‘Ibrani Para Rabi’ (abad-7–19M) yang dipengaruhi bahasa Arab yang mengenalkan alun suara, dan hanya menjadi bahasa Kitab Suci dengan kehadiran keluarga Masoret pada abad-6–10M yang menghasilkan Tenakh Massoret. Baru di akhir abad-19M berkembang ‘Ibrani Modern’ sebagai bahasa tulis dan percakapan sejalan dengan kebangkitan nasionalisme Yahudi yang ingin mengembalikan bangsa ini kepada agama, kebudayaan dan bahasa Ibrani. Kebangkitan dipermudah oleh penguasaan Inggeris atas Palestina menggantikan Arab (1917) yang kemudian membuka peluang Israel merdeka (1948). Sejak itu bahasa Ibrani secara resmi dijadikan bahasa nasional Israel. </p>
<p>Sekalipun sebagai bahasa tulis bahasa Ibrani tetap eksis dalam salin-menyalin Tenakh, namun terus menerus dipengaruhi bahasa lingkungan yang lebih populer yaitu Aram, Yunani, Latin, dan kemudian Arab. Tenakh yang ditemukan di Qumran (Dead Sea Scrolls, abad-2sM–1M) bahasa Ibraninya berbeda dengan Ibrani Masoret (naskah MS tertua yang eksis berasal dari abad-10M). </p>
<p>Dapat dimaklumi mengapa naskah Tenakh Masoret (yang diterjemahkan sebagai Perjanjian Lama) ada perbedaannya dengan Septuaginta yang dikutip Perjanjian Baru (80% kutipan PL dalam PB berasal dari Septuaginta). Ini menunjukkan bahwa naskah Tenakh sumber Septuaginta berbeda dengan naskah Tenakh yang digunakan Masoret. </p>
<p>Terlepas dari keyakinan ‘Ibrani’mania yang tak berdasar sejarah mengenai supremasi bahasa Ibrani, bahasa Ibrani kenyataannya merupakan bahasa yang labil, berasal bahasa Kanaan dan Amorit, lama menjadi bahasa mati dan rentan dipengaruhi bahasa Aram, Yunani, Latin, dan Arab. Dan sekalipun pengaruh Arab memperkenalkan alun suara sejak abad-7M, sebagai bahasa hidup (percakapan) baru hidup kembali pada abad-19M setelah bangunnya nasionalisme Yahudi. </p>
<p>Salam kasih dari Sekertari www.yabina.org </p>
<p>Salam kasih dari Sekertari www.yabina.org </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/menjelajahduniamaya.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=menjelajahduniamaya.wordpress.com&amp;blog=5096579&amp;post=75&amp;subd=menjelajahduniamaya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://menjelajahduniamaya.wordpress.com/2008/12/01/ibrani-mania/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/280e9462598b8df1803107e40e4eff0f?s=96&#38;d=&#38;r=R" medium="image">
			<media:title type="html">Andira</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
